Akurat

Waspadai Atap Asbes, Ini Cara Aman dan Sehat Menghindari Bahayanya

Leo Farhan | 22 Juli 2025, 23:20 WIB
Waspadai Atap Asbes, Ini Cara Aman dan Sehat Menghindari Bahayanya

 

AKURAT.CO Atap asbes masih banyak digunakan di berbagai rumah dan bangunan lama di Indonesia karena harganya yang murah dan sifatnya yang tahan lama. Namun, penelitian medis telah membuktikan bahwa paparan serat asbes dalam jangka panjang berisiko tinggi menimbulkan penyakit serius, termasuk kanker paru-paru, mesothelioma, dan asbestosis.

Asbes dikategorikan sebagai bahan berbahaya dan beracun (B3) oleh Badan Kesehatan Dunia (WHO) serta Kementerian Kesehatan RI. Bahayanya muncul ketika lembaran asbes rusak, pecah, atau lapuk, sehingga melepaskan serat mikroskopis yang bisa terhirup dan menetap di paru-paru.

Lantas, bagaimana cara aman dan sehat menghindari bahaya atap asbes?

1. Hindari Kerusakan dan Debu Asbes

Langkah pertama adalah mencegah atap asbes pecah atau berlubang. Hindari mengebor, memotong, atau memukul lembaran asbes secara sembarangan. Menyapu kering atau membersihkan dengan air tekanan tinggi juga tidak disarankan, karena dapat menyebarkan debu halus ke udara.

Alih-alih, gunakan kain lembap untuk membersihkan area yang berdebu. Masyarakat juga dianjurkan untuk mengecat ulang atap asbes dengan pelapis khusus guna mengurangi pelepasan serat.

2. Pasang Plafon atau Penyekat Sementara

Jika atap asbes belum bisa diganti, ada baiknya menambahkan lapisan plafon sebagai penyekat. Selain meredam panas, plafon juga mencegah jatuhnya serpihan debu ke ruang hunian. Solusi sementara lain seperti plastik tebal atau terpal dapat digunakan untuk keperluan darurat.

3. Bongkar dengan Standar Keamanan

Bila ingin mengganti atap asbes, proses pembongkaran harus mengikuti prosedur ketat. Gunakan masker N95 atau P2, semprotkan air ke permukaan asbes sebelum dibongkar, dan pastikan lembaran tidak pecah saat diangkat.

4. Ganti dengan Material Sehat

Beberapa alternatif aman pengganti asbes antara lain seng gelombang, spandek, genteng metal, hingga atap bitumen seperti onduline. Meski membutuhkan penyesuaian anggaran, bahan-bahan tersebut lebih aman dan tidak menghasilkan debu berbahaya.

5. Edukasi Masyarakat dan Tukang Bangunan

Penting untuk memberikan edukasi kepada masyarakat dan pekerja konstruksi soal bahaya asbes dan tata cara penanganannya. Banyak tukang di lapangan yang belum memahami bahwa asbes bukan material biasa.

Langkah paling aman adalah mengganti atap asbes secepat mungkin. Namun, jika belum memungkinkan, upaya pencegahan dan perlindungan tetap harus dilakukan agar keluarga terhindar dari paparan senyawa beracun yang tak kasatmata.

 

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.