4 Sayuran Lokal dan Murah Ini Ternyata Punya Potensi Antikanker

AKURAT.CO Sejumlah penelitian mengungkap bahwa beberapa sayuran yang kerap hadir di dapur masyarakat Indonesia memiliki senyawa bioaktif yang berpotensi mencegah bahkan melawan pertumbuhan sel kanker.
Empat di antaranya adalah daun singkong, kacang panjang, kol, dan brokoli. Meski mudah ditemukan di pasar tradisional dan tergolong murah, kandungan nutrisi dalam sayuran ini tidak kalah dengan superfood impor.
Mengutip berbagai sumber, berikut ulasannya:
1. Daun Singkong: Kaya Antioksidan dan Flavonoid
Daun singkong (Manihot esculenta) mengandung flavonoid, polifenol, saponin, dan vitamin C, senyawa antioksidan yang berfungsi menetralkan radikal bebas penyebab kerusakan DNA. Dalam dosis tepat dan setelah dimasak untuk menghilangkan senyawa sianogenik, daun ini juga disebut-sebut dapat mendukung proses apoptosis atau kematian sel kanker secara alami.
2. Kacang Panjang: Lawan Mutasi DNA
Kacang panjang (Vigna unguiculata) memiliki kandungan quercetin dan kaempferol, flavonoid yang telah diteliti mampu menghambat pertumbuhan berbagai jenis sel kanker, termasuk payudara dan prostat. Senyawa ini juga bersifat antiinflamasi, yang membantu mengurangi risiko peradangan kronis, faktor risiko kanker jangka panjang.
3. Kol: Glukosinolat dan Indole-3-Carbinol
Kol, baik putih maupun ungu, merupakan anggota keluarga cruciferous yang kaya glukosinolat. Senyawa ini akan diubah tubuh menjadi isothiocyanate dan indole-3-carbinol, yang secara ilmiah terbukti dapat menghambat pertumbuhan sel kanker serta membantu detoksifikasi karsinogen. Dalam studi praklinis, indole-3-carbinol juga disebut memengaruhi metabolisme estrogen yang berkaitan erat dengan kanker payudara dan rahim.
4. Brokoli: Sulforaphane, Senyawa Antikanker Andal
Brokoli dikenal sebagai salah satu sumber sulforaphane terbaik, senyawa bioaktif yang mampu menghambat pertumbuhan berbagai sel kanker, termasuk usus besar, prostat, dan payudara.
Studi dari Johns Hopkins University menunjukkan bahwa sulforaphane mampu mengaktifkan enzim pelindung di dalam tubuh dan menonaktifkan enzim pemicu karsinogen. Brokoli muda (broccoli sprouts) bahkan mengandung senyawa ini dalam konsentrasi hingga 100 kali lipat dibanding brokoli dewasa.
Para ahli menyarankan konsumsi sayuran ini secara rutin dalam pola makan harian. Namun, cara pengolahannya perlu diperhatikan.
Terlalu lama dimasak dapat merusak senyawa aktif seperti sulforaphane dan flavonoid. Mengukus sebentar atau menyantapnya dalam bentuk segar yang aman bisa jadi pilihan terbaik.
Mengingat beban ekonomi dan biaya pengobatan kanker yang mahal, menjadikan sayuran lokal ini sebagai bagian dari gaya hidup sehat bisa menjadi langkah pencegahan sederhana, murah, dan ilmiah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









