Galaxy S27 Ultra Bakal Hadirkan Teknologi Face Unlock yang Lebih Aman

AKURAT.CO Samsung dikabarkan tengah menyiapkan fitur keamanan baru pada Galaxy S27 Ultra dengan sistem face unlock yang lebih aman. Jika terwujud, teknologi ini berpotensi menjadi alternatif biometrik yang lebih unggul dibanding face unlock biasa.
Rumor ini muncul karena Samsung pernah menghadirkan pemindaian iris pada Galaxy S8, tetapi fitur tersebut dihentikan saat desain bezel tipis hadir di Galaxy S10. Kini, Samsung diperkirakan kembali menghadirkan teknologi biometrik yang lebih canggih.
Dikutip dari SamMobile, Senin (9/2/2026), Samsung tengah mengembangkan teknologi Polar ID untuk Galaxy S27 Ultra. Teknologi ini mampu membaca detail wajah secara lebih akurat, termasuk kontur dan tingkat keaktifan wajah.
Polar ID diklaim memakai sistem pencahayaan khusus yang dipadukan dengan sensor kamera untuk meningkatkan akurasi autentikasi. Teknologi ini mampu mendeteksi topeng 3D dan metode pemalsuan wajah, sehingga keamanan perangkat lebih terjaga.
Baca Juga: Samsung Galaxy S26 Ultra Diprediksi Rilis Awal 2026, Harga Masih di Kelas Premium
Keunggulan lainnya, sistem ini dapat bekerja dalam berbagai kondisi cahaya tanpa bergantung pada kilatan layar. Dalam situasi tertentu, tingkat keamanannya bahkan disebut berpotensi menyaingi teknologi Face ID yang digunakan pada perangkat Apple.
Dari sisi desain, Polar ID dikabarkan memiliki ukuran modul yang lebih ringkas dibanding teknologi serupa pada perangkat lain. Hal ini membuat Samsung dapat mempertahankan desain kamera depan yang minimalis tanpa harus memperbesar area sensor.
Jika fitur ini benar-benar hadir, pengguna Galaxy S27 Ultra akan memiliki pilihan autentikasi yang lebih fleksibel. Pengguna bisa mengandalkan pemindai sidik jari atau face unlock 3D sesuai kebutuhan dan kondisi penggunaan.
Meski demikian, informasi ini masih sebatas rumor dan belum dikonfirmasi resmi oleh Samsung. Kepastian mengenai fitur tersebut baru akan terungkap saat peluncuran seri Galaxy S27 yang diperkirakan berlangsung awal tahun depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.






