Akurat

Bagaimana Cara Kerja SPECT dalam Menghasilkan Gambar dalam Dunia Kesehatan?

Sultan Tanjung | 1 Agustus 2024, 16:40 WIB
Bagaimana Cara Kerja SPECT dalam Menghasilkan Gambar dalam Dunia Kesehatan?

AKURAT.CO Single Photon Emission Computed Tomography (SPECT) adalah teknologi pencitraan medis yang penting dalam diagnosis berbagai penyakit.

Teknologi ini memungkinkan dokter untuk melihat gambaran fungsional dari organ dan jaringan tubuh, sehingga membantu dalam mendeteksi kelainan yang tidak dapat dilihat dengan teknik pencitraan konvensional.

Sebagaimana dikutip dari situs LinkSehat Kemenkes, artikel ini akan menjelaskan cara kerja SPECT dalam menghasilkan gambar, dari prinsip dasar hingga aplikasinya dalam dunia medis, berdasarkan penjelasan dari berbagai jurnal ilmiah dan sumber terpercaya.

1. Prinsip Dasar SPECT 

SPECT bekerja dengan menggunakan radioisotop yang disuntikkan ke dalam tubuh pasien. 

Radioisotop ini adalah zat radioaktif yang memancarkan foton gamma saat mengalami peluruhan.

Setelah disuntikkan, radioisotop akan terdistribusi ke organ atau jaringan target sesuai dengan sifat biokimianya. 

Misalnya, jika ingin memeriksa jantung, radioisotop yang digunakan akan memiliki afinitas khusus untuk jaringan jantung.

2. Proses Pencitraan dengan SPECT

  • Injeksi Radioisotop: Langkah pertama dalam proses SPECT adalah penyuntikan radioisotop ke dalam tubuh pasien. Radioisotop yang umum digunakan antara lain Technetium-99m (Tc-99m) karena memiliki waktu paruh yang relatif singkat dan emisi foton gamma yang ideal untuk pencitraan.
  • Distribusi Radioisotop: Setelah disuntikkan, radioisotop akan beredar dalam darah dan terakumulasi di organ atau jaringan target. Proses ini memerlukan waktu beberapa menit hingga beberapa jam, tergantung pada jenis radioisotop dan organ yang dituju.
  • Deteksi Foton Gamma: Kamera gamma, yang terdiri dari detektor scintillation dan photomultiplier tubes, digunakan untuk mendeteksi foton gamma yang dipancarkan oleh radioisotop di dalam tubuh. Detektor ini ditempatkan di sekitar tubuh pasien dan berputar untuk menangkap sinyal dari berbagai sudut.
  • Rekonstruksi Gambar: Data yang diperoleh dari detektor gamma kemudian diproses oleh komputer untuk merekonstruksi gambar tiga dimensi. Algoritma rekonstruksi, seperti Filtered Back Projection (FBP) atau Iterative Reconstruction, digunakan untuk menghasilkan gambar yang jelas dan akurat.
  • Analisis Gambar: Gambar yang dihasilkan kemudian dianalisis oleh dokter atau ahli radiologi untuk mendeteksi kelainan atau penyakit. Gambar SPECT dapat menunjukkan aktivitas metabolik dan perfusi darah di organ target, sehingga memberikan informasi yang lebih mendalam dibandingkan dengan pencitraan anatomi saja.

3. Aplikasi SPECT dalam Dunia Medis SPECT digunakan dalam berbagai aplikasi medis, termasuk:

  • Diagnosis Penyakit Jantung: SPECT dapat digunakan untuk menilai aliran darah ke jantung dan mendeteksi penyakit arteri koroner.
  • Evaluasi Fungsi Otak: SPECT dapat membantu dalam diagnosis gangguan otak seperti epilepsi, stroke, dan demensia.
  • Deteksi Tumor: SPECT dapat digunakan untuk mendeteksi dan mengevaluasi berbagai jenis tumor, termasuk kanker.

Kesimpulan

SPECT adalah teknologi pencitraan medis yang penting dan canggih, memberikan gambaran fungsional dari organ dan jaringan tubuh yang membantu dalam diagnosis berbagai penyakit.

Dengan menggunakan radioisotop yang memancarkan foton gamma, SPECT dapat menghasilkan gambar tiga dimensi yang jelas dan akurat. Aplikasi SPECT dalam dunia medis sangat luas, mulai dari diagnosis penyakit jantung hingga evaluasi fungsi otak dan deteksi tumor.

Teknologi ini memberikan informasi yang lebih mendalam dibandingkan dengan pencitraan anatomi saja, sehingga sangat berharga dalam praktik medis modern.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.