Meluruskan Mitos Kanker: Kopi, Kuku, dan Kebiasaan Rebahan

AKURAT.CO Kanker sering kali menimbulkan ketakutan bagi banyak orang, dan tak jarang pula mitos seputar penyakit ini bermunculan.
Dokter spesialis penyakit dalam hematologi onkologi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, DR. dr. Andhika Rachman Sp.PD-KHOM, berupaya meluruskan beberapa mitos yang berkembang di masyarakat mengenai kanker, salah satunya tentang konsumsi kopi yang dikatakan dapat mencegah kematian akibat kanker.
"Kopi tidak secara langsung menjadi obat anti-kanker, namun minum tiga gelas sehari dapat membantu menjaga kesehatan jantung, karena kopi memiliki kandungan antioksidan yang tinggi," jelas Andhika dalam keterangan persnya, Minggu (29/9/2024).
Baca Juga: Tim Pemenangan RIDO Capai 493 Orang, Ada Ahmad Dhani hingga Legenda Persija Hamka Hamzah
Ia menambahkan, meskipun kopi bukanlah obat utama untuk kanker, minuman ini memiliki sifat anti-inflamasi dan antioksidan.
Namun, penting juga untuk memastikan bahwa pasien yang mengonsumsi kopi tidak memiliki masalah tekanan darah tinggi atau gangguan lambung.
Selain mitos tentang kopi, Andhika juga menyinggung mitos yang menyebutkan bahwa kondisi kuku bisa mendeteksi keberadaan kanker.
Menurutnya, kuku dapat digunakan untuk melihat tanda-tanda anemia, menggambarkan kondisi metabolisme seseorang, dan mengetahui kadar kalsium dalam tubuh.
Baca Juga: Akhirnya Buka Keran Gol untuk Timnas Indonesia U-20, Muhammad Ragil Belum Puas
"Garis-garis di kuku menandakan adanya gangguan dalam pembentukan kuku, tetapi tidak dapat langsung dikaitkan dengan kanker, melainkan lebih berhubungan dengan gangguan gizi," ujarnya.
Andhika menambahkan, kuku juga bisa menunjukkan kekurangan oksigen atau chronic hypoxia, yang sering terjadi pada pasien kanker paru-paru.
Tanda khasnya adalah tidak adanya celah saat dua kuku disatukan akibat pembengkakan.
Ia juga mengoreksi mitos bahwa kebiasaan sering rebahan membuat seseorang lebih rentan terkena kanker pankreas.
Menurutnya, kanker pankreas biasanya berkembang setelah adanya masalah metabolik yang disebabkan oleh kebiasaan malas bergerak.
Baca Juga: Atasi Masalah Perundungan di Sekolah, Ridwan Kamil-Suswono Akan Hadirkan Aplikasi Stopper
"Orang yang terlalu sering rebahan tidak menyebabkan kanker secara langsung, namun kurangnya aktivitas fisik dapat menyebabkan obesitas, perlemakan hati, dan masalah metabolik lainnya. Ini bisa memicu kanker, tetapi tidak hanya kanker pankreas, melainkan kanker secara umum. Jadi, rebahan bukan penyebab langsung kanker," jelasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini










