Akurat

Kenali Lebih Dekat Fenomena Cuaca Panas yang Sering Terjadi

Eko Krisyanto | 21 Agustus 2025, 08:25 WIB
Kenali Lebih Dekat Fenomena Cuaca Panas yang Sering Terjadi

AKURAT.CO Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana cuaca bisa panas hingga terasa menyengat di kulit? Kondisi ini sering kali memicu berbagai keluhan dan masalah kesehatan.

Cuaca panas ekstrem bukanlah fenomena kebetulan, melainkan hasil dari berbagai faktor yang saling berkaitan, baik dari alam maupun aktivitas manusia.

Memahami penyebabnya menjadi langkah awal untuk bisa beradaptasi dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat.

Baca Juga: Pemerintah Siapkan Modifikasi Cuaca Antisipasi Potensi Bencana dan Banjir

Penyebab Cuaca Panas Ekstrem yang Perlu Diketahui

Banyak orang mengira cuaca panas hanya dipengaruhi oleh musim. Padahal, ada beberapa penyebab yang membuat suhu udara naik secara signifikan.

Berikut adalah beberapa faktor utama yang berkontribusi terhadap bagaimana cuaca bisa panas dan terasa ekstrem:

1. Pemanasan Global dan Efek Rumah Kaca

Ini adalah penyebab utama. Gas-gas rumah kaca seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄) dan dinitrogen oksida (N₂O) memerangkap panas Matahari di atmosfer Bumi.

Baca Juga: Korea Selatan Wajibkan Pekerja Istirahat 20 Menit Saat Cuaca Panas, Sinyal Darurat Iklim Global?

Gas-gas ini berasal dari pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, pertanian, dan aktivitas industri.

Akibatnya, suhu rata-rata permukaan Bumi terus meningkat dari waktu ke waktu, menyebabkan gelombang panas yang lebih sering dan intens.

2. Polusi Udara

Polutan seperti ozon di permukaan tanah (ozon troposferik) dan partikel aerosol tertentu dapat memengaruhi suhu udara.

Baca Juga: Mempengaruhi Kehidupan Manusia, BRIN Tegaskan Pentingnya Pantauan Cuaca Luar Angkasa

Ozon troposferik, yang berasal dari emisi kendaraan bermotor dan pabrik, berperan dalam memerangkap panas.

Beberapa aerosol, seperti karbon hitam, juga menyerap panas dan berkontribusi pada pemanasan lokal, terutama di daerah perkotaan yang padat.

3. Perubahan Penggunaan Lahan

Pembangunan perkotaan yang masif (urbanisasi) menggantikan area hijau seperti hutan dan persawahan dengan bangunan beton dan aspal.

Baca Juga: Modifikasi Cuaca Belum Diperlukan, Pramono: Banjir Jakarta Bukan karena Hujan

Permukaan ini menyerap dan menyimpan panas lebih banyak dibandingkan vegetasi alami, menciptakan fenomena yang dikenal sebagai efek "pulau panas" perkotaan.

Akibatnya, suhu di kota-kota besar bisa beberapa derajat lebih tinggi dibandingkan daerah sekitarnya.

4. El Nino

El Nino adalah fenomena iklim alami yang terjadi ketika suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur menjadi lebih hangat dari biasanya.

Baca Juga: Kemarau Diprediksi Lebih Pendek, Jakarta Siaga Total Antisipasi Cuaca Ekstrem

Hal ini dapat mengubah pola cuaca global dan memicu cuaca panas ekstrem serta kekeringan di beberapa wilayah, termasuk Asia Tenggara.

5. Aktivitas Gunung Berapi

Erupsi gunung berapi melepaskan sejumlah besar gas dan partikel ke atmosfer.

Meskipun beberapa partikel seperti abu vulkanik dapat memantulkan sinar Matahari dan menyebabkan pendinginan sementara, gas seperti karbon dioksida dan uap air juga dilepaskan dan dapat berkontribusi pada efek rumah kaca dalam jangka panjang, namun dampaknya lebih kecil dibandingkan emisi manusia.

Baca Juga: Mengenal Jenis-jenis Awan: Bahasa Langit yang Mengisyaratkan Cuaca

Dampak dari Cuaca Panas Ekstrem

Cuaca panas yang ekstrem tidak hanya membuat tidak nyaman tetapi juga memiliki dampak serius bagi kesehatan dan lingkungan. Dampak ini perlu diperhatikan karena dapat memicu berbagai masalah baru.

Dampak bagi Kesehatan Manusia

Suhu tubuh yang terlalu tinggi dapat menyebabkan heatstroke yang berbahaya. Dehidrasi juga menjadi risiko besar karena tubuh kehilangan banyak cairan melalui keringat.

Kualitas udara yang buruk akibat polusi ditambah suhu panas dapat memperburuk kondisi penderita asma dan penyakit pernapasan lainnya.

Baca Juga: Cuaca Panas dan Kepadatan Jemaah Picu Lonjakan Kasus ISPA pada Jemaah Haji 2025

Dampak bagi Lingkungan

Cuaca panas dapat menyebabkan kekeringan yang berkepanjangan, merusak lahan pertanian dan meningkatkan risiko kebakaran hutan.

Ekosistem laut juga terancam oleh pemanasan air laut yang dapat menyebabkan pemutihan karang.

Untuk mengurangi dampak cuaca panas, kita bisa memulai dari hal-hal kecil seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, menanam lebih banyak pohon dan menghemat energi.

Baca Juga: Mengenal Penyebab Fenomena Cuaca Ekstrem, Apa Dampaknya?

Langkah-langkah kolektif ini penting untuk menekan laju pemanasan global dan menjaga keberlangsungan lingkungan kita.

Dengan memahami penyebab cuaca panas, kita bisa mengambil langkah nyata untuk masa depan yang lebih baik.

Laporan: Dwi Arya Rahmansyah Ramadhan/magang

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK