Akurat

Pernyataan dr. Richard Lee Soal BPA Dikritisi Pegiat Media Sosial

Herry Supriyatna | 1 Oktober 2023, 20:42 WIB
Pernyataan dr. Richard Lee Soal BPA Dikritisi Pegiat Media Sosial

AKURAT.CO Baru-baru ini, dr. Richard Lee melalui akun media sosialnya mengkritisi merek galon air minum terbesar di Indonesia yang diduga mengandung BPA. Namun, kritikan tersebut dianggap sebagai hal yang tidak berkaitan dengan profesi Richard Lee sebagai ahli kecantikan.

Salah satu yang mengkritisi pernyataan Richard Lee adalah Saddam Husein. Pegiat sejarah sekaligus aktivis sosial media tersebut menilai, apa yang disampaikan influencer skincare itu hanyalah perang dagang semata.

“Perang antar brand air minum kok makin jorok ya. Si Richard kayak menggiring opini sambil terang-terangan nunjukin produk yg dia serang terus di thumbnail jg disebut nama brand nya. Soal narasi BPA galon mah kita udah sama2 tau ada urusan persaingan bisnis antar 2 brand air minum kemasan yg lagi bertarung. Tp model marketing brand dgn cara black campaign begini gak elegan dan mendidik. Terus kalau dibiarkan akan jadi preseden buat campaign lain,” ujar Saddam melalui akun Instagramnya, @mazzini.gsp, dikutip Minggu (1/10/2023).

Baca Juga: Mengenal Sosok Derlin, Dianggap Layak Dapat Beasiswa Dari Dokter Richard Lee

Aktivis influencer yang memiliki 316 ribu lebih follower ini mengatakan, Richard Lee berulang kali memention isu BPA pada air minum galon dikaitkan dengan masalah janin, kanker dan berbagai penyakit degeneratif.

“Richard aja katanya minum air galon dari dia kecil, tp sampe sekarang sehat2 aja Narasi hoaxnya karena sampai sekarang belum ada bukti riset,” tambah akun @mazzini.gsp lagi dalam postingannya.

Saddam juga menyayangkan isi konten dr. Richard yang hanya menayangkan satu brand produk tertentu saja.

“Di kontennya si richard ngomongin isu cemaran BPA pada galon berbahan polikarbonat dengan langsung merujuk 1 brand. Padahal produsen air minum yg punya produk galon kan banyak brand, bahkan mayoritas pada pakai galon berbahan polikarbonat. Anak Twitter sih udah tau maenan isu ini,” ucapnya dalam postingan berikutnya.

Dia melihat narasi bahaya BPA di konten influencer skincare baru-baru ini terindikasi bermotif komersil.

“Narasi bahaya BPA di kontennya si richard terindikasi bermotif komersil dan menciptakan iklim persaingan usaha yg gak sehat. Terus mau dibawa kemana persaingan usaha di Indonesia kalau marketingnya pake modelan black campaign gini?” tambahnya lagi di postingan selanjutnya.

Baca Juga: Dokter Richard Lee Kembali Tegur Artis Promosi Obat Diet Dengan Kandungan Bahan Berbahaya

Dia juga heran kenapa pemerintah dan lembaga-lembaga terkait  mendiamkan saja terkait perang dagang ini. “Capek tau liat perang brand gini. Regulator macam @BPOM_RI @KemenkesRI @Kemenperin dan @KPPU kok diam? mewajarkan tindakan perang gini? Dampaknya ke depan iklim investasi jadi rusak karena orang mau usaha digaduhin mulu sama “preman2 lokal”.

Aktivis influencer lainnya yang juga mengkritisi isi konten Richard adalah Husin Alwi melalui akun media sosialnya @HusinShihab. “Ini buzzer baru gasepai! Emang ada-ada aja kelakuan buzzer #buzzersekalipakai. Pakai hestek #serunyabelajar tapi isinya konten bayaran. Perang galon ini tak lepas dari persaingan bisnis, antara galon guna ulang dan galon sekali pakai. Dari dulu uda gitu-gitu aja!” cuitnya.

Dia mengatakan, apa yang disampaikan influencer skincare itu sangat mendiskreditkan salah satu merek air minum dalam kemasan (AMDK) tertentu dan tanpa disertai hasil penelitian yang konkrit. 

“Saya yakin mayoritas netizen yg ngikutin isu BPA & PET sudah tau kalau ini hanya persaingan bisnis belaka. Ada 1 brand yang produknya pakai galon sekali pakai sedang mencoba merebut pasar. Itu aja masalahnya. Uda kalah saing, jadi apapun dilakukan termasuk sebar hoax!” ucap aktivis influencer yang memiliki 67 ribu lebih pengikut ini.

Menurutnya, isu BPA ini masih menjadi perdebatan di kalangan praktis kesehatan. “Perlu diingat urusan BPA ini masih jadi perdebatan para praktisi kesehatan dunia. Dan di kehidupan sehari-hari, BPA tidak hanya ada di botol air minum saja. Dari barang elektronik sampai kertas struk kasir mengandung BPA,” lanjutnya lagi pada postingan berikutnya.

Sebelumnya, Pakar Polimer Institut Teknologi Bandung (ITB), Ir. Akhmad Zainal Abidin, M.Sc., Ph.D mengatakan bahwa semua unsur pembentuk bahan kemasan makanan dan minuman itu berbahaya bagi kesehatan manusia. Dia mencontohkan kemasan PET yang mengandung EG dan DEG, PC mengandung BPA, PVC mengandung PCM, bahkan kertas ada juga yang mengandung unsur berbahayanya.  “Zat-zat kimia itu semua harus sama-sama diamankan, sehingga masyarakat terbebas dari hal-hal yang berbahaya,” ucapnya.

Baca Juga: Bahaya Kesehatan Yang Harus Diwaspadai Akibat BPA Polycarbonat

Untuk plastik misalnya, menurut Zainal, sebenarnya yang berbahaya itu bukan plastiknya melainkan bahan lain yang bukan plastik yang ada di dalam plastik itu. 

“Itu kan sebenarnya bahan baku, cuma tidak 100 persen bahan bakunya terproses. Jadi ada yang tersisa. Nah, yang tersisa itu dibatasi jumlahnya supaya masih aman. Jadi, baik di plastik PET maupun PC pasti ada sisa-sisa bahan bakunya yang tidak terproses 100 persen. Karenanya, semua kemasan plastik ini harus diperlakukan sama,” katanya.

Anggota Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI), Hermawan Seftiono, juga menyampaikan jika tidak ada pengawasan yang berimbang terhadap semua kemasan plastik, itu bisa membuat polemik tidak hanya di masyarakat tapi juga di kalangan ilmuwan dan juga pakar-pakar terkait.

“Ini bisa berbahaya karena dikhawatirkan masyarakat nantinya akan menganggap kemasan yang satu lebih aman dibanding yang lain. Padahal, di semua kemasan plastik itu ada zat berbahayanya seperti asetaldehid, antimon, etilen glikol, dietilen glikol, BPA, dan lain-lain,” ucapnya.[]

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.