Iran Tuding AS Lancarkan Serangan dari Kuwait dan Bahrain, Targetkan Kapal Minyak serta Menara Komunikasi

AKURAT.CO Kementerian Luar Negeri Iran pada Rabu (3/6/2026) menuduh Amerika Serikat melancarkan dua serangan terhadap target Iran dengan menggunakan pangkalan militer di Kuwait dan Bahrain sebagai titik operasi.
Dalam pernyataan yang dikutip kantor berita semi-resmi Fars News Agency, Iran menyebut serangan tersebut menghantam sebuah kapal tanker minyak Iran yang sedang melintas di Selat Hormuz serta menara komunikasi di Pulau Qeshm.
Kementerian Luar Negeri Iran menyatakan kedua negara Teluk tersebut menjadi lokasi peluncuran operasi militer yang dilakukan pada dini hari.
Teheran mengecam keras apa yang disebutnya sebagai "tindakan agresif militer teroris AS" dan menilai serangan itu merupakan bagian dari rangkaian operasi militer Amerika Serikat terhadap aset-aset Iran.
Hingga kini, baik Iran maupun Amerika Serikat belum merilis rincian mengenai jumlah korban maupun tingkat kerusakan akibat serangan tersebut.
Dalam pernyataannya, Iran juga menuduh Washington menggunakan wilayah dan fasilitas militer di negara-negara kawasan untuk melancarkan serangan terhadap Republik Islam tersebut.
Pemerintah Iran menyatakan Kuwait dan Bahrain memiliki "tanggung jawab langsung dan jelas" karena mengizinkan wilayah mereka digunakan untuk operasi militer tersebut. Namun, Teheran tidak menjelaskan apakah serangan dilakukan menggunakan pesawat tempur, drone, atau sistem rudal yang berbasis di kedua negara itu.
Tuduhan terbaru ini muncul setelah dua bulan eskalasi konflik antara Iran dan koalisi Amerika Serikat serta Israel. Konflik tersebut dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir dan target militer Iran.
Sejak saat itu, Iran meningkatkan tekanan terhadap jalur pelayaran di Selat Hormuz, salah satu jalur perdagangan energi paling vital di dunia yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak global. Teheran juga melancarkan serangan balasan terhadap sejumlah negara Teluk yang menjadi tuan rumah pasukan Amerika Serikat.
Amerika Serikat saat ini memiliki instalasi militer besar di Bahrain, termasuk markas Armada Kelima Angkatan Laut AS, serta fasilitas militer di Pangkalan Udara Ali Al Salem dan Camp Arifjan di Kuwait. Kedua negara tersebut menjadi pusat operasi penting bagi ribuan personel militer AS di kawasan Timur Tengah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Demo BEM UI 28 Oktober 2026: Cek Lokasi, Jadwal, dan Informasi Terbaru
- 2Cara Daftar BLT Kesra Rp900 Ribu Akhir Oktober 2026, Cek Tahapannya
- 3UMKM Indonesia Bidik Pasar Global, LPEI Tawarkan Pembiayaan hingga Konsultasi Ekspor
- 4Lineup Jazz Goes to Campus 2026 Lengkap, Ada Kahitna hingga Maliq & D'Essentials
- 5Survei IPO: Gerindra Memimpin, PSI yang Diperkuat Jokowi di Posisi Sembilan
- 6KPK Tegaskan Tak Sita atau Terima Pengembalian Rp40 Juta dari PCNU Terkait Muktamar NU
- 7Link Live Streaming Garudayaksa vs Persib Bandung Malam Ini, Klik di Sini!
- 8Kalender Jawa 28 Oktober 2026: Watak Weton Rabu Pon, Benarkah Dikenal Pekerja Keras?
- 9Auditor BPK Ungkap Enam Penyimpangan Yaqut Cholil Qoumas dalam Penetapan Kuota Haji Tambahan
- 10KPK Jadwalkan Ulang Pemeriksaan Nusron Wahid di Kasus Suap HGB Summarecon







