IDI Betun Berikan Informasi Pengobatan pada Penyakit Dispepsia

AKURAT.CO Berbicara tentang penyakit dan gangguan pencernaan, dapat menyerang area di sekitar perut adalah dispepsia.
Dispepsia adalah sebuah gejala gangguan pencernaan yang berupa rasa tidak nyaman di perut, seperti rasa nyeri ulu hati, kembung, atau perut terasa penuh. Dispepsia juga dikenal lebih umum sebagai penyakit maag akut.
Baca Juga: Jangan Abai! Kebiasaan Buruk Ini Perparah Maag Kronis Saat Jalani Berpuasa
IDI adalah singkatan dari Ikatan Dokter Indonesia. IDI Betun dengan alamat website idibetun.org berperan untuk meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat melalui pelayanan medis yang lebih inovatif serta peningkatan edukasi kesehatan.
IDI Betun menjelaskan juga bahwa penyakit dispepsia ini menjadi sebuah kondisi yang ditandai dengan rasa tidak nyaman atau nyeri di perut bagian atas, seringkali disertai dengan gejala lain seperti mual, kembung, dan cepat kenyang.
IDI Betun juga menjelaskan secara rinci terkait diagnosis penderita dispepsia biasanya dilakukan melalui wawancara medis dengan dokter yang mendetail, pemeriksaan fisik, dan jika perlu, pemeriksaan penunjang seperti endoskopi atau ultrasonografi untuk menyingkirkan kemungkinan penyakit serius ini.
Ikatan Dokter Indonesia saat ini telah fokus untuk melakukan penelitian lanjutan terkait penyakit dispepsia sertai pengobatan yang tepat bagi penderitanya.
Apa saja penyebab terjadinya dispepsia?
IDI Betun menjelaskan penyebab dari penyakit dispepsia yang menjadi salah satu gangguan kesehatan paling sering dialami. Penyebab dispepsia dapat bervariasi dan sering kali terkait dengan gaya hidup serta kondisi medis tertentu. Berikut adalah beberapa penyebab utama dispepsia meliputi:
1. Pola makan yang buruk
Salah satu faktor utama dispepsia adalah makan secara berlebihan atau terburu-buru. Kebiasaan makan dengan cepat dapat mengganggu proses pencernaan. Sebaiknya usahakan untuk mengunyah lebih lama.
Waktu yang dianjurkan untuk mengunyah makanan adalah sekitar 20–30 menit. Lama waktu mengunyah makanan tergantung pada jenis makanan yang dimakan.
2. Obesitas atau kelebihan berat badan
Kelebihan berat badan memang menjadi faktor berbagai penyakit. Berat badan berlebih dapat memberikan tekanan tambahan pada lambung, meningkatkan risiko terjadinya dispepsia.
3. Terinfeksi bakteri
Salah satu bakteri yang dapat menginfeksi adalah helicobacter pylori. Infeksi oleh bakteri ini sering kali menjadi penyebab gastritis dan tukak lambung, yang dapat berkontribusi terhadap dispepsia.
4. Adanya gangguan kesehatan lain
Dispepsia juga terjadi karena penyakit asam lambung (GERD), gastritis, tukak lambung, dan gangguan pada pankreas atau saluran empedu. Penting untuk berkonsultasi pada dokter untuk mendapat penanganan dan diagnosis dispepsia.
Apa saja obat yang direkomendasikan untuk mengobati dispepsia?
Untuk mengatasi dispepsia, terdapat beberapa jenis obat yang dapat direkomendasikan berdasarkan penyebab dan gejala yang dialami. Berikut adalah obat-obatan yang umum digunakan untuk mengobati dispepsia meliputi:
1. Obat Antasida
Antasida bisa menjadi pilihan untuk mengobati sakit pada lambung. Obat ini tentu dapat meredakan gejala dispepsia dengan menetralkan asam lambung. Contoh obat antasida seperti Magnesium Hydroxide. Magnesium hidroksida dan formulasi lain, seperti magnesium karbonat, merupakan antasida yang bekerja dengan cara menetralkan dan menurunkan asam lambung.
2. Obat Calcium Carbonate
Obat ini diberikan untuk digunakan untuk meredakan gejala gangguan pencernaan dan mulas. Zat tersebut juga digunakan untuk mencegah osteoporosis, sebagai suplemen kalsium, dan untuk mengatasi kadar fosfat yang tinggi pada pengidap penyakit ginjal.
Penggunaan antasida dan obat-obatan lainnya harus dilakukan sesuai dengan petunjuk dokter. Jika gejala dispepsia tidak kunjung membaik setelah pengobatan, penting untuk berkonsultasi dengan dokter untuk evaluasi lebih lanjut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









