Kerap Muncul di Media Sosial, Apa Itu Law of Attraction dan Bagaimana Cara Menerapkannya

AKURAT.CO Warganet kerap membahas tentang law of attraction (LOA) di platform media sosial.
Hukum tarik-menarik sering dikonseptualisasikan sebagai keyakinan bahwa pikiran merupakan bentuk energi yang mengikuti prinsip tarik-menarik.
Banyak yang menghubungkan hukum ini dengan kesuksesan atau kegagalan seseorang dalam mencapai tujuan hidup mereka.
Dalam penjelasan dari Very Well Mind, hukum tarik-menarik, atau yang dikenal sebagai law of attraction, adalah suatu filosofi yang menyatakan bahwa pikiran positif memiliki potensi untuk menghasilkan keberhasilan positif dalam kehidupan seseorang.
Sebaliknya, pikiran negatif diyakini dapat membawa dampak negatif pada kehidupan. Prinsip dasar dari law of attraction adalah bahwa energi pikiran seseorang dapat mempengaruhi kemampuan mereka 'menarik' hal-hal yang diinginkan.
Baca Juga: 6 Efek Kurang Tidur, Dapat Mempengaruhi Kesehatan Mental
Bagaimana Cara Menerapkan Law of Attraction
Meskipun tidak terbukti secara ilmiah, konsep berpikir positif yang sesuai dengan prinsip law of attraction dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kenyataannya, sikap positif, seperti optimisme, memang memiliki dampak positif pada kesehatan mental.
Berdasarkan penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Clinical Practice and Epidemiology in Mental Health pada tahun 2010, ditemukan bahwa individu dengan pola pikir positif memiliki risiko lebih rendah untuk mengalami depresi atau gangguan kecemasan.
Berikut beberapa cara untuk menerapkan law of attraction pada kehidupan sehari-hari.
1. Berpikir positif
Prinsip dasar dari menerapkan law of attraction adalah dengan fokus pada pemikiran yang positif. Keyakinan dalam hukum tarik-menarik menyatakan bahwa kita dapat mencapai tujuan yang diinginkan melalui sugesti positif.
Konsep ini bekerja dengan cara menarik pikiran yang sejalan dengan diri kita sendiri. Oleh karena itu, menjaga pikiran positif menjadi hal yang krusial dalam mewujudkan hukum tarik-menarik.
2. Menjauh dari hal negatif di media sosial
Teori LOA meyakini bahwa sikap positif dapat dipengaruhi oleh lingkungan yang bersifat positif. Oleh karena itu, penting bagi individu untuk menghindari aspek-aspek negatif, termasuk yang ada di dunia maya.
Salah satu langkah yang dapat diambil adalah dengan memblokir beberapa akun yang memiliki konten negatif di media sosial.
Contohnya, berhenti mengikuti dan menonton konten akun-akun yang cenderung membuat konten provokatif, berisi kebencian, menggunakan kata-kata kasar dan sejenisnya.
3. Menghentikan interaksi dengan orang negatif
Setiap orang memiliki kuasa atas dirinya sendiri untuk menghindari berbicara dengan orang yang membahas hal-hal negatif.
Jika situasinya tidak memungkinkan untuk menghindari percakapan semacam itu, praktikkanlah self talk positif. Tujuannya adalah agar energi positif dalam diri dapat ditingkatkan.
4. Persiapan dalam menghadapi kesulitan
Sebelum terlibat dalam situasi atau percakapan yang sulit, berilah diri sendiri waktu sejenak untuk mempersiapkan suasana hati. Hal ini dapat dilakukan melalui praktik meditasi singkat dengan fokus pada teknik pernapasan.
Baca Juga: Ada Fitur Kesehatan Mental Hingga Sleep Monitoring Di Huawei WATCH FIT SE
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Kenapa Massa Geruduk Rumah Doa GKPI Tangerang? Ini Kronologi dan Duduk Perkaranya
- 3Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 6Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK







