Akurat

Mengenal Penyakit Angin Duduk: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

Rahmat Ghafur | 8 Agustus 2024, 12:00 WIB
Mengenal Penyakit Angin Duduk: Penyebab, Gejala dan Cara Pencegahannya

AKURAT.CO Media sosial baru-baru ini dihebohkan dengan sebuah video yang memperlihatkan seorang sopir Bluebird menyelamatkan temannya yang diduga terkena angin duduk.

Dalam video tersebut, sopir Bluebird berusaha menyelamatkan temannya dengan cara menggosokkan tangan pada bagian kepala.

Baca Juga: Viral Sopir Bluebird Selamatkan Temannya yang Diduga Kena Angin Duduk, Netizen Beri Apresiasi!

Cara ini berhasil, dan temannya berhasil diselamatkan dari kondisi tersebut.

Kejadian ini membuat netizen mengapresiasi sopir Bluebird tersebut yang dengan sigap membantu temannya yang diduga terkena angin duduk.

Angina pectoris atau lebih dikenal angin duduk adalah kondisi medis yang ditandai dengan nyeri dada yang timbul akibat terhambatnya aliran darah yang mengangkut oksigen ke otot jantung.

Angin duduk biasanya sering terjadi pada orang yang menderita penyakit jantung koroner.

Selain itu, kondisi ini biasanya muncul secara tiba-tiba, terutama saat melakukan aktivitas berat yang membuat jantung harus bekerja lebih keras lagi.

Apa Penyebab Angin Duduk?

Penyebab utama angin duduk adalah penyempitan atau penyumbatan arteri koroner yang memasok darah ke jantung.

Penumpukan plak yang mengandung kolesterol pada dinding arteri inilah yang sering menjadi penyebabnya. Faktor lain yang dapat meningkatkan risiko angin duduk antara lain:

- Menderita diabetes, hipertensi (tekanan darah tinggi), atau memiliki kadar kolesterol tinggi
- Memiliki penyakit jantung, seperti kelainan struktur jantung atau pembengkakan jantung
- Kelebihan berat badan atau obesitas
- Kurang berolahraga
- Gaya hidup tidak sehat, seperti konsumsi alkohol berlebihan dan merokok
- Berusia di atas 45 tahun
- Berolahraga tanpa pemanasan terlebih dahulu

Gejala Angin Duduk

Gejala angin duduk yang paling sering dirasakan adalah nyeri pada dada.

Selain itu, ada beberapa gejala lainnya yang perlu diketahui. Berikut ini adalah gejala-gejala angin duduk:

- Pingsan
- Sesak napas
- Keringat dingin
- Nyeri pada dada, biasanya terasa seperti ditekan atau tertimpa benda berat di area dada. Nyeri ini sering kali disertai dengan sensasi terbakar yang menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, dan punggung.
- Mudah merasa lelah sebelum serangan terjadi
- Pusing dan mual

Kapan Harus Segera ke Dokter?

Jika mengalami gejala angin duduk, segera cari bantuan medis. Semakin cepat mendapatkan penanganan, semakin baik hasilnya.

Namun, ada beberapa langkah pertolongan pertama yang bisa dilakukan. Pertama, hentikan aktivitas dan beristirahatlah untuk mengatur napas agar tubuh lebih rileks.

Usahakan untuk berbaring dengan posisi kepala lebih tinggi dari badan.

Jika sudah pernah mengalami angin duduk sebelumnya, minumlah obat yang telah diresepkan oleh dokter untuk meredakan nyeri dada.

Pencegahan Angin Duduk

Untuk mencegah angin duduk, ada beberapa langkah yang bisa diambil dengan menerapkan pola hidup sehat.

Berikut ini adalah pola hidup sehat yang bisa dilakukan untuk mencegah angin duduk:

- Mengonsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang, serta melengkapi menu harian dengan berbagai makanan sehat untuk jantung.
- Berhenti merokok.
- Menghindari konsumsi alkohol berlebihan.
- Menjaga berat badan agar tetap ideal melalui diet yang tepat.
- Berolahraga secara rutin.
- Secara rutin mengontrol tekanan darah.
- Secara teratur memantau kadar kolesterol dan gula darah dalam tubuh.

Baca Juga: Wabah Mpox Meluas di Afrika, Ini Doa Terhindar dari Penyakit Menular

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

R
D