Waspada! Ini Tanda-tanda Kambing Terjangkit Antraks

AKURAT.CO Kasus antraks kembali mencuat di sejumlah daerah di Indonesia, termasuk Yogyakarta yang sempat digegerkan oleh kematian hewan ternak akibat penyakit ini.
Antraks bukanlah penyakit biasa. Selain menyerang kambing, sapi maupun kuda, penyakit ini juga bisa menular ke manusia dan berpotensi mematikan.
Sangat penting bagi peternak maupun masyarakat untuk mengenali ciri-ciri antraks pada kambing sejak dini, agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan risiko penyebarannya bisa ditekan.
Apa Itu Penyakit Antraks?
Antraks adalah penyakit infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri Bacillus anthracis. Bakteri ini mampu membentuk spora yang sangat tahan terhadap kondisi lingkungan, bahkan bisa bertahan puluhan tahun di dalam tanah.
Hewan herbivora seperti kambing paling rentan tertular antraks karena bisa tanpa sengaja memakan rumput atau minum air yang terkontaminasi spora. Ketika sudah masuk ke dalam tubuh, bakteri berkembang biak dengan cepat dan merusak sistem organ vital.
Gejala Awal yang Perlu Diwaspadai
Kambing yang terinfeksi antraks umumnya menunjukkan perubahan perilaku maupun kondisi fisik yang cukup mencolok. Gejalanya dapat dibagi menjadi dua:
• Kasus perakut (sangat cepat): kambing yang awalnya tampak sehat tiba-tiba jatuh, sulit bernapas, tubuh gemetar, kejang-kejang, lalu mati dalam hitungan menit hingga jam.
• Kasus akut: kambing mengalami demam tinggi (bisa mencapai 41–42°C), tampak gelisah, malas bergerak, sulit bernapas, detak jantung melemah, dan selaput lendir pada mulut serta mata berubah menjadi merah tua. Dalam 1–3 hari, hewan biasanya mati jika tidak segera ditangani.
Ciri Khas pada Bangkai Kambing Terinfeksi Antraks
Salah satu tanda paling jelas pada hewan yang mati karena antraks adalah adanya darah yang keluar dari lubang-lubang alami seperti hidung, mulut, telinga, dan anus. Uniknya, darah tersebut tidak membeku seperti darah pada kondisi normal.
Selain itu, limpa kambing yang mati akibat antraks biasanya membesar dengan warna merah kehitaman. Organ dalam tubuh pun berubah lebih gelap dari biasanya.
Apakah Bisa Menular ke Manusia?
Ya, antraks termasuk zoonosis, artinya penyakit ini bisa menular dari hewan ke manusia. Penularan bisa terjadi melalui kontak langsung dengan darah, daging, atau kulit hewan yang terinfeksi.
Kasus antraks pada manusia dapat menimbulkan berbagai bentuk penyakit, mulai dari luka kulit bernanah, gangguan pernapasan berat, hingga keracunan darah yang fatal.
Karena itu, kambing yang diduga terinfeksi tidak boleh disembelih atau dikonsumsi. Bahkan, bangkai hewan yang mati karena antraks wajib segera dikubur dengan benar, ditutup tanah dan kapur agar spora bakteri tidak menyebar ke lingkungan.
Bagaimana Cara Mencegah Antraks pada Kambing?
Untuk menekan risiko, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan peternak:
• Melakukan vaksinasi antraks pada kambing maupun sapi di daerah rawan.
• Menghindari memberi pakan rumput dari lokasi yang dicurigai terkontaminasi spora.
• Segera melaporkan kepada dinas peternakan jika ada hewan mati mendadak tanpa gejala jelas.
• Mengubur bangkai hewan terinfeksi secara benar, jangan dibuang sembarangan.
Mengenali tanda-tanda antraks pada kambing sejak awal adalah langkah penting untuk mencegah penyebaran lebih luas, karena antraks adalah penyakit berbahaya yang dapat merugikan peternak dan membahayakan manusia. Gejalanya sering muncul mendadak, mulai dari demam tinggi, kesulitan bernapas hingga kematian dalam waktu singkat.
Laporan: Mutiara MY/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini








