Akurat

Mikroplastik Ditemukan di Penis, Ancaman Baru bagi Kesuburan Pria?

Petrus C. Vianney | 24 Juni 2024, 19:45 WIB
Mikroplastik Ditemukan di Penis, Ancaman Baru bagi Kesuburan Pria?

AKURAT.CO Para ilmuwan telah menemukan mikroplastik di jaringan penis manusia untuk pertama kalinya, menimbulkan kekhawatiran mengenai dampaknya pada kesehatan seksual.

Studi yang diterbitkan di jurnal Nature IJIR ini meneliti sampel dari enam pria yang menjalani operasi disfungsi ereksi. Hasilnya, mikroplastik ditemukan di 80 persen sampel tersebut.

Penelitian yang dipimpin oleh Dr. Ranjith Ramaswamy ini mengidentifikasi tujuh jenis mikroplastik, termasuk polietilen tereftalat dari kemasan makanan dan polipropilen dari botol plastik.

"Kami mengidentifikasi mikroplastik di penis pria dengan disfungsi ereksi, yang tidak normal ditemukan di penis," kata Dr. Ramaswamy, dikutip dari Metro.co.uk, Jumat (21/6/2024).

Mikroplastik, partikel plastik kecil yang berukuran kurang dari lima milimeter, telah ditemukan di berbagai bagian tubuh manusia seperti jantung dan pembuluh darah. Mereka dapat masuk ke tubuh melalui konsumsi, inhalasi, atau kontak kulit dan diketahui dapat menyebabkan efek toksik.

Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa mikroplastik dapat menurunkan jumlah dan kualitas sperma, yang berkontribusi pada penurunan kesuburan pria secara global. Para peneliti menekankan perlunya penelitian lebih lanjut untuk memahami sejauh mana mikroplastik mempengaruhi kesehatan seksual pria.

Sampel jaringan yang dianalisis dalam penelitian ini berasal dari pasien yang menjalani operasi prostesis penis tiup. Menggunakan mikroskop inframerah dan elektron, para ilmuwan menemukan mikroplastik berukuran antara 20 hingga 500 mikrometer di sebagian besar sampel.

Mereka menyatakan bahwa peningkatan aliran darah dan ekspansi jaringan selama ereksi bisa membuat penis lebih rentan terhadap penumpukan mikroplastik.

Temuan ini semakin memperkuat kekhawatiran tentang dampak mikroplastik terhadap lingkungan dan kesehatan manusia.

Dengan produksi plastik yang terus meningkat sejak 1950-an dan fakta bahwa plastik membutuhkan waktu ratusan tahun untuk terurai, masalah ini menjadi semakin mendesak.

Para peneliti berharap studi lebih lanjut dapat mengungkap lebih banyak tentang hubungan antara paparan mikroplastik dan masalah kesehatan seksual seperti disfungsi ereksi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.