Akurat

Nyeri Sendi? Ini Gejala Asam Urat Yang Sering Terjadi Dan Cara Mengatasinya

Iim Halimatus Sadiyah | 7 September 2023, 18:30 WIB
Nyeri Sendi? Ini Gejala Asam Urat Yang Sering Terjadi Dan Cara Mengatasinya

AKURAT.CO, Penyakit asam urat merupakan salah satu jenis penyakit yang disebabkan adanya radang sendi karena tingginya kadar asam urat dalam darah. Umumnya, gejala asam urat dapat ditandai dengan rasa nyeri di area persendian dan sering disamakan dengan sakit rematik.

Biasanya, penderita asam urat kebanyakan adalah pria yang sudah berusia sekitar 30 tahun ke atas. Sedangkan untuk wanita, penyakit ini biasanya menyerang saat fase menopause terjadi. Namun, ada juga yang disebabkan oleh beberapa faktor, seperti keturunan, konsumsi minuman manis atau alkohol, konsumsi obat, atau kondisi medis lainnya.

Mengutip berbagai sumber, Kamis (7/0/2023), berikut ini penjelasan lengkap mengenai gejala asam urat hingga cara mengatasinya yang tepat dan benar.

Baca Juga: 6 Aktivitas Untuk Mencegah Asam Urat, Wajib Kuatkan Otot

Gejala Asam Urat

Jika kamu memiliki gejala yang serupa, sebaiknya langsung konsultasi kepada dokter karena gejalan asam urat tidak bisa disepelkan. Gejalan paling umum terjadi yaitu adanya rasa nyeri yang terjadi pada bagian persendian, seperti pergelangan kaki, pergelangan tangan, jari tangan, lutut, dan juga siku.

Berikut ini gejala asam urat yang sering dirasakan banyak orang. Apa saja? Yuk, simak!

1. Rasa Nyeri pada Bagian Persendian

Biasanya, gejala yang pertama ini yaitu rasa nyeri yang diakibatkan oleh kadar asam urat terlalu tinggi dalam darah sehingga terjadi penumpukan kristal asam urat. Rasa nyeri tersebut yang biasanya terjadi pada bagian pergelangan tangan dan kaki, jari tangan, serta lutut dan siku.

2. Munculnya Benjolan pada Bagian Tertentu

Gejala yang paling parah dialami adalah muncul benjolan pada bagian persendian yang disebut dengan thopi. Biasanya, benjolan yang muncul disebabkan kamu yang tidak segera ditangani secara medis sehingga menjadi kronis dan keberadaan benjolan tersebut bisa permanen.

Jika kamu sudah mengalami gejala tersebut, maka besar kemungkinannya dapat merusak sendi dan jaringan lunak di sekitarnya serta merusak kulit yang mengelilingi persendian.

3. Pembengkakan Sendi

Gejala asam urat berikutnya juga cukup sering dialami oleh penderita, yakni terjadi pembengkakan pada bagian sendi atau sinovium. Biasanya, pembengkakan yang terjadi disebabkan meningkatnya volume synovial atau suatu cairan pelumas sendi pada saat bagian sendi tersebut terkena asam urat.

4. Rasa Panas pada Bagian Persendian

Selanjutnya, penderita asam urat juga mengalami gejala peradangan yang tidak nyaman. Bukan hanya pembengkakan atau rasa nyeri, namun penderita juga merasakan rasa panas yang timbul atau hangat pada bagian sendi.

Peradangan yang terjadi bisa dilihat dari sendi yang kemerahan, bertambah bengkak, terasa lunak, dan juga hangat pada bagian tersebut.

5. Rasa Tidak Nyaman Dalam Waktu Lama di Sendi

Gejala terakhir dari asam urat yang dirasakan penderita adalah ketidaknyamanan pada sendi sehingga sulit melakukan aktivitas sehari-hari. Biasanya, rasa tidak nyaman tersebut dapat berlangsung dalam waktu beberapa hari bahkan bisa terjadi hingga berminggu-minggu.

Jika gejala asam urat kembali dirasakan, biasanya jangka waktunya akan berlangsung lebih lama dari sebelumnya. Kamu juga perlu tahu, besar kemungkinannya akan menyerang bagian sendi lainnya.

Cara Mengatasi Asam Urat

Setelah kamu mengetahui sejumlah gejala asam urat yang dialami oleh penderita, ada juga cara mengobati asam urat sementara sehingga kamu bisa beraktivitas. Namun jika asam urat tetap berlangsung, ada baiknya untuk konsultasi kepada dokter agar mendapatkan pengobatan yang tepat.

1. Perbanyak Konsumsi Makanan Tinggi Vitamin C

Makanan yang mengandung vitamin C dapat dikonsumsi oleh penderita asam urat dan mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Namun, kamu juga perlu hati-hati karena vitamin C tidak bisa dikonsumsi sembarangan jika kamu memiliki penyakit medis lainnya.

Makanan yang mengandung vitamin C juga harus kamu konsultasikan kepada dokter agar lebih jelas, mana yang boleh dan tidak boleh dikonsumsi.

2. Minum Air Putih

Seperti yang diketahui, minum air putih memiliki banyak manfaat yang baik bagi tubuh. Salah satunya adalah mengurangi pembengkakan yang terjadi pada bagian sendi, akibat asam urat.

Selain itu, mengonsumsi cairan bening lainnya seperti air kaldu atau herbal juga mampu mengurangi gejala asam urat yang dirasakan. Ada baiknya kamu minum air putih setiap hari dan mengurangi minuman manis karena tidak baik untuk penderita asam urat.

3. Rutin Berolahraga

Olahraga yang dilakukan secara teratur dan rutin juga mampu menurunkan kadar asam urat dalam darah. Cobalah ubah pola hidup sehat dengan aktif berolahraga dan bergerak setiap hari agar meminimalisir gejala asam urat.

Namun, perlu diketahui penderita, saat asam urat sedang kambuh tidak disarankan untuk olahraga karena menyebabkan nyeri sendi yang semakin parah.

4. Hindari Makanan Tinggi Purin

Makanan yang mengandung tinggi purin dapat meningkatkan risiko terkena penyakit asam urat kronis. Purin yang dimaksud yaitu terdapat dalam daging sapi, daging babi, daging rusa, jeroan, ikan sarden, ikan kod, kerang, dan remis. 

Sebagai penderita asam urat, ada baiknya menghindari jenis makanan tersebut karena akan memperburuk kondisi. Tak lupa, kamu juga perlu mengurangi dan menghindari makanan tersebut agar gejala asam urat dapat berkurang.

5. Konsumsi Obat Dokter 

Jika beberapa cara mengatasi asam urat di atas tidak mengubah kondisi kamu, maka sebaiknya meminta resep dokter sebagai cara paling efektif. Obat dokter merupakan cara ampuh dalam menurunkan kadar asam urat dalam darah serta meminimalisir gejala yang terjadi.

Itulah informasi lengkap mengenai gejala asam urat dan juga cara mengatasinya yang benar dan tepat. Jangan sepelekan rasa nyeri pada bagian persendian, karena akan semakin parah jika didiamkan terlalu lama, apalagi tidak ada bentuk pencegahan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.