Akurat

Mengapa Bulu Kelinci Rontok Berlebihan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 5 Oktober 2025, 12:52 WIB
Mengapa Bulu Kelinci Rontok Berlebihan? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Kerontokan bulu pada kelinci bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan yang perlu diwaspadai. Namun, bagaimana jika bulu kelinci rontok secara berlebihan dan tampak tidak seperti biasanya?

Kondisi ini tentu membuat khawatir, apalagi jika disertai dengan tanda-tanda lain seperti kulit kemerahan, luka atau kelinci menjadi lebih sering menggaruk tubuhnya. Rontoknya bulu kelinci memang bisa terjadi secara alami, terutama saat musim penggantian bulu (molting).

Akan tetapi, jika kerontokan terjadi secara terus-menerus, tidak merata, atau menyebabkan kebotakan, hal ini bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan yang lebih serius.

Untuk mengetahui penyebab dan cara mengatasinya secara tepat, simak ulasan lengkap di bawah ini.

Penyebab Kerontokan pada Kelinci

Kerontokan bulu pada kelinci bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari proses alami hingga gangguan kesehatan tertentu.

Mengenali penyebab yang mendasarinya sangat penting agar penanganan yang diberikan tepat dan tidak menimbulkan risiko lebih lanjut.

Berikut beberapa penyebab umum kerontokan bulu pada kelinci yang perlu Anda ketahui:

1. Molting (Ganti Bulu secara Alami)

Salah satu penyebab paling umum dari bulu rontok adalah proses molting, yaitu pergantian bulu yang terjadi secara alami. Pada fase ini, kelinci akan mengalami kerontokan sebagai bagian dari regenerasi bulu lama ke bulu yang baru.

Biasanya, molting terjadi satu hingga dua kali dalam setahun, tergantung jenis kelinci dan kondisi lingkungannya. Ciri khas molting adalah munculnya bulu-bulu halus di area yang mengalami kerontokan.

Hal ini merupakan tanda bahwa bulu baru sedang tumbuh dan proses tersebut berjalan normal. Untuk membantu mempercepat proses ini, Anda dapat menyisir bulu secara rutin dan memberikan suplemen atau multivitamin yang mendukung pertumbuhan bulu baru.

2. Adaptasi terhadap Lingkungan Baru

Perubahan lingkungan, terutama pada suhu atau kelembapan udara, juga bisa memicu kerontokan bulu. Kelinci yang terbiasa hidup di daerah bersuhu dingin cenderung merontokkan bulu ketika dipindahkan ke tempat yang lebih panas.

Cara tersebut adalah mekanisme alami tubuh dalam menyesuaikan suhu agar tidak terlalu panas. Jika bulu rontok akibat adaptasi lingkungan, umumnya tidak disertai gejala lain seperti luka atau iritasi kulit.

Anda cukup memastikan kelinci tetap terhidrasi, memberikan ventilasi yang cukup, dan menyesuaikan kondisi kandang agar nyaman dan sejuk.

3. Stres

Stres dapat berdampak langsung pada kondisi fisik kelinci, termasuk kerontokan bulu. Berpindah tempat tinggal, suara bising, perubahan rutinitas, atau interaksi yang berlebihan bisa menjadi pemicu stres.

Dalam kondisi ini, kelinci mungkin mencabuti bulunya sendiri atau menunjukkan penurunan nafsu makan. Penanganan stres harus dilakukan dengan menciptakan lingkungan yang tenang dan nyaman.

Berikan makanan secara teratur, kurangi interaksi yang mengganggu, dan pastikan kandang cukup luas. Jika perlu, tambahkan suplemen untuk mendukung pemulihan kondisi tubuh kelinci.

4. Kekurangan Nutrisi

Asupan makanan yang tidak seimbang, terutama kekurangan protein dan vitamin penting, dapat menyebabkan kerontokan bulu. Nutrisi sangat berpengaruh terhadap kekuatan dan pertumbuhan bulu. Bila kelinci tidak mendapatkan cukup nutrisi, bulunya menjadi mudah rontok dan rapuh.

Untuk mengatasi hal ini, berikan makanan berkualitas tinggi seperti pelet yang kaya protein, serta tambahan biji bunga matahari (kuaci) yang mengandung lemak sehat. Pastikan juga ketersediaan air bersih selalu terjaga.

5. Penyakit Kulit dan Parasit

Kerontokan bulu juga bisa menjadi tanda adanya infeksi kulit, seperti serangan tungau (fur mites), jamur, atau penyakit kulit lainnya. Ciri-ciri umum dari kondisi ini meliputi kemerahan pada kulit, luka di area leher atau punggung, serta kebiasaan menggaruk secara berlebihan.

Segera lakukan perawatan dengan obat anti-parasit atau shampoo khusus yang mengandung antibiotik. Selain itu, jaga kebersihan kandang dan lingkungan sekitar karena tungau dan jamur cenderung tumbuh di tempat yang kotor, lembab, dan berdebu.

6. Perilaku Sarang pada Kelinci Betina

Induk kelinci yang sedang hamil atau mendekati masa melahirkan akan secara naluriah mencabut bulunya sendiri untuk membuat sarang. Bulu tersebut digunakan sebagai alas yang hangat dan lembut untuk bayi kelinci.

Jika kerontokan terjadi karena perilaku ini, tidak perlu khawatir. Pastikan induk kelinci mendapat cukup nutrisi dan istirahat, serta sediakan tempat yang aman untuk proses melahirkan dan merawat anak-anaknya.

Tips Mewarat dan Mengatasi Bulu Kelinci yang Rontok

Bulu merupakan bagian penting yang berfungsi menjaga suhu tubuh kelinci, melindungi kulit dari cedera, dan menjadi bagian dari sistem pertahanannya di alam.

Jika kerontokan bulu terjadi secara berlebihan, ada beberapa langkah perawatan yang bisa dilakukan untuk mengatasinya:

● Rutin Menyisir Bulu

Menyisir bulu secara teratur adalah cara paling sederhana namun sangat efektif untuk mengurangi kerontokan. Dengan menyisir, Anda membantu mengangkat bulu mati dan mencegah kusut, terutama pada jenis kelinci berbulu panjang seperti anggora.

Gunakan sisir khusus dengan bulu lembut agar tidak melukai kulit kelinci. Frekuensi menyisir sebaiknya disesuaikan dengan jenis bulu dan tingkat kerontokan yang terjadi.

● Perhatikan Kualitas Makanan

Asupan nutrisi sangat memengaruhi kesehatan kulit dan bulu kelinci. Pastikan kelinci mendapatkan pakan berkualitas yang mengandung protein, serat, serta vitamin dan mineral penting.

Anda bisa menambahkan sayuran hijau segar seperti daun kangkung atau selada sebagai sumber vitamin alami. Jika perlu, berikan juga suplemen tambahan untuk mendukung pertumbuhan bulu baru.

● Jaga Kebersihan Kandang dan Lingkungan

Lingkungan yang bersih adalah kunci untuk mencegah infeksi kulit dan kerontokan akibat parasit. Bersihkan kandang secara berkala, ganti alas kandang jika sudah kotor atau lembap, dan pastikan area makan serta minum selalu dalam kondisi higienis.
Kandang yang lembap dan kotor bisa menjadi tempat berkembangnya jamur dan tungau, dua penyebab umum bulu rontok pada kelinci.

● Konsultasi dengan Dokter Hewan

Jika kerontokan tidak kunjung membaik meskipun sudah dilakukan perawatan di rumah, sebaiknya segera periksakan kelinci ke dokter hewan.

Pemeriksaan profesional bisa membantu mengidentifikasi penyebab yang lebih serius, seperti infeksi kulit, alergi, atau masalah hormonal, dan memberikan pengobatan yang sesuai dengan kondisi kelinci Anda.

Kesimpulan

Kerontokan bulu pada kelinci tidak selalu berbahaya, namun penting untuk memahami penyebabnya sejak dini. Kondisi ini bisa disebabkan oleh berbagai faktor, mulai dari proses alami hingga gangguan kesehatan yang perlu penanganan khusus.

Karena itu, menjaga kesehatan bulu kelinci bukan hanya soal penampilan, tetapi juga menyangkut kesehatan.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK