Akurat

Pakar dari Korea: Pembersihan Paru-Paru Tradisional Bisa Perkuat Imunitas Tubuh

Arief Rachman | 7 Oktober 2025, 11:34 WIB
Pakar dari Korea: Pembersihan Paru-Paru Tradisional Bisa Perkuat Imunitas Tubuh

AKURAT.CO Pakar Pengobatan Tradisional Korea sekaligus Direktur Pyunkang Korean Medicine Hospital, dr. Seo Hyo-Seok, mengungkapkan bahwa metode lung cleansing atau pembersihan paru-paru secara tradisional dapat membantu memperkuat sistem imun tubuh.

Menurut Seo, metode yang dikembangkan di Korea tersebut telah berhasil membantu lebih dari 155 ribu pasien yang mengalami penyakit pernapasan kronis maupun gangguan paru yang sulit disembuhkan.

“Semakin rutin seseorang melakukan pembersihan paru-paru, maka semakin kecil kemungkinan penyakit datang kembali,” ujar dr. Seo dalam talkshow bertajuk Rahasia Paru-Paru Bersih untuk Hidup Lebih Sehat di Jakarta, Senin (6/10/2025) malam.

Seo menjelaskan, di Korea proses lung cleansing dilakukan dengan meminum Pyunkang-hwan, yaitu ramuan herbal yang dievaporasi dan dikonsumsi dalam bentuk pil. Produk ini kini telah dipasarkan secara global dengan berbagai nama dagang di sejumlah negara.

Metode ini disebut mengikuti konsep “336”, yaitu:

  • 3 bulan pertama: memperkuat sistem kekebalan tubuh secara alami;

  • 3 bulan berikutnya: menata ulang mikroba usus, karena sekitar 70% imunitas tubuh bergantung pada kesehatan usus;

  • 6 bulan terakhir: membersihkan racun tubuh yang menumpuk seumur hidup.

“Setelah proses ini selesai, kekebalan tubuh menjadi sempurna, dan penyakit berbahaya bisa disembuhkan dari akarnya,” jelas Seo.

Ia juga menambahkan, paru-paru yang bersih akan memperkuat amandel dan organ pernapasan lain, sehingga dapat mencegah pneumonia, flu, dan pilek disertai demam tinggi hingga 39°C.

Menurutnya, teori gut-brain axis menunjukkan bahwa ketika mikroba usus membaik, fungsi otak juga ikut meningkat, sehingga risiko demensia dapat berkurang.

Baca Juga: Kasus Murray Hunter: Jurnalis Australia Ditahan di Thailand, Soroti Maraknya SLAPP di Asia Tenggara

Untuk mempertahankan kondisi tubuh setelah proses pembersihan selama enam bulan, Seo menyarankan agar detoks paru dilakukan sebulan sekali setiap enam bulan.

“Setelah usia 70 tahun, sebaiknya detoks paru dilakukan sekali sehari,” katanya.

Pendekatan kesehatan berbasis imunitas ini, lanjut Seo, sangat relevan dengan kondisi masyarakat Indonesia yang masih menghadapi tingginya angka penyakit pernapasan.

Konteks di Indonesia: Kasus Paru Masih Tinggi

Data Kementerian Kesehatan RI (Kemenkes) mencatat, pada tahun 2024 terdapat sekitar 860 ribu kasus tuberkulosis (TBC) yang berhasil ditemukan, meningkat dari 821 ribu kasus pada 2023.

Angka tersebut setara dengan 81 persen dari estimasi 1,09 juta kasus per tahun, dengan sekitar 90 persen pasien telah mendapatkan pengobatan.

Selain itu, asma diperkirakan dialami oleh 29,6 juta orang, sementara Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)menyerang sekitar 16 juta orang di Indonesia.

Menurut pedoman nasional terbaru, jumlah penderita PPOK diperkirakan mencapai 4,8 juta orang atau sekitar 5,6 persen populasi.

Kondisi tersebut diperburuk oleh polusi udara, yang menurut Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI) menjadi pemicu utama kambuhnya asma dan memperparah gangguan paru kronis di kota-kota besar.

“Di tengah situasi ini, penguatan sistem imun menjadi sangat penting, terutama pasca pandemi yang mengingatkan kita betapa vitalnya kesehatan paru dan daya tahan tubuh,” ujar Seo.

Dalam kesempatan yang sama, Agung Laksono, Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat periode 2009–2014, menilai bahwa pengobatan tradisional bukan hal asing bagi masyarakat Indonesia.

“Seperti jamu dan berbagai metode alternatif lainnya, pengobatan tradisional sudah menjadi bagian dari budaya kita. Namun metode pembersihan paru-paru ala Korea ini menarik untuk dipelajari,” kata Agung.

Ia berharap para tenaga kesehatan, akademisi, praktisi, hingga pembuat kebijakan di Indonesia dapat meningkatkan pemahaman mengenai pentingnya kesehatan pernapasan dan sistem imun tubuh.

Acara talkshow tersebut turut dihadiri oleh perwakilan dari Kementerian Kesehatan RI, Komisi IX DPR RI, Badan POM, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), serta Perhimpunan Dokter Paru Indonesia (PDPI).

Baca Juga: The Echoes of Batavia, Gema Sejarah yang Hidup di Panggung Batavia PIK

Hadir pula berbagai organisasi dan asosiasi pengobatan tradisional seperti PDPOTJI, PDHMI, BATTRA, serta PHRI.

Dari Korea, acara ini dihadiri oleh Korean-Indonesia Business Council, Federation of Korean Industries (FKI), Korean Chamber of Commerce and Industry (Kocham), dan Korean Education Center (KEC).

Metode lung cleansing tradisional ala Korea membuka perspektif baru dalam upaya menjaga kesehatan paru dan daya tahan tubuh.

Dengan pendekatan berbasis imunitas alami, metode ini dinilai sejalan dengan kebutuhan masyarakat modern yang ingin hidup lebih sehat dan tahan terhadap penyakit pernapasan kronis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.