AKURAT.CO Merokok adalah suatu kebiasaan menghisap tembakau yang dilapisi oleh kertas sigaret dan dicampur dengan bahan-bahan lainnya. Rokok dapat membuat orang yang mengonsumsinya merasa kecanduan.
Selain tembakau dan kertas sigaret, rokok juga mengandung sejumlah zat berbahaya yang dapat menyebabkan kanker bahkan kematian.
Catatan WHO tahun 2020, rokok membunuh lebih dari 8 juta orang setiap tahun, sebanyak 7 juta orang yang meninggal dunia merupakan perokok aktif dan 1,2 juta sisanya perokok pasif.
Baca Juga: 5 Penyebab Bibir Hitam Selain Merokok, Bisa Disebabkan Gangguan Kesehatan?
Orang-orang yang sudah kecanduan rokok sangat susah untuk berhenti, apalagi sebagian besar orang yang merokok akan menghisapnya setelah makan. Padahal, mengonsumsi rokok setiap hari saja sudah berbahaya bagi kesehatan, ditambah lagi merokok setelah makan.
Kebiasaan merokok setelah makan menyebabkan darah akan mengikat lebih banyak udara, sehingga proses penyerapan zat menjadi lebih cepat seperti mengacaukan kerja usus dalam mengolah makanan yang masuk ke dalam tubuh.
Merokok setelah makan bisa saja asalkan diberikan jeda waktu sekitar 20-30 menit karena setelah makan tubuh membutuhkan waktu untuk mengolahnya. Dan alangkah lebih baiknya adalah jangan merokok.
Baca Juga: Kenali Penyebab Mata Katarak, Salah Satunya Kebiasaan Merokok
Dikutip dari akun Tiktok dr.Pras, Senin (11/9/2023), ada lima bahaya merokok setelah makan.
1. Tubuh akan kesulitan menyerap nutrisi
2. Meningkatkan risiko sakit maag
3. Meningkatkan risiko sakit jantung
4. Memicu kelebihan berat badan
5. Meningkatkan risiko kanker paru-paru dan usus.
Bahan-bahan Berbahaya dalam Rokok
Dalam sebatang rokok terkandung lebih dari 7.000 bahan kimia dengan 250 di antaranya membahayakan kesehatan. Dari ratusan zat berbahaya tersebut, sebanyak 70 zat diketahui dapat menyebabkan kanker.
Besarnya bahaya kandungan rokok bisa dilihat dari asapnya saja, setidaknya ada sekitar 5.000 senyawa berbeda dan sebagian bersifat racun bagi tubuh.
Berikut beberapa bahan berbahaya yang terkandung dalam rokok:
1. Karbon Monoksida
Salah satu gas beracun yang tidak memiliki rasa dan bau. Jika banyak menghirup gas karbon monoksida dapat membuat sel-sel darah merah akan lebih banyak terikat dengan karbon monoksidanya dibandingkan dengan oksigen. Sehingga membuat fungsi otot dan jantung akan menurun.
2. Nikotin
Bahan yang dapat memiliki efek candu dan berfungsi sebagai perantara dalam sistem saraf otak yang menyebabkan berbagai reaksi, termasuk efek menyenangkan dan menenangkan. Nikotin yang terserap dari merokok akan masuk ke dalam aliran darah, merangsang tubuh banyak memproduksi hormon adrenalin. Sehingga meningkatkan tekanan darah, denyut jantung, dan pernapasan.
3. Tar
Bersifat karsinogenik, tar yang terhirup oleh perokok akan mengendap di paru-paru. Penimbunan tar berisiko tinggi dalam menyebabkan penyakit paru-paru seperti kanker paru-paru, emfisema. Tar juga akan masuk ke peredaran darah, meningkatkan risiko terjadinya diabetes, penyakit jantung hingga gangguan kesuburan. Tar pada rokok ditandai dengan noda kuning atau cokelat yang tertinggal di gigi dan jari.
4. Hidrogen Sianida
Selain untuk pembuatan rokok, hidrogen sianida juga digunakan dalam industri tekstil, plastik, kertas dan sebagai bahan pembuatan asap pembasmi hama. Zat ini dapat mencegah tubuh menggunakan oksigen dengan baik dan membahayakan otak, jantung, pembuluh darah dan paru-paru.
5. Benzena
Paparan benzena dalam jangka panjang dapat menyebabkan sel darah merah menurun dan merusak sumsum tulang, hingga meningkatkan risiko terjadinya anemia dan pendarahan. Selain itu juga dapat merusak sel darah putih yang dapat menurunkan daya tahan tubuh serta berisiko terkena leukimia.
6. Arsenik
Golongan pertama dari karsinogen, yang mana dapat menyebabkan kanker kulit, kanker saluran kemih, kanker ginjal, kanker paru-paru dan kanker hati. Arsenik terkandung dalam rokok melalui pestisida yang digunakan pada pertanian tembakau.
7. Formaldehida
Merupakan residu dari pembakaran rokok. Dalam jangka panjang dapat mengakibatkan iritasi pada mata, hidung dan tenggorokan. Sedangkan jangka panjang, formaldehida dapat meningkatkan risiko kanker nasofaring.
8. Kadmium
Terkandung dalam asap rokok dan jika terserap masuk ke paru-paru maka dapat menimbulkan muntah, diare, penyakit ginjal dan tulang rapuh.
9. Amonia
Gas beracun yang tidak berwarna namun berbau tajam. Amonia pada rokok digunakan untuk meningkatkan dampak candu nikotin. Jika digunakan jangka pendek dapat mengakibatkan napas pendek, sesak napas, iritasi mata dan sakit tenggorokan. Sedangkan dampak jangka panjangnya, amonia dapat menyebabkan pneumonia dan kanker tenggorokan.
Itulah bahaya merokok setelah makan dan juga bahan-bahan berbahaya yang terkandung di dalam rokok. Oleh sebab itu, jauhi dan berhentilah merokok karena rokok dapat membunuhmu. (Raodatuljanah)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Update Medali Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Raih 20 Medali, Cek Klasemennya!
- 2Dua Land Cruiser Disebut Bawa Rp480 Miliar ke Muktamar NU, Gus Lilur Kaitkan Rp180 Miliar dengan Nusron
- 3Jubir KPK: Kepala Kantor BPN Mojokerto adalah Istri dari Dirjen Kementerian ATR/BPN Lampri
- 4Prediksi Skor Norwegia vs Denmark di Nations League 25 September 2026
- 5Prediksi Italia vs Belgia 26 September 2026: Skor, H2H, Starting XI, dan Semua Prediksi
- 6Prediksi Skor Serbia vs Yunani di UEFA Nations League 2026-27: Starting XI, H2H, dan Semua Prediksi
- 7Presiden Suriah Bercanda dengan Trump: Kenapa Tak Beri New Jersey ke Israel?
- 8Prediksi Skor Belanda vs Jerman 25 September 2026: Debut Xavi dan Klopp
- 9Prabowo Undang Pakar dan Akademisi ke Istana, Diskusi Pengelolaan Gambut hingga Pencegahan Karhutla
- 10Aliran Dana Rp3,5 Miliar Waskita Karya ke Mantan Ketum Hipmi Akbar Himawan Sudah Masuk Gelar Perkara KPK









