Akurat

Keterlibatan PAFI Tingkatkan Akses Masyarakat Terhadap Obat Berkualitas

Annisa Fadhilah | 1 Oktober 2024, 20:33 WIB
Keterlibatan PAFI Tingkatkan Akses Masyarakat Terhadap Obat Berkualitas

AKURAT.CO Persatuan Ahli Farmasi Indonesia (PAFI) telah menjadi salah satu organisasi yang berperan penting dalam memajukan dunia kefarmasian di Indonesia.

Salah satu fokus utama PAFI adalah memastikan akses masyarakat terhadap obat-obatan yang berkualitas. Hal ini sangat krusial, mengingat obat yang aman, efektif, dan berkualitas merupakan bagian integral dari perawatan kesehatan yang baik.

Obat-obatan yang berkualitas adalah obat yang memenuhi standar keamanan, khasiat, dan mutu yang ditetapkan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta lembaga internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Kualitas obat ini sangat memengaruhi efektivitas pengobatan dan keselamatan pasien.

Dalam hal ini, PAFI berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang mendukung ketersediaan obat-obatan berkualitas di masyarakat.

Baca Juga: Ini Daftar Produk Obat Dan Farmasi Wajib Sertifikasi Halal Per Oktober 2026

PAFI di Berbagai Daerah

PAFI telah hadir di berbagai daerah di Indonesia, termasuk di Gunung Kidul. Dengan situs resminya, pafikabgunungkidul.org, PAFI Gunung Kidul menjadi salah satu contoh nyata bagaimana organisasi ini berperan aktif di tingkat lokal untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap obat-obatan berkualitas.

Keberadaan PAFI di berbagai daerah memungkinkan organisasi ini untuk lebih dekat dengan masyarakat serta tenaga farmasi setempat, sehingga program-program yang dijalankan dapat lebih efektif.

PAFI di daerah juga berperan sebagai jembatan antara tenaga farmasi dan masyarakat, khususnya dalam menyebarkan informasi terkait perkembangan terbaru di dunia farmasi, serta memberikan edukasi tentang penggunaan obat yang aman dan benar.

Dengan kehadirannya di berbagai daerah, PAFI dapat menyesuaikan program-programnya sesuai dengan kebutuhan lokal, sehingga lebih tepat sasaran.

Peningkatan Kompetensi Tenaga Farmasi

PAFI menyadari bahwa untuk memastikan ketersediaan obat berkualitas, kompetensi tenaga farmasi harus terus ditingkatkan. Oleh karena itu, organisasi ini rutin menyelenggarakan berbagai pelatihan, seminar, dan lokakarya yang bertujuan untuk memerbarui pengetahuan para apoteker dan asisten apoteker tentang perkembangan terbaru dalam dunia farmasi. Pengetahuan yang terus diperbarui ini sangat penting, terutama dalam menghadapi tantangan globalisasi dan inovasi teknologi di bidang kesehatan.

Selain itu, PAFI juga berperan dalam mengawasi praktik kefarmasian, sehingga apoteker dan tenaga kesehatan lainnya dapat menjalankan perannya secara profesional dan sesuai dengan standar yang berlaku.

Dengan pengawasan yang baik, diharapkan setiap pelayanan kefarmasian yang diberikan kepada masyarakat dapat berjalan optimal, serta obat-obatan yang diresepkan atau diberikan memiliki kualitas yang terjamin.

Edukasi kepada Masyarakat

Tidak hanya berfokus pada tenaga farmasi, PAFI juga aktif dalam mengedukasi masyarakat tentang pentingnya memilih obat yang berkualitas. Edukasi ini dilakukan melalui berbagai kampanye, seminar, serta publikasi di media sosial dan situs resmi PAFI di berbagai daerah. Salah satu fokus utama dalam edukasi ini adalah menjelaskan risiko penggunaan obat palsu atau obat yang tidak sesuai standar.
Dalam edukasi yang dilakukan, PAFI juga mengajak masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam membeli obat, khususnya obat-obatan yang dibeli secara online. Meskipun kemudahan pembelian obat melalui platform digital semakin luas, penting untuk memastikan bahwa obat tersebut berasal dari sumber yang terpercaya dan terdaftar secara resmi.

Edukasi yang diberikan oleh PAFI bertujuan agar masyarakat lebih memahami bagaimana mengenali obat berkualitas, membaca label dengan benar, serta memastikan bahwa obat yang dikonsumsi memiliki izin edar dari BPOM. Langkah ini sangat penting untuk menghindari potensi bahaya dari obat-obatan yang tidak memenuhi standar kualitas.

Kolaborasi dengan Berbagai Pihak

PAFI juga bekerja sama dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun swasta, untuk memastikan bahwa masyarakat dapat dengan mudah mengakses obat berkualitas. Salah satu bentuk kerjasama yang dijalankan adalah dengan apotek dan rumah sakit. Dalam hal ini, PAFI turut memastikan bahwa distribusi obat di apotek dan fasilitas kesehatan lainnya dilakukan dengan baik dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Selain itu, PAFI juga berperan dalam memberikan masukan kepada pemerintah terkait kebijakan yang berhubungan dengan peredaran obat. Organisasi ini aktif dalam memberikan rekomendasi terkait regulasi yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas serta ketersediaan obat di Indonesia, terutama di wilayah yang sulit dijangkau.

Tantangan dan Harapan ke Depan

Meskipun PAFI telah berperan aktif dalam meningkatkan akses masyarakat terhadap obat berkualitas, tantangan ke depan masih banyak.

Salah satu tantangan terbesar adalah distribusi obat ke wilayah terpencil yang sering kali terhambat oleh infrastruktur yang kurang memadai.

Selain itu, maraknya peredaran obat palsu juga masih menjadi ancaman serius bagi masyarakat.

Namun demikian, PAFI optimis bahwa dengan kerjasama yang baik antara pemerintah, tenaga farmasi, serta masyarakat, tantangan-tantangan ini dapat diatasi. Ke depan, PAFI berharap dapat terus memperluas jangkauannya, meningkatkan kualitas tenaga farmasi, serta memperkuat edukasi kepada masyarakat agar semakin banyak orang yang sadar akan pentingnya menggunakan obat-obatan yang berkualitas.

Sebagai organisasi yang berfokus pada dunia farmasi, PAFI memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa setiap obat yang beredar di masyarakat memiliki kualitas yang sesuai dengan standar yang berlaku.

Baca Juga: Profil 4 Perusahaan Farmasi Tersangka Kasus Gagal Ginjal Akut, Ada yang Berdiri dari 1985

Dengan keterlibatannya di berbagai daerah, termasuk Gunung Kidul, PAFI berupaya agar setiap lapisan masyarakat, baik di kota maupun di desa, memiliki akses yang sama terhadap obat-obatan yang aman dan berkualitas.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.