Apa Itu Virus Nipah Yang Melanda Kerala, India? Sekolah Dan Kantor Diisolasi

AKURAT.CO, Dua orang dilaporkan tewas akibat virus Nipah langka dan mematikan di negara bagian Kerala, India. Salah satu kematian terjadi di awal bulan ini dan yang lainnya terjadi pada 30 Agustus, keduanya berasal dari Distrik Kozhikode.
Selain itu dua kerabat korban juga dinyatakan positif virus tersebut dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit. Ini menjadi kali keempat wabah Nipah dilaporkan di Kerala, terakhir di tahun 2018. Lantas apa sebenarnya virus Nipah ini? Simak selengkapanya.
Baca Juga: 8 'Virus Zombie' Ini Berpotensi Akan Bangkit Kembali Akibat Pemanasan Global
Apa Itu Virus Nipah?
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia, infeksi virus Nipah merupakan penyakit zoonosis yang ditularkan dari hewan seperti babi dan kelelawar ke manusia. Selain itu virus juga bisa ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi dan melalui kontak dengan orang yang positif terinfeksi.
Virus nipah pertama kali terindentifikasi pada 1999, saat terjadi wabah penyakit yang dialami peternak babi dan mereka yang pernah kontak dekat dengan binatang. Virus ini ditemukan di Malaysia dan Singapura yang kemudian menjadi wabah yang sporadis.
Penyebaran di Asia Tenggara sebelumnya terjadi ketika warga memanen sawit terinfeksi melalui kelelawar. Korban pertama merupakan warga asli Desa Maruthonkara, lokasinya dekat hutan yang dihuni sejumlah spesies kelelawar.
Saat wabah nipah pada 2018, kelelawar buah dari wilayah yang sama saat diperiksa juga positif mengandung virus tersebut. Di Kerala, wabah pertama sebanyak 21 dari 23 orang yang terinfeksi meninggal. Pada wabah 2019 dan 2021 menyebabkan dua orang meninggal.
Pada sebagian kasus, orang yang tertular tidak menunjukkan gejala. Namun, pada kasus lainnya tanda-tanda gangguan pernapasan akut menjadi gejala yang ditimbulkan. Bahkan pada kondisi yang serius, infeksi Nipah menyebabkan ensefalitis janin suatu kondisi serius yang mempengaruhi otak.
Tingkat Kematian Akibat Virus Nipah Tergolong Tinggi
Mengutip laman The Indian Express, infeksi virus Nipah dapat menyebabkan penyakit ringan hingga berat. Pada kondisi yang serius, virus bisa memicu pembengkakan besar di otak (ensefalitis) dan dapat menyebabkan kematian.
Gejala infeksi bisa muncul mulai empat hari hingga dua minggu setelah terpapar virus. Pasien biasanya akan mengalami demam dan sakit kepala yang berlangsung selama tiga hari hingga beberapa minggu, disertai gejala penyakit pernapasan seperti batuk, sakit tenggorokan, dan kesulitan bernapas.
Jika penyakitnya telah berkembang menjadi ensefalitis, pasien akan mengalami kantuk, disorientasi, dan kebingungan mental, yang kemudian dapat berkembang dengan sangat cepat hingga koma dalam waktu 1-2 hari
Menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 40-75 persen kasus ini dapat menyebabkan kematian. Meski begitu, tingkat kematian pada wabah tahun 2018 di Kozhikode melebihi 90 persen.
Cara Mencegah Paparan Virus Nipah
Dikutip dari laman Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, berikut adalah beberapa cara pencegahan terhadap paparan virus Nipah.
Pencegahan terhadap penyakit virus Nipah dilakukan utamanya melalui pengendalian faktor risiko yang dapat dilakukan melalui langkah berikut:
● Tidak mengonsumsi nira atau aren langsung dari pohonnya karena kelelawar dapat mengontaminasi sadapan aren/nira pada malam hari. Oleh karenanya, perlu dimasak sebelum dikonsumsi.
● Cuci & kupas buah secara menyeluruh.
● Buang buah yang ada tanda gigitan kelelawar.
● Hindari kontak dengan hewan ternak (seperti babi, kuda) yang kemungkinan terinfeksi virus Nipah. Apabila terpaksa harus melakukan kontak, maka menggunakan APD.
● Bagi petugas pemotong hewan, sarung tangan dan pelindung diri harus digunakan sewaktu menyembelih atau memotong hewan yang terinfeksi virus Nipah. Hewan yang terinfeksi virus Nipah tidak boleh dikonsumsi.
● Konsumsi daging ternak secara matang.
● Bagi tenaga kesehatan dan keluarga yang merawat serta petugas laboratorium yang mengelola spesimen pasien terinfeksi, menerapkan pencegahan dan pengendalian infeksi (PPI) dengan benar.
● Terapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti membersihkan tangan secara teratur, etika bersin.
Hingga saat ini, belum dilaporkan kasus konfirmasi penyakit virus Nipah pada manusia di Indonesia. Akan tetapi, beberapa penelitian atau publikasi telah menemukan adanya temuan virus Nipah pada kelelawar buah (genus Pteropus) pada beberapa negara termasuk Indonesia.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.








