Pentingnya Skrining Serviks Setiap Tahun untuk Selamatkan Ratusan Ribu Wanita dari Kanker

AKURAT.CO Pemeriksaan skrining serviks mungkin bukan hal yang dinanti-nantikan banyak wanita, namun prosedur ini memiliki potensi besar untuk menyelamatkan nyawa.
Dengan adanya tes baru yang lebih praktis, proses ini dapat menjadi jauh lebih mudah. Tes skrining ini menggunakan swab DIY yang dapat dilakukan di rumah, National Health Service (NHS) berencana untuk meluncurkannya di Inggris.
Penelitian oleh King's College London menunjukkan bahwa metode baru ini dapat menjangkau wanita yang sebelumnya tidak menjalani skrining. Jika diterapkan secara luas, diperkirakan satu juta pasien akan menjalani tes setiap tiga tahun di Inggris, meningkatkan jumlah tahunan sebesar 400.000.
Tes ini mendeteksi adanya human papillomavirus (HPV), penyebab utama kanker serviks. Dengan mengidentifikasi HPV, tes ini memungkinkan deteksi dini dan penanganan perubahan sel yang abnormal.
Dikutip dari Metro.co.uk, Selasa (30/7/2024), sayangnya, partisipasi dalam skrining serviks menurun, terutama di kalangan wanita muda.
Uji coba YouScreen, studi terbesar dalam hal ini, menunjukkan hasil yang menjanjikan. Dalam studi ini, wanita menggunakan swab untuk mengambil sampel dari bagian atas vagina mereka, baik di rumah atau di klinik.
Negara-negara seperti Belanda dan Australia telah sukses menerapkan metode ini, hasil studi ini menunjukkan bahwa penerapan serupa di Inggris dapat meningkatkan cakupan skrining dari 69,9 persen menjadi 77,3 persen.
Peneliti utama, Dr. Anita Lim, mencatat bahwa metode ini berhasil menjangkau kelompok yang sebelumnya kurang terlayani, termasuk minoritas etnis dan LGBTQI+. Namun, meski vaksin HPV telah banyak membantu, wanita yang lahir sebelum 1990 masih berisiko tinggi.
NHS kini berencana bekerja dengan Komite Penyaringan Nasional Inggris untuk mengevaluasi peluncuran tes ini secara lebih luas. Sementara itu, penting bagi semua wanita yang menerima undangan untuk skrining serviks untuk mengikuti tes tersebut.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









