Apa Itu Teknik Long Exposure dalam Fotografi dan Peralatan yang Dibutuhkan

AKURAT.CO Teknik long exposure menjadi salah satu gaya fotografi yang semakin digemari, baik oleh fotografer profesional maupun pemula yang ingin bereksperimen dengan visual berbeda. Metode ini mampu menghasilkan foto dramatis yang tidak bisa ditangkap mata secara langsung, misalnya air terjun yang tampak lembut, jejak lampu kendaraan di malam hari, hingga langit penuh bintang atau aurora yang terlihat lebih jelas daripada penglihatan manusia.
Long exposure bekerja dengan cara memperlambat kecepatan rana agar kamera merekam gerakan dalam rentang waktu tertentu. Karena itu, teknik ini tidak hanya soal kemampuan kamera, tetapi juga soal persiapan, peralatan, dan pemahaman kondisi lingkungan. Lantas apa sebenarnya long exposure dan alat apa saja yang diperlukan untuk memulainya?
Baca Juga: Apa Itu Photoshoot? Sejarah, Peran, Manfaat dan Panduan Lengkap Dunia Fotografi Modern
Apa Itu Long Exposure Photography
Long exposure merupakan teknik memotret dengan menggunakan kecepatan rana yang sangat lambat sehingga sensor kamera menerima cahaya dalam waktu lebih panjang.
Dengan cara ini, elemen yang bergerak akan tampak seperti kabur atau meninggalkan jejak gerakan, sementara objek yang tidak bergerak tetap tampil tajam.
Teknik ini sering dimanfaatkan untuk menangkap gerakan awan yang tampak dramatis di langit, membuat efek air mengalir yang lembut pada sungai atau air terjun, menghasilkan garis-garis cahaya kendaraan di malam hari, dan menghilangkan objek bergerak dari area yang ramai sehingga latar tampak bersih.
Baca Juga: Apa Itu Autofocus? Pengertian, Cara Kerja dan Jenis-jenisnya dalam Fotografi
Cara Mudah Mencoba Teknik Long Exposure
Untuk kamu yang ingin mulai bereksperimen dengan long exposure, berikut langkah praktis yang bisa langsung dipraktikkan agar hasil foto terlihat maksimal:
1. Aktifkan Mode Manual atau Shutter Priority
Gunakan kecepatan rana yang lambat, mulai dari satu detik hingga puluhan detik, sesuai efek gerakan yang ingin ditangkap dalam gambar.
2. Pilih ISO Serendah Mungkin
Gunakan ISO rendah seperti 100 atau 200 supaya noise berkurang dan kualitas foto tetap bersih, terutama ketika memotret di kondisi minim cahaya.
3. Sesuaikan Bukaan Lensa
Aperture kecil seperti f/8 sampai f/16 membantu menjaga ketajaman keseluruhan area foto, sehingga objek diam tetap terlihat jelas.
4. Wajib Menggunakan Tripod
Tripod memastikan kamera tidak bergeser sedikit pun selama rana terbuka, sehingga efek blur hanya muncul pada objek yang memang bergerak.
5. Lakukan Beberapa Uji Coba
Long exposure adalah teknik yang sangat bergantung pada kondisi lingkungan. Cobalah berbagai kombinasi pengaturan sampai kamu menemukan tampilan yang paling pas.
6. Bereksperimen dengan Light Painting
Gunakan senter, lampu kecil, atau light stick untuk menciptakan pola cahaya unik di udara selama proses pemotretan berlangsung.
Peralatan yang Dibutuhkan untuk Long Exposure
1. Kamera dengan Mode Manual
Kamera apapun bisa digunakan selama Anda bisa mengatur shutter speed, aperture, dan ISO secara manual. Mode Bulb atau Time juga sangat membantu, terutama jika Anda ingin melakukan pemotretan dengan durasi lebih dari 30 detik. Baik DSLR, mirrorless, maupun smartphone dengan aplikasi kamera manual bisa digunakan selama Anda dapat mengendalikan pengaturan eksposurnya.
2. Tripod yang Kokoh
Tripod adalah perlengkapan yang wajib dimiliki untuk long exposure. Karena foto diambil dengan shutter yang terbuka lama, kamera harus berada pada posisi stabil tanpa getaran sedikitpun. Tripod yang terlalu ringan mudah goyang saat tertiup angin dan membuat foto berpotensi blur. Anda tidak perlu membeli tripod paling mahal, yang penting kokoh dan stabil di berbagai kondisi.
3. Filter Neutral Density (ND Filter)
Untuk pemotretan siang hari, meski sudah menggunakan ISO rendah dan aperture sempit, cahaya sering kali masih terlalu terang. Di sinilah ND filter berfungsi, yaitu mengurangi jumlah cahaya yang masuk ke sensor sehingga shutter bisa dibuka lebih lama.
Jenis ND filter yang umum digunakan:
-
Filter bulat yang dipasang langsung ke lensa, mudah digunakan dan praktis untuk dibawa.
-
Filter persegi yang memakai holder dan lebih fleksibel jika Anda ingin menggabungkan beberapa filter sekaligus.
ND filter hadir dalam beberapa tingkat kegelapan. ND 3 stop cocok untuk menciptakan sedikit efek gerakan.
ND 6 stop ideal untuk golden hour atau kondisi berawan. ND 10 stop biasanya dipakai pada siang yang terang untuk mendapatkan eksposur beberapa detik hingga beberapa menit.
4. Remote Shutter Release atau Self-Timer
Menekan tombol rana secara langsung bisa menimbulkan getaran kecil yang merusak ketajaman gambar.
Remote shutter release membantu menekan rana tanpa menyentuh kamera.
Jika tidak memiliki remote, Anda bisa memakai fitur timer 2 detik untuk meminimalkan guncangan. Remote juga sangat berguna ketika Anda memakai Bulb Mode dan ingin mengatur durasi secara bebas.
Nah, itu dia dasar-dasar long exposure serta perlengkapan yang perlu dipersiapkan. Teknik ini memang membutuhkan latihan, tetapi dengan pengaturan yang tepat dan sedikit eksperimen, siapapun bisa menghasilkan foto dramatis yang memanjakan mata.
Selamat mencoba dan berkreasi!
Nadira Maia Arziki (Magang)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini









