Akurat

Cek Fakta: Obat Cacing dan Vaksin Disebut Sebarkan Virus Baru

Idham Nur Indrajaya | 14 September 2025, 14:39 WIB
Cek Fakta: Obat Cacing dan Vaksin Disebut Sebarkan Virus Baru

 

AKURAT.CO Belum lama ini, sebuah cuplikan video di TikTok ramai beredar dengan narasi yang cukup mengkhawatirkan. Video tersebut menolak program Kementerian Kesehatan (Kemenkes), khususnya terkait pembagian obat cacing, imunisasi, dan vaksin. Tidak hanya menolak, narasi dalam video itu bahkan menyebut program tersebut sebagai bagian dari “misi global” untuk menyebarkan virus baru.

Klaim ini langsung menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Beberapa orang menjadi ragu menerima program kesehatan dari pemerintah, terutama vaksinasi yang sudah menjadi bagian penting dari upaya pencegahan penyakit menular.

Namun, benarkah klaim tersebut?


Klarifikasi Resmi: Informasi Itu Tidak Benar

Dilansir dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), informasi yang beredar di TikTok tersebut dipastikan tidak benar. Tim Cek Fakta Komdigi telah melakukan penelusuran pada Sabtu, 13 September 2025, dan menemukan bahwa tuduhan dalam video itu tidak memiliki dasar ilmiah.

“Tidak ada bukti ilmiah maupun penelitian medis yang mendukung tuduhan tersebut,” tulis pernyataan resmi Komdigi.


Fakta Ilmiah tentang Obat Cacing dan Vaksin

Hasil penelusuran menyebutkan bahwa obat cacing dan vaksin yang digunakan dalam program kesehatan pemerintah telah melalui uji keamanan yang ketat sebelum diedarkan. Proses ini mencakup uji laboratorium, uji klinis, serta evaluasi dari otoritas kesehatan nasional maupun internasional.

Obat cacing, misalnya, telah digunakan selama puluhan tahun sebagai upaya mencegah infeksi cacing usus yang bisa mengganggu tumbuh kembang anak. Sementara vaksin, baik untuk anak-anak maupun orang dewasa, berperan penting dalam melindungi masyarakat dari penyakit menular seperti polio, campak, hingga influenza.

Tidak hanya di Indonesia, keamanan vaksin juga menjadi perhatian global. Sebuah laporan internasional, Comparative Effectiveness Review tahun 2021 dari AHRQ di Amerika Serikat, menyimpulkan bahwa tidak ada bukti vaksin rutin menimbulkan risiko efek samping serius baik pada anak-anak maupun orang dewasa.

Dengan kata lain, klaim bahwa vaksin atau obat cacing digunakan untuk menyebarkan virus baru adalah murni hoaks yang tidak berdasar.


Kenapa Informasi Hoaks Mudah Menyebar?

Fenomena ini menunjukkan betapa cepatnya hoaks menyebar di era digital. Konten video singkat di platform seperti TikTok sering kali lebih mudah menarik perhatian ketimbang penjelasan panjang berbasis data.

Sayangnya, informasi menyesatkan yang dikemas dengan narasi emosional bisa memengaruhi persepsi masyarakat. Inilah alasan pentingnya literasi digital: agar masyarakat mampu membedakan antara fakta dan disinformasi.


Kesimpulan

Klaim yang menyebutkan program obat cacing, imunisasi, dan vaksin dari Kemenkes adalah bagian dari misi global untuk menyebarkan virus baru adalah tidak benar. Faktanya, program kesehatan tersebut aman, sudah melalui berbagai uji klinis, serta terbukti bermanfaat bagi masyarakat luas.

Jangan mudah terpengaruh dengan video atau narasi tanpa dasar yang beredar di media sosial. Jika menemukan informasi meragukan, selalu cek sumber resminya.


Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Sri Mulyani Klaim Rakyat Tak Bisa Hidup Tanpa DPR?

Baca Juga: Cek Fakta: Benarkah Nepal Berhasil Gulingkan DPR?

FAQ

1. Apakah benar obat cacing dan vaksin bisa menyebarkan virus baru?
Tidak benar. Klaim tersebut adalah hoaks. Baik obat cacing maupun vaksin sudah melalui uji keamanan ketat sebelum digunakan secara luas.

2. Siapa yang mengklarifikasi hoaks ini?
Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) melalui Tim Cek Fakta resmi menyatakan bahwa informasi tersebut tidak benar setelah melakukan penelusuran pada 13 September 2025.

3. Apakah ada bukti ilmiah yang mendukung tuduhan tersebut?
Tidak ada. Hingga kini, tidak ditemukan bukti ilmiah maupun penelitian medis yang menyebut obat cacing atau vaksin dapat menyebarkan virus baru.

4. Bagaimana keamanan vaksin menurut penelitian internasional?
Menurut Comparative Effectiveness Review 2021 dari AHRQ di Amerika Serikat, tidak ada bukti vaksin rutin menimbulkan risiko efek samping serius pada anak-anak maupun orang dewasa.

5. Mengapa masyarakat harus tetap percaya pada program imunisasi dan vaksin?
Karena imunisasi dan vaksin terbukti melindungi masyarakat dari penyakit menular, sudah digunakan secara global, dan diawasi oleh otoritas kesehatan nasional serta internasional.

6. Apa yang harus dilakukan jika menemukan informasi serupa di media sosial?
Segera lakukan cek fakta dengan mengacu pada sumber resmi, seperti Kemenkes atau Kemkomdigi, sebelum mempercayai atau menyebarkan informasi tersebut.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.