Kenali Penyebab Sakit Gigi di Malam Hari, PAFI Berikan Solusi Pengobatan

AKURAT.CO, Berbicara tentang gangguan kesehatan pada anak-anak hingga orang dewasa, salah satunya yang sering dialami saat malam hari adalah sakit gigi. Sakit gigi di malam hari dapat menyebabkan kehilangan waktu tidur yang berkualitas.
Pada umumnya, sakit gigi di malam hari biasanya disebabkan oleh infeksi sinus, kerusakan gigi, bahkan pada cedera gigi. Sakit gigi di malam hari dapat memberikan rasa sakit yang berdenyut, tajam, atau konsisten. Prevalensi sakit gigi di Indonesia, berkisar 57,6%.
PAFI dengan alamat website pafikabupatenkerinci.org adalah salah satu organisasi kesehatan terbesar di Indonesia, yang sangat peduli dengan kesehatan masyarakat. Persatuan Ahli Farmasi Indonesia berusaha untuk meningkatkan kualitas pendidikan farmasi, menjaga etika serta standar praktik kefarmasian.
Hal ini bertujuan agar organisasi PAFI tidak hanya sebagai wadah profesi, tetapi juga mitra strategis pemerintah dan pilar utama dalam pembangunan kesehatan serta farmasi di Indonesia.
Baca Juga: Kenali Penyebab Ambeien pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
Organisasi kesehatan PAFI aktif dalam memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai penyebab sakit gigi di malam hari, serta rekomendasi obat yang bisa dikonsumsi bagi penderitanya.
Apa saja faktor penyebab terjadinya sakit gigi di malam hari?
Secara umum, sakit gigi di malam hari merupakan kondisi nyeri atau rasa sakit yang dirasakan pada gigi atau area sekitar gigi dan rahang yang biasanya terasa lebih parah saat malam hari, terutama ketika seseorang berbaring untuk tidur. Rasa sakit ini bisa sangat mengganggu dan membuat sulit tidur nyenyak. Berikut adalah beberapa faktor penyebab terjadinya sakit gigi di malam hari yang perlu diperhatikan meliputi:
1. Peningkatan aliran darah ke kepala saat berbaring
Salah satu alasan utama mengapa sakit gigi terasa lebih parah di malam hari adalah posisi tubuh saat tidur yang berbaring. Ketika seseorang berbaring, aliran darah ke kepala dan wajah meningkat. Peningkatan tekanan darah ini menyebabkan pembuluh darah di sekitar gigi dan jaringan lunak mulut membengkak dan menekan saraf-saraf di area tersebut. Akibatnya, rasa nyeri yang mungkin sudah ada menjadi lebih terasa dan intens. Kondisi ini menjelaskan mengapa banyak orang yang merasa sakit gigi memburuk saat hendak tidur.
2. Adanya gigi berlubang atau kerusakan gigi
Gigi berlubang atau karies gigi adalah penyebab paling umum sakit gigi. Kerusakan ini terjadi akibat bakteri di mulut yang mengubah sisa makanan, terutama gula, menjadi asam. Asam ini secara perlahan mengikis lapisan enamel gigi dan menembus ke lapisan dentin serta saraf gigi. Saat saraf gigi yang sensitif terpapar, rasa nyeri muncul dan seringkali memburuk di malam hari karena posisi tidur dan peningkatan tekanan darah. Jika tidak segera diobati, lubang ini dapat menjadi lebih dalam dan menyebabkan infeksi.
Baca Juga: Kenali Penyebab Gondongan dan Demam pada Anak, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
3. Infeksi atau abses gigi
Infeksi pada gigi atau jaringan sekitarnya, seperti abses gigi, merupakan kondisi serius yang dapat menimbulkan nyeri hebat. Abses terjadi ketika bakteri menyebabkan penumpukan nanah di sekitar akar gigi atau gusi. Nanah ini menimbulkan pembengkakan dan tekanan pada jaringan sekitar, yang memicu rasa sakit yang tajam dan berdenyut. Nyeri akibat abses biasanya memburuk di malam hari karena posisi tidur yang meningkatkan tekanan pada area tersebut dan berkurangnya aliran cairan yang membantu mengurangi pembengkakan.
4. Tumbuhnya gigi baru, terutama gigi bungsu
Pada anak-anak maupun remaja, proses tumbuh gigi baru, termasuk gigi bungsu, dapat menimbulkan rasa nyeri dan ketidaknyamanan. Gigi yang tumbuh menekan jaringan gusi dan tulang di sekitarnya, menyebabkan peradangan dan nyeri. Nyeri ini seringkali terasa lebih intens di malam hari karena saat tidur anak lebih fokus pada rasa sakit dan minimnya gangguan.
5. Kebiasaan untuk menggertakkan gigi
Bruxism adalah kebiasaan menggesekkan atau menggertakkan gigi, yang biasanya terjadi saat tidur tanpa disadari. Kebiasaan ini menyebabkan tekanan berlebih pada gigi dan otot rahang, yang dapat menimbulkan rasa sakit dan kelelahan pada gigi dan jaringan sekitarnya. Rasa nyeri akibat bruxism biasanya terasa di malam hari dan pagi hari setelah bangun tidur.
6. Kondisi medis lainnya
Faktor terakhir yang menyebabkan sakit gigi di malam hari seperti penyakit gusi (gingivitis dan periodontitis). Peradangan pada gusi juga dapat menyebabkan rasa sakit yang memburuk di malam hari. Gingivitis adalah tahap awal peradangan gusi yang disebabkan oleh penumpukan plak dan bakteri, sementara periodontitis adalah kondisi yang lebih parah di mana peradangan sudah merusak jaringan penyangga gigi. Peradangan ini menyebabkan pembengkakan, kemerahan, dan rasa nyeri pada gusi yang terasa lebih mengganggu saat malam hari.
Baca Juga: Kenali Penyebab Sakit Buang Air Kecil saat Hamil, PAFI Berikan Solusi Pengobatan
Apa saja obat yang tepat untuk mengobati sakit gigi di malam hari?
PAFI (Persatuan Ahli Farmasi Indonesia) telah melakukan penelitian lanjut mengenai penyebab utama sakit gigi di malam hari. Berikut adalah beberapa jenis obat yang umum digunakan untuk mengurangi gejala sakit gigi di malam hari serta membantu mengelola kondisi tersebut meliputi:
1. Parasetamol
Paracetamol adalah obat pereda nyeri yang aman dan sering digunakan untuk mengatasi sakit gigi pada anak maupun dewasa. Obat ini efektif mengurangi rasa nyeri dan demam yang mungkin menyertai sakit gigi. Paracetamol dapat diperoleh dalam bentuk sirup atau tablet dan harus dikonsumsi sesuai dosis yang dianjurkan oleh apoteker.
2. Ibuprofen
Ibuprofen termasuk obat anti inflamasi non steroid (NSAID) yang tidak hanya meredakan nyeri tetapi juga mengurangi peradangan di sekitar gigi dan gusi. Ibuprofen sangat efektif untuk sakit gigi yang disertai pembengkakan. Obat ini juga tersedia dalam bentuk sirup atau tablet dan harus dikonsumsi sesuai petunjuk dari apoteker.
3. Asam mefenamat dan diklofenak
Obat-obatan seperti asam mefenamat (mefinal, ponstan) dan diklofenak (cataflam) juga digunakan untuk meredakan nyeri gigi. Obat ini bekerja dengan menghambat produksi zat yang menyebabkan peradangan dan nyeri. Namun, obat ini termasuk golongan obat keras yang memerlukan resep apoteker dan harus digunakan dengan hati-hati terutama untuk anak-anak.
Baca Juga: Kenali Penyebab Nyeri Punggung Bawah Saat Hamil, PAFI Beri Solusi Pengobatan
Selain mengonsumsi obat-obatan, beberapa cara lain untuk mengurangi sakit gigi di malam hari adalah berkumur dengan air garam. Berkumur dengan air garam hangat atau larutan hidrogen peroksida (dengan resep dari apoteker) dapat membantu membersihkan mulut, mengurangi bakteri, dan meredakan peradangan yang menyebabkan nyeri. Penting untuk selalu berkonsultasi dengan apoteker agar mendapatkan rekomendasi obat serta dosis yang sesuai.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








