Akurat

Apa Itu Inner Child? Kenali, Rawat, dan Sembuhkan Luka Masa Kecil Anda

Eko Krisyanto | 27 September 2025, 22:08 WIB
Apa Itu Inner Child? Kenali, Rawat, dan Sembuhkan Luka Masa Kecil Anda

AKURAT.CO Setiap orang membawa cerita masa kecilnya—ada yang penuh tawa, ada pula yang menyisakan luka. Pengalaman di masa lalu inilah yang tanpa disadari membentuk cara kita berpikir, merasakan, dan bertindak saat dewasa.

Inilah yang disebut inner child: bagian diri yang menyimpan kenangan, ketakutan, dan kebutuhan masa kecil yang mungkin belum terpenuhi. Inner child bisa menjadi sumber kekuatan, tapi juga dapat menimbulkan luka emosional yang terus terbawa hingga dewasa.

Melalui inner child healing, seseorang belajar mengenali dan merawat sisi anak dalam dirinya, menyembuhkan trauma yang belum selesai, serta membangun kondisi emosional yang lebih sehat dan stabil.

Bagaimana Cara Melakukan Inner Child Healing?

Menyembuhkan inner child bukan berarti melupakan masa lalu, melainkan berdamai dengannya. Berikut beberapa langkah yang bisa dilakukan:

1. Mengenali dan Menerima Emosi

Izinkan diri merasakan semua emosi, baik marah, sedih, takut, maupun kecewa, tanpa menghakimi. Emosi ini adalah sisa pengalaman masa kecil yang belum terselesaikan. Dengan menerimanya, Anda memberi ruang untuk menyembuhkan luka lama.

2. Berbicara dengan Inner Child

Bayangkan diri Anda sebagai anak kecil yang sedang terluka. Bicaralah padanya dengan lembut dan penuh kasih sayang. Bisa dengan afirmasi positif, atau melakukan aktivitas yang dulu disukai namun sempat terhenti.

Baca Juga: Fraksi PKB Desak Revisi UU BUMN Berpihak pada Rakyat, Bukan Segelintir Elit

3. Menulis Surat atau Jurnal

Tulis surat pada orang atau situasi yang pernah menyakiti Anda. Biarkan semua rasa marah, kecewa, atau sedih mengalir lewat kata-kata. Jurnal harian juga membantu memetakan kebutuhan diri dan menyadari pola yang perlu diubah.

4. Meditasi dan Visualisasi

Dengan meditasi, Anda dapat mengenali perasaan yang muncul tanpa reaksi berlebihan. Visualisasikan diri kecil Anda sedang dipeluk, dicintai, dan merasa aman—menciptakan pengalaman emosional baru yang lebih menenangkan.

5. Aktivitas Menyenangkan dan Self-Care

Luangkan waktu untuk hal-hal yang membahagiakan: membaca, mendengarkan musik, berjalan di alam, atau kembali ke hobi lama. Merawat diri secara konsisten adalah bagian penting dari penyembuhan.

6. Konsultasi dengan Profesional

Jika luka terasa terlalu dalam, jangan ragu mencari bantuan psikolog atau terapis. Dengan bimbingan profesional, proses healing bisa lebih aman dan terarah.

Mengapa Seseorang Memiliki Inner Child?

Anak-anak belum mampu sepenuhnya mengolah emosi, sehingga pengalaman tertentu bisa meninggalkan jejak mendalam. Beberapa penyebab terbentuknya luka inner child antara lain:

  • Kekerasan fisik, emosional, atau seksual

  • Kurangnya kasih sayang atau perhatian

  • Pola asuh yang penuh kritik atau minim dukungan

  • Perceraian atau konflik keluarga

  • Kehilangan orang terdekat

  • Pengalaman bullying

  • Lingkungan keluarga tidak harmonis atau penuh tekanan

  • Penyakit serius di masa kecil

  • Terpisah dari keluarga atau orang yang dipercaya

Bahaya Membiarkan Luka Inner Child

Mengabaikan luka inner child bisa berdampak serius pada kehidupan dewasa, seperti:

Baca Juga: Prabowo Akhiri Lawatan Luar Negeri dengan Catatan Diplomasi Gemilang

  • Kesulitan dalam hubungan: sulit percaya, takut ditolak, atau terjebak dalam relasi tidak sehat

  • Masalah emosional: mudah cemas, depresi, marah, atau sulit mengatur emosi

  • Perilaku merusak diri: kecanduan, makan berlebihan, atau perilaku impulsif

  • Harga diri rendah: merasa tidak cukup baik, tidak berharga, atau sulit percaya diri

  • Perfeksionisme berlebihan: menuntut diri atau orang lain secara ekstrem untuk menutupi rasa tidak aman

Inner child healing adalah perjalanan panjang, namun setiap langkah kecil menuju penyembuhan akan memberi dampak besar bagi kehidupan.

Dengan merawat luka masa lalu, Anda memberi kesempatan bagi diri sendiri untuk tumbuh lebih sehat, kuat, dan bahagia.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.