Akurat

Gejala Virus Nipah Dan Cara Mencegah Penularannya

Eko Krisyanto | 24 September 2023, 14:40 WIB
Gejala Virus Nipah Dan Cara Mencegah Penularannya

 

AKURAT.CO Baru-baru ini, virus Nipah kembali muncul di negara bagian Kerala, India. 

Penyakit ini telah mewabah empat kali di Kerala sejak 2018. Kala itu, sebanyak 21 dari 23 orang yang terinfeksi virus ini, meninggal dunia.

Selanjutnya, pada 2019 dan 2021, virus ini kembali merenggut dua nyawa. 

Baca Juga: Picu Kematian, Kenali Gejala-gejala Virus Nipah

Virus Nipah atau NiV merupakan virus yang menyebar dari hewan ke manusia atau zoonosis.

Virus ini diketahui menyebar melalui kelelawar. Namun, bisa juga dari perantara babi, kambing, kuda, bahkan kucing, mengutip Cleveland Clinic.

Penularan virus ini melalui kontak cairan tubuh, makanan yang telah terkontaminasi, hingga kontak dekat dengan seseorang yang terpapar virus Nipah. Tak bisa dianggap remeh, Centers for Disease Control and Prevention mencatat tingkat kematian yang terjadi pada 40-75 persen dari seluruh kasus. 

Lebih lanjut, virus Nipah pertama kali ditemukan pada 1999 dan menyebabkan 100 kematian di Malaysia serta Singapura. Wabah ini terjadi hampir setiap tahun di beberapa wilayah Asia, terutama Bangladesh dan India.

Baca Juga: 5 Fakta Virus Nipah, Dapat Menular Lewat Makanan Yang Terkontaminasi

Menurut CDC, gejala virus Nipah yang muncul pada awal penularan dapat meliputi beberapa hal berikut: 

  • Demam

  • Sakit kepala

  • Batuk

  • Sakit Tenggorokan

  • Sulit bernapas

  • Muntah

Pada kondisi lebih serius, infeksi virus Nipah juga dapat menunjukkan gejala lain, seperti:

  • Disorientasi, mengantuk, atau kebingungan

  • Kejang

  • Pembengkakan otak atau ensefalitis

Masa Inkubasi Gejala Virus Nipah

Menurut CDC, gejala virus Nipah biasanya dapat muncul dalam 4-14 hari setelah terpapar virus. Seseorang yang terinfeksi mungkin akan mengalami sakit kepala dan demam selama 3-14 hari. Dalam waktu tersebut, beberapa juga melaporkan tanda penyakit pernapasan yang meliputi batuk, sakit tenggorokan dan kesulitan bernapas. 

Fase pembengkakan otak atau ensefalitis juga mungkin terjadi. Kondisi tersebut dapat ditandai dengan kantuk, disorientasi, dan kebingungan yang dapat berkembang menjadi koma dalam waktu 24-48 jam.

Virus Nipah dapat menular melalui cairan tubuh, termasuk liur, kotoran, kencing, dan darah. Gejala virus Nipah juga dapat muncul setelah seseorang menghirup droplet dari orang yang terinfeksi.  

Sejauh ini, belum ada antivirus dan vaksin yang dapat mengobati virus Nipah. Apabila infeksi terjadi, maka pengobatan terdiri dari pengelolaan gejala. Termasuk minum banyak air, istirahat cukup, hingga konsumsi obat untuk meredakan mual atau gejala lainnya.

World Health Organization (WHO) menyarankan beberapa langkah untuk membantu mencegah penularan virus Nipah. Berikut uraiannya:

  • Batasi akses dengan kelelawar atau hewan lain yang mungkin terinfeksi virus. Gunakan sarung tangan, masker, dan pelindung lain untuk menghindari kontak langsung

  • Batasi kontak langsung dengan individu yang terinfeksi virus Nipah. Jika harus melakukan perawatan untuk mereka, gunakan perlindungan seperti masker dengan standar khusus

  • Sering-sering mencuci tangan menggunakan sabun

  • Hindari mengkonsumsi buah-buahan yang ada tanda gigitan kelelawar. (Ridho Hatmanto)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
W
Editor
Wahyu SK