AKURAT.CO Banyak penderita asam urat yang merasakan serangan nyeri sendi terutama ketika malam hari kadang membuat mereka terbangun dari tidur.
Menurut penelitian, waktu antara tengah malam hingga menjelang pagi (00.00–07.59) adalah periode paling sering terjadinya kambuhnya gejala gout, dengan frekuensi sekitar 2,4 kali lipat dibanding waktu lain.
Baca Juga: 4 Pilihan Obat Herbal Alami yang Bisa Menyembuhkan Asam Urat Paling Ampuh
Beberapa faktor dipercaya menjadi pemicu kekambuhan di malam hari:
1. Penurunan suhu tubuh
Suhu tubuh biasanya lebih tinggi pada siang hari (sekitar 37,5 °C), sedangkan di malam atau dini hari dapat menurun hingga sekitar 36,4 °C. Kondisi dingin ini memungkinkan kristal asam urat lebih mudah terbentuk dan menumpuk di sendi, yang kemudian memicu rasa nyeri.
2. Kekurangan cairan (dehidrasi)
Saat tidur, tubuh tidak mendapat asupan cairan dari luar, sehingga cairan tubuh bisa berkurang. Kondisi ini ikut memicu pembentukan kristal di sendi. Ditambah, posisi tubuh saat tidur kadang menyebabkan dehidrasi lokal di sekitar sendi tertentu.
3. Kadar hormon kortisol yang rendah
Kortisol memiliki efek antiinflamasi alami. Pada malam hari khususnya antara pukul 00.00 hingga 04.00 kadar hormon ini cenderung berada pada titik terendah, sehingga perlindungan terhadap peradangan pun menurun dan rasa sakit lebih mudah muncul.
4. Gangguan tidur seperti sleep apnea
Sleep apnea menyebabkan gangguan napas saat tidur sehingga tubuh kekurangan oksigen (hipoksia). Ini memicu metabolisme nukleotida secara berlebih, yang menghasilkan asam urat.
Sleep apnea biasanya lebih sering terjadi pada pria dengan obesitas juga kelompok yang rentan terhadap asam urat.
Cara Mencegah Kambuh Malam Hari:
-
Untuk meminimalkan risiko serangan gout saat malam, beberapa upaya bisa dilakukan:
-
Rutin konsumsi obat sesuai anjuran dokter, baik obat antiinflamasi, obat yang membantu pengeluaran asam urat, ataupun obat penghambat produksinya.
-
Batasi makanan dan minuman pemicu asam urat, seperti jeroan, daging merah, dan alkohol.
-
Menurunkan berat badan. Penurunan sekitar 4,5 kg saja dapat mengurangi risiko kambuh hingga sekitar 39 %.
-
Pastikan tubuh tetap terhidrasi, terutama menjelang tidur dan saat malam hari, agar ginjal dapat membuang kelebihan asam urat lewat urin.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Perlu Batasi Empat Buah Ini
Dengan memahami penyebab dan melakukan langkah pencegahan secara konsisten, Anda dapat mengurangi kemungkinan asam urat kambuh di malam hari dan menjaga kualitas tidur serta kesehatan sendi secara lebih baik.
Dinda NS (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Denmark Terbuka: Kena Kartu Merah di Semifinal, Fajar/Fikri Minta Peraturan Baru Time Clock Ditinjau Ulang
- 2Tumbang Lawan Lazio, Juventus Mulai Pertimbangkan Depak Luciano Spalletti dan Bidik Antonio Conte
- 3Dorongan Hak Angket Ijazah Gibran Menguat, Jokowi Mulai Panik?
- 4Prediksi Skor Roma vs Genoa 18 Oktober 2026: Giallorossi Diunggulkan
- 5Korlantas Polri Gelar Bakti Sosial Jumat Sedekah di TPS Rawajati Jakarta Selatan, ke Depannya Akan Dilaksanakan Rutin
- 6Kalender Jawa 17 Oktober 2026: Weton Sabtu Pahing Memiliki Semangat Hidup yang Tinggi
- 7BCA dan BI Gelar Kompetisi QRIS di Royal Plaza Surabaya, Libatkan 475 Tenant
- 8Adira Finance Perkuat Ekspansi Daerah Usai Merger Mandala, Bidik Pasar Indonesia Timur
- 9Prabowo Disarankan Ambil Langkah Taktis Ini Demi Cegah Indonesia Rusuh Seperti Eropa
- 10MAKI Desak KPK Cegah Nusron Wahid ke Luar Negeri








