Akurat

Marak Kasus Bunuh Diri Pada Mahasiswa, Ini Penyebab Dan Cara Mencegahnya

Syifa Ismalia | 16 Oktober 2023, 11:28 WIB
Marak Kasus Bunuh Diri Pada Mahasiswa, Ini Penyebab Dan Cara Mencegahnya

AKURAT.CO Kasus bunuh diri di kalangan mahasiswa menjadi fenomena yang memprihatinkan dan perlu mendapatkan perhatian serius.

Beberapa kasus bunuh diri mahasiswa terjadi di Indonesia dalam beberapa waktu terakhir. Dilansir dari berbagai sumber, pada bulan Oktober 2023 saja, sudah terjadi tiga kasus dugaan bunuh diri mahasiswa di Indonesia. Fenomena ini menjadi perhatian serius karena angka bunuh diri di Indonesia terus meningkat.

Pada periode Januari-Juni 2023, Polri melaporkan bahwa terdapat 663 kasus bunuh diri di Indonesia. Angka ini meningkat sebesar 36,4% dibandingkan periode yang sama pada tahun 2021 (486 kasus).

Penyebab Bunuh Diri Mahasiswa

Banyak faktor yang dapat menyebabkan mahasiswa melakukan bunuh diri. Beberapa faktor penyebab bunuh diri mahasiswa antara lain:

  • Masalah keluarga
  • Masalah asmara
  • Masalah kuliah
  • Masalah pertemanan
  • Tekanan tugas kuliah
  • Kesehatan mental yang buruk

Penyebab bunuh diri biasanya terjadi karena kecemasan berlebihan dan depresi yang luar biasa pengaruhnya. Banyak kasus bunuh diri bermula dari depresi yang tidak menemukan jalan keluar, baik itu karena masalah asmara, keluarga, kuliah, atau pertemanan.

Baca Juga: Fakta Terbaru Mahasiswi Unnes Bunuh Diri Di Mal Paragon Semarang

Cara Mencegah Bunuh Diri Mahasiswa

Berikut adalah beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kasus bunuh diri mahasiswa dilansir dari berbagai sumber.

1. Mendengarkan

Langkah pertama yang dapat dilakukan oleh keluarga dan orang sekitar adalah dengan mendengarkan. Jika tidak dapat memberikan solusi atas masalah seseorang, maka mendengarkan saja sudah cukup. Hal ini dapat membantu mengurangi beban pikiran yang dirasakan oleh mahasiswa.

 

2. Meningkatkan kesadaran dan kepedulian

Orang sekitar juga dapat meningkatkan kesadaran dan kepedulian terhadap mahasiswa yang mungkin mengalami masalah kesehatan mental. Hal ini dapat membantu mahasiswa merasa lebih dihargai dan dihormati.

3. Jangan menganggap sepele

Orang sekitar juga perlu menghindari menganggap sepele ketika mahasiswa mengungkapkan keinginannya untuk bunuh diri. Ungkapan tersebut dapat menjadi cara mahasiswa untuk mencari pertolongan.

Baca Juga: Kronologi Siswa SMP Di Cengkareng Tewas Setelah Jatuh Dari Lantai 4

4. Peran kampus dalam melindungi mahasiswa

Peran kampus dalam melindungi mahasiswa dapat membantu mencegah kasus bunuh diri. Kampus dapat memberikan dukungan dan bantuan kepada mahasiswa yang mengalami masalah kesehatan mental.

5. Mengenali tanda-tanda bunuh diri

Orang sekitar juga perlu mengenali tanda-tanda bunuh diri pada mahasiswa seperti merasa terjebak atau putus asa karena situasi yang sedang dihadapi, mengonsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang, pola makan dan tidur yang berubah, melakukan hal-hal berisiko atau merugikan diri sendiri, membereskan urusan-urusan yang belum selesai secara tiba-tiba, mengucapkan selamat tinggal kepada orang-orang di sekitar, dan mengalami kecemasan dan kegelisahan akut.

6. Dekati dan pahami kondisinya

Jika orang sekitar mendapati mahasiswa yang memperlihatkan tanda-tanda bunuh diri, maka langkah selanjutnya adalah mendekati dan memahami kondisinya. Ajak berbicara dan cari tahu apa yang sedang terjadi dalam hidupnya. Hal ini dapat membantu mahasiswa merasa didengar dan dihargai.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

S
R