Akurat

Kenapa Kucing Suka Tidur Lama? Ini Penjelasan Ilmiahnya

Eko Krisyanto | 18 September 2025, 05:50 WIB
Kenapa Kucing Suka Tidur Lama? Ini Penjelasan Ilmiahnya

AKURAT.CO Kucing termasuk hewan yang dikenal sering tidur dalam jangka waktu lama. Kebiasaan ini merupakan bagian dari perilaku alami kucing yang dipengaruhi oleh insting, energi dan kebutuhan biologis mereka.

Rata-rata, kucing menghabiskan 12 hingga 16 jam per hari untuk tidur, bahkan ada yang bisa mencapai 20 jam dalam kondisi tertentu.

Lalu, apa sebenarnya alasan di balik kebiasaan tidur lama ini?

Artikel ini akan membahas penyebab kucing tidur dalam waktu yang lama dan kapan tidur lama pada kucing merupakan perilaku normal atau justru perlu diwaspadai sebagai tanda masalah kesehatan.

Faktor Penyebab Kucing Tidur Lama

Kebiasaan tidur lama pada kucing bukan karena sekadar santai atau sifat malas, tetapi ada berbagai faktor yang memengaruhi perilaku ini. Berikut beberapa penyebab umumnya:

1. Pola dan Siklus Tidur

Kucing memiliki pola tidur yang berbeda dengan manusia. Mereka cenderung tidur dalam periode singkat tetapi sering. Fase tidur kucing terbagi menjadi tidur ringan dan tidur nyenyak. Saat tidur ringan, kucing mungkin tampak terlelap, namun indera mereka tetap waspada terhadap lingkungan sekitar. Sementara fase tidur nyenyak ditandai dengan postur tubuh yang rileks, telinga yang tenang, serta gerakan kecil pada kaki atau cakar.

2. Mengembalikan Energi

Sebagai predator alami, kucing menghabiskan banyak energi untuk aktivitas seperti berburu atau bermain. Meski kucing rumahan jarang berburu, insting ini tetap ada. Tidur membantu mereka memulihkan energi sehingga siap untuk bergerak aktif lagi. Aktivitas seperti memanjat, mengejar mainan, atau bermain dengan kucing lain membuat istirahat panjang menjadi kebutuhan biologis.

3. Hewan Nokturnal

Kucing tergolong hewan nokturnal, artinya mereka lebih aktif pada malam hari dan tidur lebih banyak di siang hari. Hal ini adalah perilaku alami yang diwarisi dari nenek moyang mereka sebagai pemburu malam.

4. Regulasi Suhu Tubuh

Tidur berfungsi untuk membantu kucing mengatur suhu tubuh. Pada cuaca panas, kucing cenderung beristirahat lebih lama untuk menghindari kepanasan. Sebaliknya, mereka lebih aktif saat suhu lebih sejuk atau dingin, misalnya di malam hari.

5. Faktor Usia

Durasi tidur kucing dipengaruhi oleh usia. Anak kucing dewasa biasanya tidur kurang dari 15 jam. Sementara kucing yang lebih tua biasanya tidur lebih dari 20 jam, karena metabolisme melambat dan energi mereka yang cepat habis. Selain itu, anak kucing juga tidur lebih banyak sebagai bagian dari proses pertumbuhan dan perkembangan tubuh.

6. Rasa Aman dan Nyaman

Kucing cenderung memilih tempat tidur yang hangat, lembut, dan aman dari gangguan. Perasaan nyaman dan aman membuat mereka lebih sering beristirahat.

7. Pemulihan dari Cedera

Kucing yang mengalami cedera, baik otot tegang, ligamen robek, atau infeksi pada luka, cenderung beristirahat lebih lama. Tidur membantu tubuh memulihkan diri dan memperkuat sistem imun. Jika cedera berkembang menjadi nyeri sendi atau arthritis, tidur panjang akan menjadi mekanisme adaptasi untuk mengurangi rasa tidak nyaman.

Baca Juga: Kenapa Kucing Suka Mendengkur di depan Majikannya?

Kapan Tidur Lama pada Kucing Perlu Diwaspadai?

Kebiasaan tidur lama merupakan hal wajar bagi kucing. Namun, ada kalanya durasi tidur yang terlalu lama menjadi tanda bahwa kucing sedang menghadapi masalah tertentu. Beberapa kondisi yang membuat durasi tidur kucing perlu diwaspadai:

1. Kebosanan atau Kurangnya Stimulasi

Jika tidak ada aktivitas yang menarik, kucing bisa tidur lebih lama akibat bosan. Selain tidur, kebosanan juga bisa memicu perilaku lain, seperti mengeong terus-menerus atau mencari perhatian.

2. Stres atau Ketakutan

Kucing yang merasa stres atau takut bisa mengubah pola tidurnya. Tidur menjadi salah satu cara mereka menghadapi stres, sementara perilaku lain seperti bersembunyi atau menghindari interaksi juga mungkin muncul.

3. Masalah Kesehatan

Tidur berlebihan bisa menjadi tanda adanya gangguan kesehatan pada kucing. Beberapa kondisi yang bisa menyebabkan kucing sering tidur antara lain penyakit ginjal, diabetes, hipertiroidisme, masalah jantung, gangguan liver, kanker, cedera, atau arthritis.

Gangguan pendengaran juga dapat membuat kucing tidur lebih lama karena mereka tidak mudah terganggu oleh suara di sekitarnya.

Baca Juga: 5 Alasan Umum Mengapa Kucing Tak Mau Makan dan Cara Mengatasinya

Perhatian Penting Saat Kucing Tidur Lama

Meskipun tidur panjang adalah bagian alami dari kehidupan kucing, tetapi tidak semua tidur lama selalu normal. Sebagai pemilik, penting untuk memperhatikan pola tidur kucing dan mengambil langkah-langkah yang tepat, di antaranya:

1. Periksa Kesehatan Secara Menyeluruh

Perubahan pola tidur yang drastis bisa menjadi tanda masalah kesehatan. Segera bawa kucing ke dokter hewan untuk pemeriksaan lengkap, terutama jika tidur berlebihan disertai gejala lain seperti lesu, penurunan nafsu makan, atau penurunan berat badan.

2. Tingkatkan Aktivitas Fisik

Pastikan kucing mendapatkan cukup gerakan setiap hari. Misalnya bermain rutin, seperti mengejar bola atau mainan interaktif, membantu mengurangi waktu tidur berlebihan sekaligus menjaga kebugarannya.

3. Sediakan Mainan Menarik

Mainan dengan berbagai tekstur, suara, atau bulu dapat menjaga kucing tetap aktif dan terhibur. Aktivitas ini merangsang tubuh dan otaknya sehingga waktu tidur menjadi lebih seimbang.

4. Atur Pola Makan dan Nutrisi

Makanan dengan nutrisi seimbang dapat meningkatkan energi kucing dan memengaruhi pola tidurnya. Selain itu, memberi makan secara teratur pada jam yang sama juga membantu tubuh kucing menyesuaikan ritme aktivitas dan istirahat.

5. Kurangi Sumber Stres

Kucing yang stres atau cemas cenderung tidur lebih lama. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui sumber atau penyebab stres dan usahakan untuk mengatasinya.

Tidur dengan durasi yang lama bisa menjadi perilaku normal selama kondisi kesehatan kucing baik dan tidak ada gejala mengkhawatirkan.

Baca Juga: 5 Kucing Terkecil di Dunia, Nomor 3 Bikin Gemas Banget!

Namun, jika kucing menunjukkan perubahan pola tidur yang drastis atau disertai gejala lain, seperti lesu, kurang nafsu makan, atau penurunan berat badan, bisa menjadi tanda adanya masalah kesehatan. Karena itu, konsultasikan lebih lanjut dengan dokter hewan untuk pemeriksaan secara profesional.

Laporan: Lilis Anggraeni/magang

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK