Kenali Penyebab Sakit Kepala Tegang, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO - Berbicara tentang gangguan kesehatan pada orang dewasa, salah satu yang sering dialami adalah sakit kepala tegang. Sakit kepala tegang adalah rasa sakit yang dapat disebabkan oleh mengencangnya atau mengetatnya otot-otot di kepala, leher, dan punggung atas.
Sakit kepala tegang dapat kambuh secara tiba-tiba, terutama kelelahan akibat aktivitas sehari-hari. Prevalensi sakit kepala tegang (TTH) berkisar 20% hingga 78%.
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab sakit kepala tegang, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
PAFI dengan alamat website pafi.co.id adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha dalam meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika serta standar praktik kefarmasian, mengembangkan profesionalisme dan riset terkait obat-obatan.
Apa saja faktor penyebab terjadinya sakit kepala tegang?
Secara umum, sakit kepala tegang, atau tension type headache, adalah jenis sakit kepala yang ditandai dengan nyeri ringan hingga sedang yang terasa seperti ada tali yang mengikat kuat di sekitar kepala, terutama di bagian dahi, kedua sisi kepala, dan belakang kepala.
Rasa sakit ini biasanya berupa nyeri tumpul dan tekanan, bukan berdenyut, dan sering kali disertai ketegangan otot di kepala, leher, dan bahu.
Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya sakit kepala tegang yang perlu diperhatikan meliputi:
- Stres emosional dan psikologis
Stres merupakan penyebab utama dari sakit kepala tegang. Ketika seseorang mengalami tekanan emosional, kecemasan, atau depresi, tubuh merespons dengan meningkatkan ketegangan otot, terutama di area kepala, leher, dan bahu. Stres kronis dapat menyebabkan otot-otot ini terus menerus tegang sehingga menimbulkan nyeri kepala yang berkepanjangan.
- Kelelahan fisik dan kurang tidur
Tubuh yang lelah dan kurang istirahat dapat menyebabkan otot menjadi lebih mudah tegang. Kurang tidur juga mengganggu proses pemulihan otot dan sistem saraf, sehingga meningkatkan risiko munculnya sakit kepala tegang. Kelelahan kronis dapat memperburuk frekuensi dan intensitas sakit kepala.
- Postur tubuh yang buruk
Faktor selanjutnya yang menyebabkan sakit kepala tegang adalah postur tubuh yang buruk. Postur tubuh yang tidak tepat saat duduk, berdiri, atau tidur dapat menyebabkan ketegangan otot leher dan bahu. Misalnya, duduk membungkuk di depan komputer dalam waktu lama, tidur dengan posisi kepala yang tidak nyaman, atau membawa beban berat di satu sisi tubuh dapat memicu ketegangan otot yang berujung pada sakit kepala tegang.
- Dehidrasi dan pola makan tidak teratur
Kurangnya asupan cairan (dehidrasi) dapat menyebabkan gangguan fungsi otot dan saraf, sehingga memicu sakit kepala. Selain itu, melewatkan waktu makan atau tidak mengonsumsi makanan bergizi secara teratur dapat menyebabkan penurunan kadar gula darah yang juga menjadi pemicu sakit kepala.
- Kebiasaan buruk dan lingkungan
Kebiasaan seperti merokok, konsumsi alkohol berlebihan, dan konsumsi kafein secara tidak teratur atau berlebihan dapat mempengaruhi sistem saraf dan pembuluh darah, sehingga memicu sakit kepala tegang. Misalnya, konsumsi kafein yang tiba-tiba dihentikan bisa menyebabkan sakit kepala sebagai gejala putus zat.
Selain itu, faktor lingkungan seperti paparan sinar matahari yang terlalu terik, suara bising yang terus menerus, bau menyengat, atau pencahayaan yang kurang baik dapat meningkatkan stres dan ketegangan otot, sehingga memicu sakit kepala tegang.
- Kondisi medis lainnya
Faktor terakhir yang menyebabkan sakit kepala tegang adalah kondisi medis lainnya seperti adanya infeksi saluran pernapasan. Infeksi saluran pernapasan atas (flu, pilek, sinusitis) yang menyebabkan ketegangan otot leher dan kepala. Gangguan pada rahang (temporomandibular joint disorder) juga dapat menyebabkan otot-otot di sekitar kepala dan leher menjadi tegang.
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati sakit kepala tegang?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama dari sakit kepala tegang. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala sakit kepala tegang serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
- Paracetamol
Paracetamol adalah obat pertama yang selalu diresepkan oleh apoteker untuk mengobati sakit kepala. Obat ini efektif meredakan sakit kepala ringan hingga sedang, termasuk sakit kepala tegang. Paracetamol bekerja dengan menghambat enzim yang memicu rasa sakit dan tersedia bebas di apotek. Dosis umum untuk dewasa adalah 500-1000 mg setiap 4-6 jam.
- Ibuprofen
Ibuprofen termasuk NSAID yang efektif mengurangi nyeri dan peradangan. Dosis yang direkomendasikan untuk dewasa adalah 200-400 mg tiga kali sehari. Ibuprofen juga tersedia bebas, tapi tidak dianjurkan untuk ibu hamil tanpa rekomendasi dari apoteker.
- Aspirin
Aspirin termasuk obat golongan salisilat yang bekerja menghambat produksi prostaglandin penyebab nyeri. Dosis yang umum dipakai untuk sakit kepala adalah 30-650 mg tiap 4-6 jam. Aspirin dapat membantu meredakan sakit kepala tegang, namun harus diminum dengan air putih dan tidak dihancurkan.
- Obat antidepresan trisiklik
Jika sakit kepala tegang sering kambuh atau kronis, apoteker mungkin meresepkan obat golongan antidepresan trisiklik (misalnya amitriptyline), antikonvulsan, atau pelemas otot untuk membantu mengurangi frekuensi dan intensitas sakit kepala.
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara untuk mengurangi gejala sakit kepala tegang adalah mengonsumsi air putih lebih banyak untuk menghindari dehidrasi, istirahat yang cukup dan mencoba minum teh herbal. Teh herbal seperti chamomile, jahe, lavender, dan bunga krisan dipercaya dapat meredakan sakit kepala secara alami.
Aromaterapi dengan minyak esensial peppermint dan lavender juga efektif mengurangi ketegangan dan nyeri kepala jika dihirup atau dioleskan pada dahi, leher, dan bahu.
Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai. []
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






