Apa Itu Resistensi Antibiotik dan Bagaimana Terbentuk?

AKURAT.CO Antibiotik merupakan salah satu penemuan medis terpenting dalam sejarah manusia, obbat ini berfungsi untuk melawan infeksi bakteri dan telah menyelamatkan jutaan nyawa sejak pertama kali digunakan secara luas pada abad ke-20.
Namun, seiring berjalannya waktu, muncul masalah besar dalam dunia kesehatan yaitu resistensi antibiotik.
Fenomena ini kini menjadi ancaman global karena membuat banyak penyakit infeksi semakin sulit diobati.
Apa Itu Resistensi Antibiotik?
Resistensi antibiotik adalah kondisi ketika bakteri mampu bertahan hidup dan tetap berkembang biak meskipun sudah diberi antibiotik yang dapat membunuh atau menghambat pertumbuhannya.
Artinya, bakteri tersebut menjadi kebal terhadap obat sehingga pengobatan biasa tidak bekerja efektif lagi dan mengakibatkan infeksi menjadi parah, lebih lama sembuh, bahkan berpotensi mematikan.
Penting untuk dipahami bahwa resistensi ini bukan terjadi pada manusia atau hewan, melainkan pada bakteri.
Jadi, bukan tubuh kita yang kebal terhadap antibiotik, melainkan bakteri yang menyerang tubuh yang sudah beradaptasi untuk melawan obat tersebut.
Baca Juga: Cefixime Trihydrate 200 mg: Antibiotik Ampuh yang Harus Digunakan Secara Bijak
Bagaimana Resistensi Antibiotik Terbentuk?
Resistensi antibiotik tidak terjadi begitu saja, melainkan melalui proses alami maupun dipicu oleh penggunaan antibiotik yang tidak tepat.
Berikut beberapa mekanisme terbentuknya resistensi:
1. Mutasi Genetik
Bakteri memiliki kemampuan bereproduksi dengan sangat cepat. Dalam proses ini, terkadang terjadi mutasi genetik secara acak. Mutasi tertentu bisa membuat bakteri lebih kuat dan mampu melawan efek antibiotik.
Jika mutasi ini menguntungkan, bakteri tersebut akan bertahan hidup dan berkembang biak, mewariskan sifat resisten kepada generasi berikutnya.
2. Transfer Gen Horizontal
Selain mutasi, bakteri juga dapat bertukar materi genetik satu sama lain melalui mekanisme yang disebut transfer gen horizontal.
Dengan cara ini, bakteri yang sudah resisten bisa menyebarkan sifat kebalnya kepada bakteri lain, bahkan yang berbeda spesies. Proses ini mempercepat penyebaran resistensi dalam populasi bakteri.
Baca Juga: IDAI Ingatkan Pentingnya Pengawasan Dokter dalam Penggunaan Antibiotik untuk Anak
3. Penggunaan Antibiotik yang Tidak Tepat
Faktor manusia sangat berperan dalam terbentuknya resistensi.
Beberapa kebiasaan yang mempercepat munculnya resistensi antara lain:
• Mengonsumsi antibiotik tanpa resep dokter.
• Tidak menghabiskan dosis antibiotik sesuai anjuran, sehingga bakteri belum sepenuhnya mati.
• Menggunakan antibiotik untuk penyakit yang bukan disebabkan oleh bakteri, seperti flu atau pilek akibat virus.
• Penggunaan antibiotik berlebihan pada hewan ternak, yang kemudian bisa menularkan bakteri resisten ke manusia melalui rantai makanan.
4. Lingkungan dan Penyebaran
Resistensi juga bisa menyebar melalui lingkungan, misalnya dari limbah rumah sakit, peternakan atau industri farmasi.
Bakteri resisten yang ada di air, tanah, atau makanan dapat berpindah ke tubuh manusia, sehingga memperluas masalah ini.
Baca Juga: Antibiotik: Sahabat atau Ancaman? Begini Cara Bijak Menggunakannya
Mengapa Resistensi Antibiotik Berbahaya
Resistensi antibiotik membawa dampak yang sangat serius bagi kesehatan, infeksi yang dulunya mudah untuk diobati menjadi jauh lebih sulit ditangani karena bakteri sudah tidak lagi mempan terhadap obat.
Hal ini mengakibatkan proses penyembuhan menjadi lebih lama atau sering kali membutuhkan antibiotik yang lebih kuat serta mahal sehingga biaya pengobatan turut ikut meningkat.
Selain itu, resistenti ini juga mengakibatkan resiko kematian, sebab infeksi yang sebelumnya dapat dikendalikan menjadi lebih sulit dan berakhir fatal.
Situasi tersebut semakin berbahaya karena dapat menghambat berbagai prosedur penting dalam medis, seperti operasi besar, transplantasi organ, hingga kemoterapi.
Semua tindakan medis tersebut membutuhkan antibiotik untuk mencegah infeksi dan ketika obat tidak lagi efektif, risiko pasien terkena infeksi tak terkendali pun menjadi sangat tinggi.
Baca Juga: Bahaya Konsumsi Antibiotik Sembarangan
Laporan: Bunga Adinda/magang
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









