Apa Itu Virus Oropouche? Ancaman Baru yang Sebabkan Kematian Pertama di Brasil

AKURAT.CO Belakangan ini, masyarakat dunia dihebohkan dengan munculnya virus Oropouche yang disebut sudah menyebabkan kematian pertama di Brasil.
Penyakit dari virus Oropouche berasal dari gigitan nyamuk dan lalat yang terinfeksi virus hingga akhirnya menyebabkan penyakit ini menyebar ke manusia.
Virus Oropouche tersebut sudah mengakibatkan kematian dua wanita di Bahia pada hari Kamis Keduanya tidak memiliki riwayat penyakit bersama sebelumnya dan berusia di bawah tiga puluh tahun.
Di tahun 2024 ini, Kementerian Kesehatan Brasil juga mencatat 7.236 kasus virus Oropouche, yang sebagian besar menyerang di negara bagian Amazonas dan Rondonia.
Baca Juga: Virus Mematikan West Nile Mewabah di Israel, Bukti Konkrit Azab Allah bagi Zionis
Karena gejala yang ditimbulkannya dan penyebarannya yang cepat, virus ini sangat mengkhawatirkan masyarakat dan pemerintah Brasil.
Mengutip berbagai sumber, Senin (29/7/2024), berikut ini penjelasan tentang virus Oropouche yang saat ini jadi perbincangan masyarakat dunia.
Apa Itu Virus Oropouche?
Di Trinidad dan Tobago, virus Oropouche pertama kali ditemukan pada tahun 1955. Namanya berasal dari daerah Oropouche di Trinidad, salah satu daerah saat virus itu pertama kali ditemukan.
Virus Oropouche telah menjadi salah satu penyebab utama wabah demam akut di Amerika Selatan dan Tengah, terutama di wilayah tropis, sejak awal ditemukan.
Baca Juga: Virus West Nile Terus Hantui Israel, Bukti Azab bagi Pembantai Warga Palestina
Dalam beberapa dekade terakhir, kasus virus Oropouche meningkat pesat di Brasil, Peru, Panama, dan negara-negara lain di Amerika Latin.
Wabah terbesar di Brasil terjadi pada tahun 1960-an dan 1980-an, telah membunuh ribuan orang. Sejak saat itu, otoritas kesehatan di daerah tersebut juga sudah memperhatikan perkembangan virus ini.
Gejala Virus Oropouche
Penyebab Virus Oropouche
Virus Oropouche paling sering ditularkan oleh adanya gigitan serangga vektor, terutama nyamuk Culicoides paraensis.
Baca Juga: Virus Polio Menular Terdeteksi di Limbah Gaza, Ribuan Pengungsi Berisiko Terjangkit
Lebih buruknya, virus ini biasanya berkembang biak di daerah berawa, hutan hujan tropis, dan di dekat pemukiman manusia.
Selain nyamuk, virus ini juga ditemukan pada hewan seperti monyet dan burung, yang merupakan reservoir alami virus.
Struktur genom unik pada virus Oropouche memungkinkan virus untuk bereplikasi dengan cepat di dalam sel inang hingga menyebabkan gejala penyakit yang lebih parah.
Jika virus Oropouche yang tersebar di tubuh manusia tidak segera diobati, maka akan berdampak buruk bagi kesehatan hingga kematian.
Maka dari itu, yang bisa dilakukan masyarakat saat ini adalah istirahat yang cukup, kemudian memastikan tubuh terhidrasi yang baik, serta mendapatkan pengawasan medis untuk memantau perkembangan gejala dan mencegah komplikasi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK








