Akurat

Cara Menyimpan Nasi Agar Tidak Cepat Basi

Ratu Tiara | 25 Januari 2026, 18:22 WIB
 Cara Menyimpan Nasi Agar Tidak Cepat Basi

AKURAT.CO Nasi merupakan makanan pokok masyarakat Indonesia yang hampir selalu tersedia di rumah. Namun, masalah yang sering muncul adalah nasi cepat basi, berbau, atau berlendir jika disimpan terlalu lama. Kondisi ini tidak hanya membuat nasi terbuang sia-sia, tetapi juga berisiko bagi kesehatan.

Agar nasi tetap layak dikonsumsi, penting untuk mengetahui cara menyimpan nasi yang benar sesuai kondisi dan durasi penyimpanan. Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca Juga: Tim Pengawasan Haji Temukan 6.400 Box Nasi Basi

Mengapa Nasi Bisa Cepat Basi?

Nasi yang sudah matang mengandung kadar air tinggi, sehingga menjadi media ideal bagi pertumbuhan bakteri, terutama jika dibiarkan pada suhu ruang terlalu lama. Proses pembusukan biasanya dipercepat oleh beberapa faktor, seperti suhu hangat, kelembapan, serta cara penyimpanan yang kurang tepat.

Jika tidak ditangani dengan benar, nasi bisa basi hanya dalam hitungan jam.

Baca Juga: Cara Memasak Nasi Tanpa Rice Cooker yang Empuk dan Pulen, Simpel Banget

Cara Menyimpan Nasi Agar Tidak Cepat Basi

1. Menyimpan nasi di Rice Cooker dengan Benar

Rice cooker sering menjadi pilihan utama untuk menyimpan nasi. Agar nasi tidak cepat basi, pastikan nasi tidak dalam kondisi terlalu basah.

Setelah matang, aduk nasi sebentar agar uap panas keluar, lalu tutup kembali rice cooker.

Gunakan fitur warm secukupnya dan hindari membuka tutup terlalu sering karena perubahan suhu dapat mempercepat pembusukan.

Idealnya, nasi di rice cooker dikonsumsi dalam waktu 12–24 jam.

2. Menyimpan Nasi di Suhu Ruang

Menyimpan nasi di suhu ruang sebaiknya hanya dilakukan dalam waktu singkat.

Setelah nasi matang, biarkan uap panas hilang terlebih dahulu, lalu simpan dalam wadah tertutup bersih.

Nasi yang disimpan di suhu ruang sebaiknya dikonsumsi maksimal 6–8 jam, terutama di daerah dengan suhu panas.

3. Menyimpan Nasi di Kulkas

Untuk penyimpanan lebih lama, kulkas menjadi pilihan yang aman. Pastikan nasi sudah dingin sebelum dimasukkan ke dalam wadah kedap udara. Penyimpanan di kulkas dapat menjaga nasi tetap baik hingga 2–3 hari.

Saat akan dikonsumsi, nasi dapat dihangatkan kembali dengan rice cooker atau microwave.

4. embekukan Nasi di Freezer

Freezer cocok untuk menyimpan nasi dalam jangka waktu panjang. Nasi sebaiknya dibagi ke dalam porsi kecil agar mudah diambil sesuai kebutuhan.

Nasi beku dapat bertahan hingga 1 minggu atau lebih jika disimpan dengan benar. Saat akan digunakan, nasi bisa langsung dipanaskan tanpa perlu dicairkan terlalu lama.

Kesalahan Umum Saat Menyimpan Nasi

Banyak orang tanpa sadar melakukan kesalahan yang membuat nasi cepat basi. Beberapa di antaranya adalah menyimpan nasi dalam kondisi masih panas dan basah, menggunakan wadah yang tidak bersih, serta membiarkan nasi terbuka terlalu lama.

Selain itu, mencampur nasi lama dengan nasi baru juga dapat mempercepat pembusukan.

Tips Tambahan Agar Nasi Lebih Awet

Kebersihan menjadi faktor penting. Pastikan sendok nasi selalu kering dan bersih saat digunakan.

Hindari menyentuh nasi dengan tangan langsung karena dapat memindahkan bakteri.

Memasak nasi dengan takaran air yang tepat juga membantu menghasilkan nasi yang tidak terlalu lembek sehingga lebih tahan disimpan.

Menyimpan nasi agar tidak cepat basi memerlukan perhatian pada suhu, wadah, dan kebersihan.

Dengan cara penyimpanan yang tepat, nasi bisa bertahan lebih lama, aman dikonsumsi, dan tidak terbuang sia-sia.

Arika Yafi Fawazzain (Magang)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

E
R