Sinusitis Akibat Polusi Jakarta, Ini Gejala Dan Cara Pengobatannya

AKURAT.CO, Polusi di Jakarta telah menempati peringkat pertama di dunia. Dilansir dari berbagai sumber, berdasarkan catatan pada rata-rata Juli 2023, konsentrasi PM 2.5 ibu kota ada di angka 10 kali lipat melampaui batas anjuran Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).
Banyak pekerja kantoran yang mengeluh sinusitis kambuh karena terpapar polusi setiap harinya. Sinusitis adalah kondisi ketika rongga udara di dalam tulang wajah, mengalami peradangan. Kondisi ini dapat menyebabkan berbagai gejala yang tidak hanya tidak nyaman, tetapi juga dapat memengaruhi kualitas hidup seseorang.
Gejala Sinusitis
Gejala sinusitis dapat bervariasi dari ringan hingga parah, tergantung pada tingkat peradangan dan durasi kondisi tersebut. Beberapa gejala umum sinusitis meliputi:
1. Hidung Tersumbat
Salah satu gejala paling khas dari sinusitis adalah hidung tersumbat. Peradangan pada dinding sinus dapat menyebabkan pembengkakan dan produksi lendir berlebih, yang menghambat aliran udara melalui hidung.
2. Nyeri Wajah
Rasa nyeri atau tekanan di area wajah, terutama di sekitar hidung, pipi, dan dahi, dapat menjadi tanda adanya peradangan pada sinus.
3. Sakit Kepala
Sinusitis sering dikaitkan dengan sakit kepala, terutama di bagian depan kepala atau di sekitar mata. Sakit kepala ini dapat menjadi lebih buruk ketika membungkuk atau berbaring.
4. Batuk dan Pilek
Peradangan pada sinus juga dapat memicu reaksi sistem pernapasan, termasuk batuk dan pilek.
5. Hilangnya Bau dan Rasa
Beberapa orang dengan sinusitis mengalami hilangnya kemampuan untuk mencium bau dengan benar atau merasakan rasa makanan.
Penyebab Sinusitis
Selain polusi, ada beberapa faktor yang dapat menyebabkan sinusitis. Salah satu faktor utama adalah infeksi virus atau bakteri. Infeksi ini dapat menyebabkan peradangan pada membran sinus dan memicu gejala yang tidak nyaman. Selain itu, faktor-faktor lain yang dapat memengaruhi risiko sinusitis meliputi:
1. Alergi
Alergi terhadap serbuk sari, debu, atau alergen lainnya dapat menyebabkan peradangan pada sinus dan memicu gejala sinusitis.
2. Polusi Udara
Paparan terus-menerus terhadap polusi udara, seperti asap kendaraan atau partikel-partikel berbahaya di udara, dapat merangsang peradangan pada sinus.
3. Pola Hidup
Merokok atau paparan terhadap lingkungan yang berdebu dan kotor juga dapat meningkatkan risiko sinusitis.
Cara Pengobatan Sinusitis
Pengobatan sinusitis bertujuan untuk meredakan gejala, mengatasi peradangan, dan menghilangkan penyebab kondisi ini. Beberapa cara pengobatan yang umum dilakukan meliputi:
1. Obat-obatan
Dokter mungkin meresepkan obat-obatan seperti dekongestan, antihistamin, atau kortikosteroid nasal untuk membantu meredakan hidung tersumbat, peradangan, dan gejala lainnya.
2. Istirahat dan Hidrasi
Istirahat yang cukup dan menjaga tubuh terhidrasi dapat membantu sistem kekebalan tubuh melawan infeksi dan meredakan gejala sinusitis.
3. Pemanasan
Mengompres area wajah dengan handuk hangat atau menggunakan uap hangat dapat membantu mengurangi ketegangan dan peradangan pada sinus.
4. Irrigasi Hidung
Menggunakan larutan garam steril untuk membersihkan dan membilas sinus dapat membantu menghilangkan lendir berlebih dan meredakan gejala.
5. Konsultasi Dokter
Jika gejala sinusitis berlanjut atau memburuk, penting untuk berkonsultasi dengan dokter. Dokter dapat melakukan pemeriksaan lebih lanjut dan memberikan pengobatan yang lebih spesifik sesuai dengan kondisi pasien.
Dalam beberapa kasus yang parah atau kronis, dokter mungkin akan merujuk pasien untuk pemeriksaan tambahan, seperti CT scan sinus. Dalam kasus yang langka, prosedur bedah sinus mungkin diperlukan untuk membersihkan sinus dan mengatasi penyebab yang mendasari.
Pencegahan Sinusitis
Tindakan pencegahan dapat membantu mengurangi risiko sinusitis. Beberapa langkah yang dapat diambil meliputi:
1. Menghindari Alergen
Jika alergi menjadi pemicu sinusitis, menghindari alergen seperti serbuk sari atau debu dapat membantu mencegah peradangan pada sinus.
2. Menjaga Kebersihan Lingkungan
Membersihkan rumah secara teratur dan mengurangi kotoran serta debu di dalam rumah dapat membantu mengurangi risiko sinusitis.
3. Masker Pelindung
Saat berada di daerah dengan polusi udara tinggi, menggunakan masker pelindung dapat membantu mengurangi paparan partikel berbahaya.
4. Merokok
Jika Anda merokok, pertimbangkan untuk berhenti. Merokok dapat merusak saluran pernapasan dan meningkatkan risiko peradangan sinus.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









