Akurat

Mengenal Omeprazole: Obat Asam Lambung yang Wajib Kamu Tahu!

Ratu Tiara | 2 Juli 2025, 21:33 WIB
Mengenal Omeprazole: Obat Asam Lambung yang Wajib Kamu Tahu!

AKURAT.CO Omeprazole adalah obat yang termasuk dalam golongan Proton Pump Inhibitor (PPI), yaitu jenis obat yang berfungsi untuk mengurangi produksi asam di lambung.

Cara kerja omeprazole adalah dengan menghambat aktivitas enzim pompa proton di sel-sel lambung, yang merupakan komponen utama dalam proses pembentukan asam lambung.

Baca Juga: 7 Pengobatan Efektif untuk Mengurangi Asam Lambung, Coba Sekarang

Obat ini biasanya diresepkan oleh dokter untuk mengatasi berbagai gangguan terkait asam lambung berlebih, seperti heartburn (rasa panas di dada), refluks asam lambung (GERD), sulit menelan, batuk kronis akibat iritasi lambung, tukak lambung, serta kondisi asam lambung naik ke kerongkongan.

Omeprazole mulai bekerja sekitar 1 hingga 2 jam setelah diminum, dan efek penghambatan asam lambungnya dapat bertahan cukup lama, hingga 72 jam di dalam tubuh. Karena itu, obat ini umumnya cukup dikonsumsi sekali sehari, idealnya sebelum makan pagi, agar efektivitasnya maksimal.

Meskipun ampuh, penggunaan Omeprazole tetap perlu pengawasan medis, terutama jika digunakan dalam jangka panjang. Pasalnya, pemakaian berkepanjangan dapat memengaruhi penyerapan vitamin dan mineral tertentu, seperti vitamin B12 atau magnesium.

Dosis Penggunaan Omeprazole Berdasarkan Jenis Penyakit

Menurut BPOM (Badan Pengawas Obat dan Makanan Indonesia), omeprazole termasuk dalam kategori obat keras, sehingga penggunaannya harus sesuai dengan resep dokter dan pengawasan medis yang tepat.

Dosis omeprazole bisa berbeda tergantung pada jenis gangguan pencernaan atau kondisi medis yang dialami pasien.

1. GERD (Gastroesophageal Reflux Disease)

  • Dosis awal: 20 mg sekali sehari
    (Bisa ditingkatkan oleh dokter hingga 40 mg sekali sehari bila diperlukan)

  • Dosis pemeliharaan: 10 mg sekali sehari
    (Dapat ditingkatkan ke 20–40 mg sesuai respons pasien)

2. Tukak Lambung (Ulkus Peptikum)

  • Dosis awal: 20–40 mg sekali sehari

  • Dosis pemeliharaan: 10–20 mg sekali sehari
    (Dokter dapat meningkatkan hingga 40 mg jika dibutuhkan)

3. Infeksi Bakteri Helicobacter pylori

  • Dosis awal: 20 mg dua kali sehari
    (Harus dikombinasikan dengan antibiotik seperti amoksisilin atau klaritromisin)

  • Dosis pemeliharaan: 40 mg sekali sehari
    (Tetap dalam kombinasi terapi dengan antibiotik)

4. Tukak Lambung akibat Penggunaan Obat NSAID

  • Dosis awal dan pemeliharaan: 20 mg sekali sehari

5. Sindrom Zollinger-Ellison (kondisi langka yang menyebabkan lambung memproduksi asam berlebih)

  • Dosis awal: 60 mg per hari

  • Dosis pemeliharaan: 20–120 mg per hari
    (Dosis dapat dibagi dan disesuaikan tergantung pada respons pasien terhadap pengobatan)

Baca Juga: Tips Mencegah Asam Lambung Tidak Naik Saat Puasa

Efek Samping Omeprazole

Meskipun umumnya aman dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan, omeprazole tetap dapat menimbulkan efek samping pada beberapa orang, terutama di awal penggunaan. Efek samping ini bisa ringan dan sementara, namun ada juga yang memerlukan perhatian medis lebih lanjut.

1. Sakit Kepala

Sakit kepala sering terjadi pada minggu pertama penggunaan omeprazole. Biasanya bersifat ringan dan akan membaik seiring waktu. Jika sakit kepala memburuk atau menetap, segera konsultasikan ke dokter.

2. Tidak Enak Badan

Beberapa orang merasa tidak nyaman setelah mengonsumsi omeprazole, seperti badan lemas atau kurang bertenaga. Konsumsilah obat ini setelah makan dan hindari makanan pedas atau asam untuk mengurangi ketidaknyamanan.

3. Mual, Muntah, atau Diare

Efek ini bisa muncul sebagai reaksi tubuh terhadap perubahan pencernaan. Perbanyak minum air putih untuk mencegah dehidrasi. Hindari mengonsumsi obat lain tanpa arahan dokter hingga kondisi membaik.

4. Perut Kembung atau Bergas

Omeprazole dapat menyebabkan produksi gas berlebih di perut, sehingga menimbulkan rasa begah atau sering buang angin. Hindari makanan pemicu gas seperti kacang-kacangan, kol, dan bawang. Makan dalam porsi kecil namun sering dan lakukan olahraga ringan secara rutin.

5. Ruam Kulit dan Gatal

Pada beberapa kasus, omeprazole dapat memicu reaksi alergi ringan seperti munculnya ruam atau rasa gatal di kulit. Jika ruam disertai sesak napas, bengkak di wajah, atau reaksi parah lainnya, hentikan penggunaan dan segera cari bantuan medis.

Nadia Nur Anggraini (Magang) 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R