Fase Baru Dinamika Politik dan Hukum Venezuela, Jaksa Agung dan Ombudsman Mengundurkan Diri

AKURAT.CO Jaksa Agung Venezuela Tarek William Saab dan Ombudsman Alfredo Ruiz resmi mengundurkan diri pada Rabu waktu setempat. Pengunduran diri keduanya diumumkan langsung oleh Presiden Majelis Nasional Jorge Rodríguez dalam sidang parlemen yang disiarkan televisi negara.
Rodríguez menyatakan telah menerima dua surat pengunduran diri dari pejabat yang sebelumnya baru diratifikasi pada Oktober 2024 untuk masa jabatan tujuh tahun hingga 2031.
Saab Tinggalkan Jabatan Jaksa Agung
Saab menjabat sebagai Jaksa Agung sejak 2017 dan menjadi salah satu figur paling berpengaruh dalam sistem hukum Venezuela. Selama masa jabatannya, ia dikenal sebagai pendukung setia pemerintahan sebelumnya dan kerap membela kebijakan Presiden Nicolás Maduro, termasuk saat Maduro ditangkap dalam operasi militer Amerika Serikat pada 3 Januari lalu. Saab menyebut operasi itu sebagai “pelanggaran hukum internasional”.
Sepanjang kariernya, Saab pernah menjadi anggota Majelis Konstituante 1999, gubernur negara bagian Anzoátegui, serta Ombudsman. Namun, ia juga menghadapi kritik internasional dan sanksi dari Amerika Serikat sejak 2017 atas dugaan pelanggaran hak asasi manusia. Sejumlah tokoh oposisi menudingnya mengabaikan dugaan kekerasan aparat keamanan.
Salah satu langkah terakhir Saab sebelum mundur adalah mendukung Undang-Undang Amnesti yang baru disahkan parlemen. Ia menyebut beleid tersebut sebagai penutup “siklus sejarah penting” dan upaya menyembuhkan luka akibat konflik politik berkepanjangan.
Parlemen Tunjuk Pejabat Sementara
Dengan mundurnya Saab dan Ruiz, Majelis Nasional harus menunjuk pejabat sementara untuk memimpin Kantor Kejaksaan Agung dan Kantor Ombudsman. Rodríguez mengatakan saat ini tidak ada wakil jaksa agung yang dapat langsung menggantikan posisi tersebut.
Parlemen akan membentuk Komite Nominasi untuk memulai proses pemilihan pejabat definitif bagi kedua jabatan strategis itu.
Pengunduran diri dua pejabat tinggi ini menandai fase baru dalam dinamika politik dan hukum di Venezuela, di tengah berbagai perubahan kebijakan yang sedang berlangsung.
Sumber: Miami Herald
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 2Putin Nyatakan Rusia Siap Perang dengan Eropa Meskipun Tidak Menginginkannya
- 3Pemimpin Oposisi Israel Berjanji akan Mengganti Pemerintahan Netanyahu setelah Pemilu
- 44 Link CCTV Jakarta Hari Ini, 28 Oktober 2026: Pantau Situasi Demo di Bundaran HI!
- 5Viking Sebut Terduga Pembunuh ARK Bukan Pendukung Persija, Terindikasi Kelompok Suporter Klub Lain
- 6Luhut soal Polemik Ekspor Gas: Ngapain Berkelahi dengan Singapura?
- 7Pentagon Minta Negara NATO Redam Pernyataan Mengancam Rusia, Ada Apa?
- 8Kalender Jawa 29 Oktober 2026: Watak Weton Kamis Wage Dikenal Punya Cita-Cita Tinggi
- 9Geledah Kantor PT IPPS, Kejagung Sita Ponsel dan Temukan Akses Ruangan Rahasia
- 10KPK Geledah Kantor Bea Cukai Semarang dan Kanwil Jateng, Sita Uang Tunai








