Akurat

PB IDI: Anak di Bawah 14 Tahun Rentan Terpapar HMPV, Waspada Gejala dan Komplikasi

Arief Rachman | 9 Januari 2025, 00:00 WIB
PB IDI: Anak di Bawah 14 Tahun Rentan Terpapar HMPV, Waspada Gejala dan Komplikasi

AKURAT.CO Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) memperingatkan, anak-anak di bawah usia 14 tahun dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah merupakan kelompok yang paling rentan terinfeksi Human Metapneumovirus (HMPV).

Virus ini telah lama dikenal sejak 2001, namun tetap berpotensi menimbulkan masalah kesehatan serius jika tidak diantisipasi.

“Data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) di China menunjukkan kelompok tertentu lebih rentan mengalami kondisi berat akibat infeksi HMPV,” ujar Prof. Dr. Erlina Burhan, SpP(K), Anggota Bidang Penanggulangan Penyakit Menular PB IDI, dalam diskusi daring di Jakarta, Rabu (8/1/2025).

Selain anak-anak, lansia di atas 65 tahun, penderita penyakit kronis seperti asma, Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), dan diabetes juga berisiko tinggi.

Baca Juga: Jokowi Tepis Isu Pengalihan Perhatian OCCRP: Penggeledahan Rumah Hasto Murni Proses Hukum

Bagi individu dengan kekebalan tubuh yang terganggu, seperti pasien HIV/AIDS atau mereka yang menjalani kemoterapi, risiko penularan HMPV meningkat tajam.

Gejala umum HMPV mencakup demam, batuk kering, pilek, nyeri otot dan kepala, kelelahan, hingga mengi.

Pada kelompok rentan, komplikasi seperti bronkiolitis pada bayi dan gangguan pernapasan serius dapat berkembang.

“Meski sebagian besar masyarakat mungkin sudah memiliki imunitas terhadap HMPV, kehati-hatian tetap diperlukan,” tegas Erlina, yang juga Ketua Satgas Covid-19 PB IDI.

Menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) menjadi kunci utama mencegah penularan. Erlina menyarankan masyarakat untuk:

- Rajin mencuci tangan dengan sabun atau menggunakan hand sanitizer.
- Memakai masker saat batuk atau pilek.
- Menghindari menyentuh wajah, terutama mata, hidung, dan mulut.
- Membersihkan permukaan dan benda yang sering disentuh.

Selain itu, menjaga jarak dari orang yang terinfeksi dan memperkuat daya tahan tubuh melalui pola makan bergizi serta istirahat cukup sangat penting.

“Kita tidak bisa melihat virus, tetapi kita bisa melindungi diri dengan memperkuat imunitas dan menciptakan lingkungan yang sehat,” pungkas Erlina.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.