Benarkah Membaca Di Cahaya Redup Bikin Mata Minus? Ini Penjelasannya

AKURAT.CO Mata minus adalah salah satu kondisi penglihatan yang umum terjadi. Banyak orang yang beranggapan bahwa membaca dalam keadaan cahaya redup merupakan faktor yang menyebabkan mata minus.
Namun, benarkah terlalu sering membaca dalam keadaan gelap dapat menyebabkan mata minus?
Dikutip dari beberapa sumber, Jumat (1/9/2023), berikut penjelasan mengenai apakah faktor penyebab mata minus adalah membaca dalam keadaan gelap.
Benarkah Membaca di Cahaya Redup Bikin Mata Minus?
Cahaya redup mungkin membuat mata sulit fokus, yang dapat menyebabkan kelelahan mata jangka pendek. Tetapi tidak ada bukti ilmiah bahwa membaca dalam kegelapan akan membahayakan mata dalam jangka panjang atau membuat mata menjadi minus.
Namun, membaca dalam kondisi cahaya yang kurang memadai dapat menyebabkan kelelahan mata yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan mata secara keseluruhan.
Sama seperti otot di tubuh lainnya, mata bisa menjadi lemah jika terlalu banyak bekerja. Pekerjaan visual yang menantang, seperti membaca dalam cahaya redup atau gelap menyebabkan mata menjadi lebih cepat lelah dari biasanya.
Beberapa gejala ketegangan mata antara lain mata lelah, sakit kepala, mata gatal, penglihatan kabur, dan peningkatab kepekaan terhadap cahaya.
Dengan demikian, penting untuk membaca dalam cahaya yang cukup untuk mencegah kelelahan mata. Sementara itu, penyebab mata minus atau miopia, menurut ahli meliputi :
1. Faktor genetik
Riwayat keluarga dengan miopia dapat meningkatkan risiko seseorang mengalami kondisi ini. Jika orang tua atau saudara kandung kamu memiliki miopia, maka kamu cenderung lebih rentan.
2. Perilaku dekat yang berlebihan
Aktivitas yang melibatkan fokus dekat, seperti membaca buku atau menggunakan perangkat elektronik, dapat menyebabkan ketegangan pada otot mata dan menyebabkan perubahan bentuk mata.
3. Kurangnya paparan cahaya matahari
Beberapa penelitian menghubungkan kurangnya paparan sinar matahari dengan peningkatan risiko miopia.
Paparan sinar matahari tampaknya berperan dalam mengatur pertumbuhan dan perkembangan mata.
4. Lingkungan sekitar
Pertumbuhan di lingkungan perkotaan yang kurang memiliki akses terhadap alam terbuka dan cahaya matahari dapat berkontribusi pada peningkatan miopia pada populasi tertentu.
5. Ketebalan lensa mata
Miopia terjadi ketika mata memiliki lensa terlalu tebal atau bentuk bola mata yang terlalu panjang, sehingga gambar yang masuk difokuskan di depan retina.
6. Pola penggunaan mata yang tidak seimbang
Terlalu banyak waktu dihabiskan untuk aktivitas dekat, tanpa cukup waktu istirahat atau fokus pada aktivitas di luar ruangan, dapat meningkatkan risiko miopia.
7. Usia pertumbuhan cepat
Miopia seringkali berkembang pesat selama masa pertumbuhan remaja, ketika mata masih dalam tahap perkembangan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









