Empat Alasan Mengapa Introvert Cenderung Merasa Canggung di Tengah-tengah Ekstrovert

AKURAT.CO Menghadapi situasi sosial bagi seorang introvert sering kali menjadi tantangan, terutama saat berada di tengah-tengah ekstrovert atau orang lain.
Kesulitan ini muncul karena perbedaan mencolok dalam cara introvert dan ekstrovert memahami lingkungan serta berinteraksi dengan orang lain.
Dikutip dari Geediting (Selasa, 21/1/2025), berikut empat alasan mengapa introvert cenderung merasa canggung di tengah ekstrovert.
Semoga hal ini dapat membantu kedua tipe kepribadian saling memahami dan lebih empati.
1. Dinamika energi
Introvert dan ekstrovert memiliki cara yang berbeda dalam mengelola energi.
Pada interaksi sosial, ekstrovert seperti panel surya, mereka mendapatkan energi dari berinteraksi dengan orang lain dan aktivitas sosial.
Sementara itu, introvert lebih mirip baterai isi ulang.
Kita membutuhkan waktu sendiri untuk memulihkan tenaga, menjernihkan pikiran, dan mengisi ulang energi.
Berada di sekitar ekstrovert dapat membuat introvert merasa lelah karena energinya terus terkuras.
Memahami perbedaan ini penting agar introvert dan ekstrovert bisa hidup bersama dengan baik tanpa saling menguras energi.
Baca Juga: 6 Pekerjaan Ini Cocok untuk Introvert, Ada Programmer hingga Fotografer
2. Obrolan ringan
Menurut ekstrovert, obrolan ringan merupakan cara untuk terkoneksi, mencairkan suasana dan memulai percakapan.
Mereka dapat berbincang tentang apapun, mulai dari makan untuk sarapan hingga cuaca.
Sebaliknya, bagi banyak introvert lainnya, obrolan ringan terasa dangkal dan melelahkan.
Tidak semua obrolan dengan ekstrovert harus berupa percakapan ringan, tapi kebiasaan berbasa-basi sering kali membuat sosialisasi jadi sulit bagi introvert.
3. Waktu pemrosesan
Kerap kali, introvert merupakan pemikir yang mendalam, sehingga membutuhkan waktu untuk memproses informasi.
Tentunya, hal ini disebabkan oleh jalur saraf yang lebih panjang yang dilalui informasi di otak kaum introvert.
Sebaliknya, ekstrovert sendiri memiliki ciri cepat tanggap, sering berbicara dan cenderung bertindak sebelum berpikir.
Pada percakapannya dengan ekstrovert, introvert mungkin merasa terburu-buru atau tertekan untuk merespons dengan cepat, yang bisa menimbulkan stres dan ketidaknyamanan.
Kebutuhan introvert untuk memproses informasi sering dianggap sebagai keterlambatan atau kurang responsif, yang menyebabkan kecanggungan dalam interaksi.
Baca Juga: 5 Tips Bersosialisasi untuk Kaum Introvert, Dijamin Manjur!
4. Takut disalahpahami
Salah satu hal yang paling menyakitkan bagi seorang introvert adalah ketakutan disalahpahami.
Kita sering khawatir bahwa sikap tenang dan kebutuhan akan waktu sendiri dianggap sebagai sikap tidak peduli oleh ekstrovert.
Mereka mungkin mengira bahwa keheningan kita berarti kita tidak peduli atau bahwa introspeksi kita menunjukkan sikap acuh tak acuh.
Ketakutan ini bisa menciptakan jarak, membuat kita ragu untuk berinteraksi dengan ekstrovert.
Kita hanya ingin dipahami dan diterima apa adanya, introvert yang menghargai kedalaman, refleksi dan kesendirian.
Tantangannya adalah mengatasi perbedaan pemahaman antara introvert dan ekstrovert.
Baca Juga: Mengenal Istilah Introvert dan Cara Mengatasinya
Memahami perbedaan ini bukan sekadar mengetahui apakah Anda lebih suka menyendiri atau bersosialisasi.
Ini tentang menghargai keunikan masing-masing dan memberi ruang untuk setiap orang bersinar dengan caranya sendiri. (Noor Latifah Adzhari)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









