Akurat

Dari Nol hingga Ratusan Nutrition Club, Simak Strategi Sukses Pasangan Pengusaha Surabaya dalam Bisnis Herbalife

Wahyu SK | 17 Juni 2025, 19:24 WIB
Dari Nol hingga Ratusan Nutrition Club, Simak Strategi Sukses Pasangan Pengusaha Surabaya dalam Bisnis Herbalife

AKURAT.CO Pada tahun 2003, Pengky Irawan, lulusan sekolah menengah kejuruan (STM) listrik asal Surabaya, mengambil keputusan penting dalam hidupnya. Dia memulai bisnis penjualan produk nutrisi Herbalife.

Langkah bergabung dengan bisnis Herbalife menjadi titik balik, yang tidak hanya mengubah kehidupan Pengky dan istrinya tetapi juga memberikan dampak positif bagi ribuan orang lainnya.
 
Sebelum menjadi pengusaha dalam bisnis Herbalife, Pengky bekerja keras sebagai penjual kerupuk sekaligus penjaga gereja dengan penghasilan Rp750.000.

Didukung oleh keinginan untuk meningkatkan kesejahteraan dan mencapai stabilitas keuangan yang lebih baik, Pengky dan istrinya memilih Herbalife sebagai jalan untuk mengubah hidup mereka.

Baca Juga: Jadi Favorit Konsumen, Produk F1 Shake Mix Café Latte dari Herbalife Raih Penghargaan Terbaik
 
Strategi Awal Penuhi Kebutuhan Pelanggan

Dalam membangun bisnis Herbalife, pasangan tersebut menekankan pentingnya pendekatan personal.

Alih-alih sekadar menawarkan produk, Pengky dan istrinya memilih untuk berdialog langsung guna memahami kebutuhan pelanggan.
 
"Saya tidak pernah langsung menjual. Saya mulai dengan pertanyaan, apakah Anda ingin memperbaiki kesejahteraan Anda atau tetap seperti ini," kata Pengky, melalui keterangan yang diterima di Jakarta, Selasa (17/6/2025).

Strategi ini menunjukkan bahwa keberhasilan penjualan tidak selalu bergantung pada harga atau promosi, melainkan pada kemampuan menghubungkan produk dengan solusi yang dibutuhkan pelanggan.

Baca Juga: Kampanye Kesehatan Herbalife untuk Memberdayakan Keluarga Indonesia

Pengky meyakini bahwa menjembatani kebutuhan konsumen dengan produk Herbalife yang berkualitas dan berbasis sains akan menjadi keunggulan bisnis baginya.
 
Selain pendekatan emosional ini, mereka juga menawarkan jaminan uang kembali sesuai dengan Herbalife Gold Standard.

Hal ini membedakan mereka di tengah pasar yang penuh skeptisisme terhadap suplemen kesehatan.

Pelanggan merasa percaya diri untuk mencoba produk karena risiko keuangan mereka telah dipertimbangkan dengan matang. Akibatnya, kepercayaan dan loyalitas pelanggan pun meningkat.

Baca Juga: Gandeng Berbagai Mitra, Herbalife Ikut Kontribusi Perangi Malnutrisi di Indonesia
 
Senjata Utama dan Sistem Terstruktur

Pengky mengasah keterampilan komunikasinya melalui program pelatihan Herbalife yang komprehensif. Dibimbing oleh lebih dari 200 pakar internasional terkemuka, termasuk dokter, pelatih, ahli gizi serta anggota dewan penasihat yang ahli di bidang nutrisi, kebugaran dan kesehatan masyarakat.

Para profesional ini mendorong riset dan inovasi, memastikan produk Herbalife memenuhi standar yang ketat.

Selain juga Pengky secara mandiri mempelajari buku panduan penjualan untuk meningkatkan kemampuannya dalam menjelaskan manfaat produk secara jelas dan persuasif, yang menjadi faktor penting dalam kesuksesannya.
 
Komunikasi juga sangat penting dalam membangun jaringan dan hubungan dengan mitra bisnis. Dalam pemasaran jaringan, membina hubungan jangka panjang menjadi kunci pertumbuhan.

Baca Juga: Mengenal Herbalife Nutrition, Produk Nutrisi yang Berdiri Sejak 1980
 
Seiring berkembangnya bisnis, Pengky dan istrinya menyadari perlunya sistem yang dapat berkembang.

Mereka membuka Nutrition Club, yang berfungsi sebagai pusat komunitas di mana pelanggan tidak hanya membeli produk, tetapi juga mendapatkan edukasi dan motivasi untuk menjalani hidup lebih sehat.

Banyak peserta klub yang berbagi kisah pribadi tentang upaya menuju hidup sehat, seperti tantangan dalam mengelola berat badan atau kurang energi, melalui produk Herbalife dan lingkungan suportif di Nutrition Club.

Klub ini menjadi wadah untuk keterlibatan pelanggan sekaligus pengembangan calon mitra, membangun rasa kebersamaan dan tujuan bersama.

Baca Juga: Herbalife Nutrition Angkat Anggota Dewan Penasihat Nutrisi Pertama di Indonesia
 
Elemen kunci dari sistem sukses mereka meliputi:

1. Pembagian tugas efektif. Pengky bertanggung jawab atas strategi dan pelatihan, sementara istrinya menangani interaksi personal, terutama karena sebagian besar anggota adalah perempuan.

2. Pelatihan bertingkat. Mereka mengembangkan program pelatihan untuk semua level, dari pemula hingga lanjutan, sehingga anggota yang berminat dapat menjadi pengusaha mandiri dan produktif.

3. Kegiatan rutin. Pelatihan mingguan, pertemuan bulanan dan pertemuan motivasi menjadi agenda wajib untuk menjaga semangat komunitas.
 
Sistem ini memungkinkan bisnis mereka tumbuh pesat tanpa mengorbankan kualitas.

Hingga saat ini, mereka telah membantu komunitas dalam mengembangkan lebih dari 400 Nutrition Club di berbagai kota di Jawa Timur dan wilayah lainnya.

Baca Juga: Herbalife Nutrition Gelar e-Spectacular
 
Tantangan Perjalanan Bisnis

Membangun bisnis bukanlah perjalanan yang mulus. Mereka menghadapi banyak tantangan, mulai dari penolakan pelanggan hingga pengelolaan anggota yang semakin kompleks dalam organisasi bisnis.

Beberapa tantangan yang berhasil diatasi Pengky dan istrinya antara lain:

1. Penolakan dari calon pelanggan diatasi dengan terus meningkatkan pendekatan komunikasi dan membangun hubungan jangka panjang.

2. Pengelolaan operasional banyak Nutrition Club yang mereka tangani dengan merancang sistem pelatihan dan pendampingan untuk memastikan standar yang konsisten di setiap klub.

3. Menjaga kualitas layanan dan produk yang mereka pastikan melalui pemantauan rutin dan evaluasi internal.

Baca Juga: Galakkan Gaya Hidup Aktif, Herbalife Nutrition Luncurkan Kampanye Positif
 
Dengan terus belajar dari setiap tantangan, mereka mampu mengubah hambatan menjadi peluang untuk pertumbuhan yang lebih besar.
 
Digitalisasi dan Ekspansi

Pasangan ini tidak berpuas diri dengan pencapaian saat ini. Pengky dan istrinya memiliki visi yang lebih besar, termasuk memperluas Nutrition Club ke lebih banyak daerah, khususnya di luar Jawa, mendigitalisasi sistem pelatihan dengan mengembangkan platform daring untuk menjangkau lebih banyak calon pengusaha.

Serta meningkatkan kualitas layanan dengan memanfaatkan teknologi guna memberikan pelayanan pelanggan yang lebih personal dan efisien.
 
Dengan menggabungkan pendekatan konvensional dan digital, mereka optimis dapat membantu lebih banyak orang meraih kebebasan finansial melalui bisnis Herbalife.

Baca Juga: Rayakan Hari Anak Nasional, Herbalife Nutrition Rangkul Anak-anak Berkebutuhan Khusus
 
Prinsip-prinsip Calon Pengusaha

Bagi siapa pun yang ingin mengikuti jejak Pengky dan istrinya, terdapat beberapa prinsip bisnis yang perlu diperhatikan:

1. Percaya pada produk. Keyakinan terhadap manfaat produk sangat penting untuk membangun kredibilitas di mata pelanggan.

2. Komunikasi adalah kunci. Kemampuan menjelaskan manfaat produk secara sederhana dan bermakna sangat penting dalam mempengaruhi keputusan pembelian.

3. Ciptakan sistem yang mudah direplikasi. Bisnis jaringan berkembang lebih cepat dengan sistem yang dapat diterapkan siapa saja.

4. Fokus pada solusi, bukan hanya produk. Pelanggan membeli hasil, bukan sekadar barang. Tawarkan solusi atas permasalahan mereka.

5. Bangun komunitas yang solid. Komunitas bukan sekadar wadah penjualan, tetapi tempat berbagi visi dan semangat yang memperkuat fondasi bisnis.

6. Terbuka terhadap evaluasi dan adaptasi. Dunia bisnis selalu berubah. Kemauan untuk menyesuaikan strategi adalah nilai tambah.
 
Strategi dan Konsistensi

Keberhasilan pasangan tersebut bukan sekadar keberuntungan, melainkan hasil dari perencanaan matang, strategi yang kuat dan eksekusi yang konsisten.

Berawal dari nol, mereka tumbuh menjadi figur bisnis sukses yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
 
Kisah mereka menjadi inspirasi bahwa bisnis Herbalife, jika dijalankan dengan pendekatan dan dukungan yang tepat, dapat menjadi kendaraan untuk mencapai gaya hidup mandiri sekaligus sarana berbagi manfaat bagi banyak orang.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

O
Reporter
Oktaviani
W
Editor
Wahyu SK