Cara Mencegah Penularan TBC pada Anak Menurut Dokter, Ini Langkah Pentingnya

AKURAT.CO Cara mencegah penularan TBC pada anak menjadi perhatian penting di tengah tingginya kasus tuberkulosis di Indonesia.
Dokter spesialis anak menegaskan bahwa pencegahan sejak dini dapat dilakukan dengan membatasi kontak erat, menggunakan masker, hingga memberikan vaksin BCG sesuai jadwal.
Pencegahan penularan tuberkulosis (TBC) pada anak perlu dilakukan secara serius, terutama jika anak berada di lingkungan dengan pasien TBC dewasa yang masih menular.
Dikutip dari Antara News, Selasa (20/02/2026), dokter spesialis anak subspesialis respirologi Dr. dr. Nastiti Kaswandani Sp.A, Subsp.Resp menjelaskan bahwa langkah utama mencegah penularan TBC adalah menghindari kontak erat dengan pasien yang masih dalam masa infeksius.
Baca Juga: Kenali Tanda Awal TBC agar Tidak Terlambat Berobat
"Kalau misalnya anak itu anak sehat, kemudian ada orang dewasa sekitar yang sakit TBC, maka mencegah penularan itu dengan menghindari kontak yang erat," kata Nastiti di Jakarta.
Dokter dari RSUPN Dr. Cipto Mangunkusumo tersebut menegaskan bahwa penularan TBC paling berisiko terjadi pada masa infeksius, yakni sejak pasien belum berobat hingga dua minggu pertama masa pengobatan.
TBC sendiri disebabkan oleh infeksi kuman Mycobacterium tuberculosis yang dapat menyebar melalui droplet saat penderita batuk, bersin, atau berbicara.
Cara Mencegah Penularan TBC pada Anak
1. Gunakan Masker dan Batasi Kontak Dekat
Selain membatasi kontak erat, penggunaan masker menjadi langkah penting untuk mencegah penyebaran kuman TBC.
Menurut Nastiti, masker dapat membantu menahan droplet agar tidak menyebar ke lingkungan sekitar, terutama jika terdapat anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan TBC.
Langkah ini perlu diterapkan secara konsisten di dalam rumah maupun saat berinteraksi langsung dengan anak.
Baca Juga: Cara Menjaga Imun Tubuh Selama Menjalani Pengobatan TBC
2. Penuhi Gizi dan Berikan Vaksin BCG
Upaya pencegahan juga dapat dilakukan dengan memastikan anak mendapatkan asupan gizi yang cukup serta vaksinasi sesuai jadwal.
"Pencegahan juga bisa dilakukan memenuhi gizi, memberikan vaksin TBC antara lain dengan vaksin BCG tidak lama setelah anak lahir," ujar Nastiti.
Vaksin BCG diketahui berperan penting dalam mencegah TBC berat pada anak, terutama pada usia balita.
3. Terapi Pencegahan bagi Anak yang Kontak dengan Pasien TBC
Jika anak balita tinggal serumah atau sering kontak dengan pasien TBC dewasa yang masih infeksius, dokter merekomendasikan pemberian terapi pencegahan.
"Kemudian kalau dia memang anak balita, kemudian ada pasien TBC yang infeksius, maka anak tersebut direkomendasikan untuk mendapat terapi pencegahan," tutur Nastiti.
Ia menjelaskan bahwa langkah ini telah menjadi bagian dari program nasional dan internasional dalam upaya memutus rantai penularan TBC.
Anak yang memiliki riwayat kontak dengan pasien TBC dewasa yang menular dianjurkan mendapatkan obat pencegahan sesuai rekomendasi tenaga medis.
Baca Juga: Tekan Penularan TBC, Kemenkes Perkuat Deteksi Dini Lewat Skrining Massal
4. Peran Keluarga Sangat Penting
Nastiti juga menekankan pentingnya peran keluarga dalam mendukung pengobatan pasien TBC.
Menurut dia, pengobatan TBC membutuhkan waktu yang cukup panjang, minimal enam bulan, sehingga memerlukan pendampingan dari keluarga agar pasien patuh minum obat.
"Apalagi kalau TBC-nya TBC yang berat, maka peran keluarga sangat penting. Membantu untuk selalu mengingatkan jangan lupa minum obatnya, membantu untuk meningkatkan imunitas tubuh yang lain, menyediakan makanan yang bergizi dan tentu suportif dalam hal psikologis sangat penting," kata Nastiti.
Itulah sejumlah langkah penting yang dapat dilakukan untuk mencegah penularan TBC pada anak sejak dini sesuai anjuran dokter.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.









