Mengenal Skizofrenia: Gejala, Penyebab, dan Pengobatannya

AKURAT.CO Skizofrenia adalah gangguan mental serius yang dapat mengubah cara seseorang berpikir, merasa, dan berhubungan dengan dunia di sekitarnya.
Skizofrenia tidak seumum penyakit mental utama lainnya, yang memengaruhi kurang dari 1% populasi orang dewasa AS, tetapi dapat menjadi salah satu yang paling kronis dan melumpuhkan.
Baca Juga: Simak Pengobatan untuk Sakit Kepala Migrain secara Alami dan Medis
Skizofrenia yang tidak diobati sering kali mengganggu hubungan Anda (profesional, sosial, romantis, dan lainnya).
Kondisi ini juga dapat menyebabkan Anda mengalami kesulitan mengatur pikiran, dan Anda mungkin berperilaku dengan cara yang membuat Anda berisiko mengalami cedera atau penyakit lainnya.
Apa saja gejala skizofrenia? Skizofrenia biasanya muncul pada pria di usia akhir remaja hingga 20-an, dan pada wanita di usia akhir 20-an hingga 30-an.
Gejala pertama disebut periode prodromal, yang bisa berlangsung berhari-hari hingga bertahun-tahun, dengan tanda-tanda halus seperti perubahan nilai, penarikan diri sosial, kesulitan berkonsentrasi, emosi yang meningkat, dan gangguan tidur.
Gejala Positif Skizofrenia
Gejala positif mencakup pikiran atau tindakan yang tidak nyata, dikenal sebagai gejala psikotik, termasuk:
- Delusi: Keyakinan salah yang tetap dipertahankan meskipun bertentangan dengan kenyataan, seperti percaya orang bisa mendengar pikiran mereka atau merencanakan hal buruk terhadap mereka.
- Halusinasi: Sensasi tidak nyata, paling sering suara yang memberi komentar atau perintah.
- Katatonia: Penderita bisa berhenti berbicara dan terjebak dalam satu posisi untuk waktu lama.
Gejala Tidak Terorganisir
Gejala ini menunjukkan kesulitan dalam berpikir atau merespons, termasuk:
- Berbicara tidak teratur atau tidak masuk akal.
- Beralih cepat antar pikiran tanpa hubungan logis.
- Gerakan lambat atau kesulitan membuat keputusan.
- Mengulang gerakan atau kehilangan fokus.
Gejala Kognitif
Kesulitan dalam:
- Memahami dan menggunakan informasi untuk membuat keputusan.
- Fokus dan perhatian.
- Mengingat informasi dan menggunakannya setelah diterima.
Gejala Negatif
Gejala ini mengacu pada hilangnya perilaku normal, seperti:
- Kurangnya emosi atau rentang emosi yang terbatas.
- Penarikan diri dari sosial dan aktivitas.
- Kehilangan energi, motivasi, atau minat dalam kehidupan.
- Perawatan diri yang buruk.
Apa penyebab skizofrenia? Tidak ada satu pun penyebab tunggal skizofrenia. Para ahli menduga skizofrenia terjadi karena berbagai alasan. Tiga alasan utama meliputi:
Ketidakseimbangan sinyal kimia yang digunakan otak untuk komunikasi antarsel.
Masalah perkembangan otak sebelum lahir.
Hilangnya koneksi antara berbagai area otak Anda.
Pengobatan Skizofrenia
Pengobatan skizofrenia umumnya melibatkan kombinasi pengobatan, terapi, dan teknik untuk meningkatkan keterampilan pengelolaan diri. Berikut adalah beberapa pendekatan utama dalam perawatan skizofrenia:
1. Obat Antipsikotik: Obat ini berfungsi untuk mengatur cara otak menggunakan zat kimia untuk komunikasi antar sel, yang membantu mengurangi gejala psikotik seperti halusinasi dan delusi.
2. Obat Tambahan: Dokter mungkin meresepkan obat tambahan untuk mengatasi gejala yang muncul bersamaan, atau untuk menangani efek samping dari obat antipsikotik, seperti tremor atau gangguan motorik lainnya.
3. Psikoterapi: Terapi bicara, seperti Terapi Perilaku Kognitif (CBT), dapat sangat berguna dalam membantu penderita mengelola gejala dan mengatasi tantangan emosional yang muncul akibat skizofrenia. Terapi jangka panjang juga membantu menangani masalah sekunder seperti kecemasan, depresi, atau ketergantungan obat.
4. Terapi Elektrokonvulsif (ECT): Jika terapi lain tidak efektif, ECT bisa menjadi pilihan. Prosedur ini melibatkan pemberian arus listrik melalui kulit kepala untuk merangsang area tertentu di otak. Proses ini dapat membantu meningkatkan fungsi otak, terutama pada penderita yang mengalami depresi berat, agitasi, atau gangguan lainnya. Selama prosedur, pasien akan diberikan anestesi dan tidak merasakan rasa sakit.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









