Metformin: Manfaat, Dosis, Cara Pakai, Efek Samping, dan Peringatan Lengkap

AKURAT.CO Metformin merupakan obat antidiabetes yang banyak diresepkan untuk membantu menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Dengan menjaga kadar glukosa tetap stabil, risiko komplikasi serius seperti stroke, penyakit jantung, hingga kerusakan ginjal dapat ditekan.
Obat ini bekerja dengan tiga mekanisme penting sekaligus: meningkatkan sensitivitas tubuh terhadap insulin, mengurangi produksi glukosa di hati, dan menurunkan penyerapan gula di usus. Kombinasi cara kerja tersebut membantu menurunkan kadar gula darah secara efektif dan menjadikannya pilihan utama dalam pengobatan diabetes tipe 2.
Selain untuk diabetes, metformin juga kerap digunakan pada pasien polycystic ovarian syndrome (PCOS), bahkan sebagai terapi pendukung kesuburan.
Kegunaan Metformin dalam Dunia Medis
Sebagai obat resep dari golongan biguanid, metformin memiliki beragam manfaat, di antaranya:
-
Mengontrol kadar gula darah pada diabetes tipe 2. Dengan menjaga kadar glukosa dalam batas normal, risiko komplikasi seperti penyakit jantung dan stroke dapat diminimalkan.
-
Meningkatkan sensitivitas insulin. Tubuh menjadi lebih efisien dalam memanfaatkan insulin, sehingga kadar gula darah lebih terkontrol.
-
Menurunkan berat badan dan kolesterol. Sejumlah penelitian menunjukkan metformin dapat membantu menurunkan berat badan dan kadar kolesterol LDL, serta menurunkan trigliserida.
-
Mencegah diabetes tipe 2. Menurut National Health Service (NHS), metformin dapat digunakan sebagai langkah pencegahan bagi orang dengan risiko tinggi terkena diabetes.
-
Pengobatan PCOS. Metformin terbukti membantu mengatur siklus menstruasi, meningkatkan peluang ovulasi, dan mendukung program kehamilan pada penderita PCOS.
Obat ini bahkan pernah diteliti memiliki potensi memperlambat penuaan dan menurunkan risiko kanker, meski penelitian lebih lanjut masih dibutuhkan.
Merek Dagang Metformin di Indonesia
Metformin tersedia dalam berbagai merek dagang seperti Actosmet, Adecco, Amaryl M, Benofomin, Diabit, Diafac, Janumet, Diaglifozmet XR, Eraphage, Forbetes, Galvusmet, Glikos, Glucovance, Glucophage, Gludepatic, Glumin XR, Janumet XR, Kombiglyze XR, Metformin HCl, Nevox XR, Trajenta Duo, Xigduo, dan Zipio M.
Dosis Metformin Berdasarkan Kondisi Pasien
Metformin tersedia dalam bentuk tablet biasa dan tablet lepas lambat (extended release). Dosisnya harus disesuaikan dengan usia, kondisi medis, dan respon tubuh. Berikut panduan umum penggunaannya:
1. Dewasa – Diabetes Tipe 2
-
Tablet biasa: dosis awal 500–850 mg diminum 1–3 kali sehari, dapat ditingkatkan bertahap hingga maksimal 2.550–3.000 mg per hari dalam 3 kali konsumsi.
-
Tablet lepas lambat: dosis awal 500–1.000 mg sekali sehari, dapat ditingkatkan bertahap hingga maksimal 1.500–2.000 mg per hari.
2. Dewasa – Pre-diabetes atau Obesitas
-
Tablet lepas lambat: dosis awal 500 mg sekali sehari, dapat dinaikkan bertahap hingga maksimal 1.500–2.000 mg per hari.
3. PCOS
-
Tablet biasa: dosis awal 500 mg sekali sehari, dapat dinaikkan bertahap hingga 500 mg tiga kali sehari atau 850 mg dua kali sehari.
4. Anak Usia ≥10 Tahun – Diabetes Tipe 2
-
Tablet biasa: dosis awal 500 mg 1–2 kali sehari atau 850 mg sekali sehari, dapat dinaikkan bertahap hingga maksimal 2.000 mg per hari dalam 2–3 kali konsumsi.
Jangan menambah atau mengurangi dosis tanpa arahan dokter. Jika lupa minum satu dosis, lanjutkan dengan dosis berikutnya sesuai jadwal tanpa menggandakan.
Cara Mengonsumsi Metformin dengan Benar
Metformin sebaiknya diminum bersama atau sesudah makan untuk mengurangi risiko gangguan pencernaan. Gunakan air putih untuk menelan tablet, dan jangan mengunyah atau menghancurkan tablet lepas lambat.
Konsumsilah pada jam yang sama setiap hari agar efek obat tetap optimal. Selama pengobatan, penting untuk:
-
Menjalani pola makan sehat sesuai anjuran dokter.
-
Rutin berolahraga untuk membantu menurunkan kadar gula darah.
-
Melakukan pemeriksaan kadar gula secara berkala.
Jika muncul gejala hipoglikemia seperti pusing, gemetar, keringat dingin, atau rasa lapar berlebihan, segera konsumsi makanan atau minuman manis seperti permen, madu, atau jus buah.
Peringatan Sebelum Menggunakan Metformin
Metformin tidak diperuntukkan bagi penderita diabetes tipe 1 atau ketoasidosis diabetik. Sampaikan kepada dokter jika Anda memiliki kondisi berikut:
-
Penyakit ginjal atau hati
-
Gagal jantung kongestif atau riwayat serangan jantung
-
Gangguan pernapasan berat
-
Anemia, malnutrisi, atau gangrene
-
Pankreatitis kronis
-
Kebiasaan konsumsi alkohol
Hindari penggunaan jika sedang dehidrasi, mabuk, atau mengalami infeksi berat. Informasikan juga pada dokter jika akan menjalani pemeriksaan radiologi dengan cairan kontras, karena kombinasi dengan metformin dapat meningkatkan risiko gangguan ginjal.
Untuk ibu hamil, metformin masuk kategori B menurut FDA, artinya relatif aman berdasarkan studi hewan, namun tetap harus digunakan sesuai anjuran dokter. Obat ini juga dapat terserap ke dalam ASI, sehingga ibu menyusui perlu berkonsultasi sebelum menggunakannya.
Interaksi Metformin dengan Obat Lain
Metformin dapat berinteraksi dengan berbagai obat dan meningkatkan risiko efek samping. Beberapa di antaranya:
-
Obat yang meningkatkan risiko asidosis laktat: topiramate, acetazolamide, NSAID dosis tinggi, kontras iodin.
-
Obat yang meningkatkan risiko hipoglikemia: insulin, sulfonilurea (misalnya glyburide).
-
Obat yang meningkatkan kadar gula darah: kortikosteroid, pil KB, diuretik thiazide, estradiol, phenytoin.
-
Obat yang meningkatkan efek metformin: cimetidine, dolutegravir, ranolazine, trimethoprim, rifampicin.
-
Obat yang menurunkan efektivitas antikoagulan: seperti warfarin.
Konsumsi alkohol bersama metformin juga dapat meningkatkan risiko asidosis laktat yang berbahaya.
Efek Samping Metformin
Efek samping yang umum meliputi mual, muntah, diare, perut kembung, sakit kepala, rasa logam di mulut, dan kelelahan. Meski jarang, metformin dapat memicu asidosis laktat, kondisi serius dengan gejala seperti:
-
Tubuh sangat lelah dan lemah
-
Nyeri otot hebat
-
Sulit bernapas atau sesak
-
Kantuk berlebihan
-
Detak jantung tidak teratur
Jika mengalami gejala di atas, segera cari pertolongan medis.
Penyimpanan dan Alternatif Obat
Simpan metformin di tempat kering dan sejuk dengan suhu 20–25 derajat Celsius, jauhkan dari paparan sinar matahari langsung, dan pastikan tidak dapat dijangkau anak-anak.
Untuk pasien yang tidak bisa menggunakan metformin, dokter mungkin meresepkan obat alternatif seperti glimepiride, gliclazide, sitagliptin, linagliptin, vildagliptin, empagliflozin, atau dapagliflozin.
Kesimpulan
Metformin adalah obat andalan dalam terapi diabetes tipe 2 yang telah digunakan sejak 1957 dan terbukti aman serta efektif bila digunakan sesuai aturan. Selain mengendalikan gula darah, obat ini juga memiliki manfaat tambahan untuk kesehatan metabolik, kolesterol, dan bahkan pencegahan diabetes.
Tetap konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan metformin, terutama jika memiliki kondisi medis tertentu atau sedang mengonsumsi obat lain. Untuk mendapatkan hasil optimal, kombinasikan terapi metformin dengan pola makan sehat, olahraga rutin, dan pemeriksaan kadar gula darah secara berkala.
Kalau kamu ingin mengetahui informasi kesehatan terkini atau tips mengelola diabetes, pantau terus update terbaru dari sumber kesehatan tepercaya.
Baca Juga: Ambroxol Obat Apa? Manfaat, Aturan Pakai, dan Efek Sampingnya
Baca Juga: Mefenamic Acid Obat Pereda Nyeri yang Perlu Diwaspadai Penggunaannya
FAQ Seputar Metformin
1. Apa itu metformin?
Metformin adalah obat antidiabetes yang digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Obat ini bekerja dengan meningkatkan sensitivitas insulin, menekan produksi glukosa di hati, dan mengurangi penyerapan gula di usus.
2. Apa saja manfaat metformin?
Manfaat utamanya adalah mengendalikan kadar gula darah pada penderita diabetes tipe 2. Selain itu, metformin juga dapat membantu menurunkan berat badan, memperbaiki kadar kolesterol, mencegah diabetes pada orang berisiko tinggi, dan mendukung terapi PCOS (polycystic ovarian syndrome).
3. Apakah metformin hanya untuk penderita diabetes?
Tidak. Selain diabetes tipe 2, metformin kadang diresepkan untuk pengobatan PCOS, prediabetes, dan program kesuburan tertentu atas arahan dokter.
4. Bagaimana cara minum metformin yang benar?
Metformin harus diminum sesuai resep dokter, biasanya bersama atau setelah makan, dengan air putih. Konsumsilah pada jam yang sama setiap hari dan jangan mengunyah atau menghancurkan tablet lepas lambat.
5. Berapa dosis metformin yang umum diberikan?
Dosis bervariasi tergantung usia, kondisi, dan bentuk sediaan obat. Umumnya, dosis awal untuk dewasa adalah 500–850 mg 1–3 kali sehari (tablet biasa) atau 500–1.000 mg sekali sehari (tablet lepas lambat), yang dapat ditingkatkan secara bertahap sesuai petunjuk dokter.
6. Apakah metformin aman untuk ibu hamil dan menyusui?
Metformin termasuk kategori B untuk kehamilan, artinya relatif aman berdasarkan penelitian pada hewan, tetapi penggunaannya harus sesuai anjuran dokter. Obat ini juga dapat terserap ke dalam ASI, sehingga ibu menyusui harus berkonsultasi sebelum menggunakannya.
7. Apa saja efek samping metformin?
Efek samping yang umum meliputi mual, muntah, diare, sakit perut, kelelahan, dan rasa logam di mulut. Efek serius yang jarang terjadi adalah asidosis laktat, dengan gejala seperti nyeri otot, sesak napas, kantuk berlebihan, dan detak jantung tidak teratur.
8. Bisakah metformin menyebabkan hipoglikemia (gula darah rendah)?
Metformin jarang menyebabkan hipoglikemia jika digunakan sendiri. Namun, risiko bisa meningkat bila dikombinasikan dengan insulin atau obat diabetes lain.
9. Obat atau zat apa yang dapat berinteraksi dengan metformin?
Beberapa obat seperti insulin, sulfonilurea, kortikosteroid, NSAID dosis tinggi, dan kontras iodin dapat meningkatkan risiko efek samping atau memengaruhi kinerja metformin. Alkohol juga sebaiknya dihindari karena dapat meningkatkan risiko asidosis laktat.
10. Kapan harus berhenti atau segera ke dokter saat minum metformin?
Segera hubungi dokter jika muncul gejala asidosis laktat (nyeri otot berat, napas cepat, tubuh lemas, kantuk ekstrem) atau reaksi alergi obat. Jangan menghentikan metformin tanpa arahan medis.
11. Apakah ada alternatif obat selain metformin?
Ya, beberapa alternatif yang mungkin diresepkan dokter antara lain glimepiride, gliclazide, sitagliptin, linagliptin, empagliflozin, dapagliflozin, dan vildagliptin. Pemilihan obat pengganti disesuaikan dengan kondisi kesehatan pasien.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









