Akurat

Beras Pera Dinilai Lebih Sehat Dibanding Pulen, Ini Alasannya

Leo Farhan | 4 Agustus 2025, 16:05 WIB
Beras Pera Dinilai Lebih Sehat Dibanding Pulen, Ini Alasannya

 

 

AKURAT.CO Beras merupakan makanan pokok bagi miliaran orang di dunia. Namun, tidak semua jenis beras memiliki dampak kesehatan yang sama.

Beras pera, jenis beras yang bertekstur kering, tidak lengket, dan cenderung terpisah-pisah saat dimasak, semakin populer dalam dunia nutrisi sebagai pilihan yang lebih sehat, khususnya bagi penderita diabetes dan mereka yang ingin menurunkan berat badan. Lantas, apa saja kelebihannya dibanding dengan beras biasa?

Indeks Glikemik Lebih Rendah

Dr. David Ludwig, profesor nutrisi di Harvard T.H. Chan School of Public Health, menjelaskan dalam bukunya “Always Hungry?” bahwa makanan dengan indeks glikemik (IG) rendah membantu mengontrol lonjakan gula darah dan nafsu makan. Beras pera seperti beras basmati memiliki IG yang lebih rendah dibandingkan beras pulen seperti beras ketan atau beras Japonica yang sering dikonsumsi di Asia Timur.

Penelitian terbitan The American Journal of Clinical Nutrition (2015) juga menunjukkan bahwa konsumsi beras ber-IG rendah membantu meningkatkan sensitivitas insulin dan mengurangi risiko sindrom metabolik.

Kandungan Serat Lebih Tinggi

Dalam publikasi oleh World Health Organization (WHO), peningkatan asupan serat dikaitkan langsung dengan penurunan risiko penyakit jantung, diabetes tipe 2, dan kanker kolorektal. Beras pera yang belum disosoh (seperti beras merah atau beras cokelat panjang) mengandung lebih banyak serat pangan dibandingkan beras pulen putih yang lebih halus.

“Beras merah atau cokelat long grain mengandung lapisan dedak dan germ yang penting bagi pencernaan dan pengendalian kolesterol,” ujar Dr. Walter Willett, profesor epidemiologi dan nutrisi dari Harvard Medical School, dalam jurnal Lancet Public Health (2019).

Manfaat Pencernaan dan Kenyang Lebih Lama

Studi oleh Nutrition Research Reviews (2020) mencatat bahwa makanan tinggi serat seperti beras pera dapat memberikan rasa kenyang lebih lama, memperlambat pencernaan karbohidrat, dan menekan hormon lapar ghrelin. Ini menjadikan beras pera sebagai pilihan strategis dalam program penurunan berat badan atau kontrol nafsu makan.

Beras pera, khususnya jenis long grain whole grain, bukan hanya alternatif nasi putih pulen yang rendah serat, tetapi juga bagian dari pendekatan nutrisi modern yang mendukung kestabilan gula darah, kesehatan jantung, dan pengendalian berat badan.

Meskipun preferensi rasa bisa subjektif, bukti ilmiah dan pendapat ahli menunjukkan keunggulan gizi beras pera yang layak dipertimbangkan dalam pola makan sehari-hari.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.