Akurat

Overthinking Bisa Rusak Kesehatan Mental, Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

Eko Krisyanto | 14 Juni 2025, 22:35 WIB
Overthinking Bisa Rusak Kesehatan Mental, Ini Dampak dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO Overthinking atau kebiasaan berpikir berlebihan sering dianggap remeh, padahal bisa berdampak serius pada kesehatan mental.

Biasanya, seseorang yang overthinking terus-menerus memutar ulang kejadian masa lalu atau mengkhawatirkan hal yang belum tentu terjadi.

Jika dibiarkan, ini bisa memicu stres hingga gangguan psikologis lainnya.

Apa Itu Overthinking?

Overthinking adalah kondisi di mana seseorang terjebak dalam pikiran yang berputar-putar tanpa henti, baik tentang masa lalu maupun masa depan.

Orang yang mengalami overthinking biasanya kesulitan fokus pada saat ini dan cenderung menganalisis segala sesuatu secara berlebihan.

Dampak Overthinking terhadap Kesehatan Mental

Baca Juga: Serangan Israel ke Iran sebagai Upaya Putus Asa Netanyahu Cari Dukungan Barat

  1. Meningkatkan Kecemasan dan Stres

    Terlalu sering memikirkan sesuatu secara berlebihan membuat tubuh dan pikiran selalu dalam kondisi siaga, sehingga memicu kecemasan yang tidak perlu.

  2. Mengganggu Kualitas Tidur

    Pikiran yang terus aktif membuat sulit tidur atau bahkan insomnia. Kurang tidur dalam jangka panjang bisa berdampak pada kesehatan fisik dan emosional.

  3. Menurunkan Fokus dan Produktivitas

    Energi habis hanya untuk berpikir tanpa solusi. Ini membuat pekerjaan atau aktivitas sehari-hari menjadi terbengkalai.

  4. Merusak Hubungan Sosial

    Overthinking membuat seseorang mudah curiga, sensitif, dan salah paham, yang bisa merusak hubungan dengan orang-orang terdekat.

Cara Mengatasi Overthinking

  1. Sadari Pola Pikir Negatif

    Langkah awal adalah menyadari kapan kamu mulai berpikir berlebihan. Latih diri untuk berhenti sejenak dan tarik napas dalam.

  2. Tulis Jurnal Harian

    Menulis bisa membantu meluapkan pikiran dan merapikan kekacauan mental. Ini juga membantu kamu melihat situasi lebih objektif.

  3. Beri Batas Waktu untuk Berpikir

    Tetapkan waktu khusus untuk berpikir, misalnya 10–15 menit sehari. Setelah itu, alihkan perhatian ke hal lain.

  4. Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan

    Jangan buang energi untuk hal yang di luar kendalimu. Fokuslah pada tindakan yang bisa kamu ambil saat ini.

  5. Aktif Secara Fisik dan Mental

    Olahraga, hobi, atau aktivitas ringan bisa membantu mengalihkan pikiran dan mengurangi tekanan mental.

Overthinking bukan sekadar kebiasaan buruk, tapi juga pemicu stres, kecemasan, dan menurunnya kualitas hidup.

Baca Juga: Produktif Tanpa Drama: 5 Kebiasaan Sederhana yang Bikin Hidup Lebih Efektif

Dengan mengenali tanda-tandanya dan mengambil langkah kecil seperti menulis jurnal atau berolahraga, kamu bisa keluar dari lingkaran pikiran negatif dan hidup lebih seimbang secara emosional. (Hansel Finnegan/magang)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.