Akurat

Waspadai Penyakit Kanker Serviks, IDI Borong Berikan Informasi Pengobatan

Leo Farhan | 6 Desember 2024, 20:05 WIB
Waspadai Penyakit Kanker Serviks, IDI Borong Berikan Informasi Pengobatan

AKURAT.CO Salah satu penyakit yang berbahaya bagi wanita adalah kanker serviks. Jumlah pengidap kanker serviks di Indonesia mencapai 36.633 kasus sejak tahun 2021, atau 17,2% dari total kanker pada wanita.

Angka kematian akibat kanker serviks di Indonesia juga tinggi, yaitu 21.003 kematian atau 19,1% dari total kematian akibat kanker. Pengidap penyakit kanker serviks perlu penanganan yang cepat dan tepat.

Ikatan Dokter Indonesia Cabang Borong dengan alamat website idiborong.org menjelaskan bahwa kanker serviks adalah penyakit yang terjadi ketika sel-sel di leher rahim (serviks) tumbuh secara tidak normal dan membentuk tumor ganas. 

IDI Borong juga menjelaskan kanker serviks dapat juga berkembang pada sel-sel di leher rahim dan merupakan salah satu jenis kanker paling umum yang dialami oleh wanita.

Kanker serviks sering kali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Namun, saat penyakit berkembang, terjadi pendarahan tidak normal dari vagina, termasuk pendarahan setelah berhubungan seksual.

IDI selanjutnya melakukan penelitian terkait kanker serviks, apa saja penyebab seseorang mengidap penyakit kanker serviks kemudian rekomendasi obat yang dapat diberikan bagi penderitanya.

Apa saja penyebab terjadinya penyakit kanker serviks?

IDI Borong juga menjelaskan bahwa kanker serviks adalah jenis kanker yang berkembang di leher rahim dan sebagian besar disebabkan oleh infeksi virus human papillomavirus (HPV). Berikut adalah penyebab utama terjadinya kanker serviks meliputi:

1. Infeksi HPV

Lebih dari 99% kasus kanker serviks terkait dengan infeksi HPV, terutama tipe risiko tinggi seperti HPV 16 dan HPV 18. Virus ini ditularkan melalui hubungan seksual dan dapat menyebabkan perubahan sel di leher rahim yang berpotensi berkembang menjadi kanker.

2. Riwayat aktivitas seksual yang berisiko

Memulai aktivitas seksual pada usia dini, memiliki banyak pasangan seksual, atau berhubungan seksual tanpa perlindungan dapat meningkatkan risiko terinfeksi HPV. Wanita yang menikah atau mulai berhubungan seksual pada usia muda (kurang dari umur 20 tahun) memiliki risiko lebih tinggi.

3. Sistem kekebalan tubuh yang lemah dan perilaku seksual

Wanita dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, seperti penderita HIV/AIDS, lebih rentan terhadap infeksi HPV dan perkembangan kanker serviks. Selain itu, memulai hubungan seksual pada usia muda dan memiliki banyak pasangan seksual dapat meningkatkan risiko terpapar HPV.

4. Penggunaan Pil KB dalam jangka panjang

Faktor terakhir adalah penggunaan pil kb dalam jangka panjang. Menggunakan pil kontrasepsi selama lima tahun atau lebih telah dikaitkan dengan peningkatan risiko kanker serviks. Meskipun pil KB memiliki manfaat, penggunaannya dalam jangka panjang perlu dipertimbangkan dengan hati-hati.

Apa saja obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks?

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menjelaskan bahwa pengobatan kanker serviks melibatkan berbagai jenis obat yang digunakan tergantung pada stadium kanker dan kondisi kesehatan pasien. Berikut adalah beberapa obat yang direkomendasikan untuk pengidap kanker serviks meliputi:

1. Carboplatin

Obat ini adalah salah satu obat untuk mengatasi kanker ovarium. Obat ini bekerja dengan menghambat perkembangan dan penyebaran sel kanker. Pemberian dilakukan melalui infus ke dalam pembuluh darah.

2. Avastin (Bevacizumab)

Obat ini menghambat pertumbuhan pembuluh darah baru yang diperlukan tumor untuk tumbuh. Pemberian dilakukan melalui infus dan biasanya diberikan setiap dua atau tiga minggu sekali.

3. Lenvima

Obat ini digunakan untuk beberapa jenis kanker, termasuk kanker serviks, sebagai terapi target yang bekerja dengan menghambat pertumbuhan sel kanker.

Pengobatan kanker serviks harus dilakukan berdasarkan diagnosis yang tepat dan disesuaikan dengan kondisi individu pasien.

Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami gejala atau telah didiagnosis dengan kanker serviks, penting untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis untuk mendapatkan rencana pengobatan yang sesuai. []

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.