Memasak Tempe di Oven Berbahaya? Ini Kata Ahli Gizi dan Sains Pangan

AKURAT.CO Tempe, makanan khas Indonesia yang kaya protein nabati, kerap diolah dengan berbagai cara: digoreng, dikukus, hingga dipanggang dalam oven. Namun, belakangan muncul pertanyaan di kalangan pecinta makanan sehat, yakni apakah memasak tempe di oven berbahaya?
Menurut riset dalam Journal of Food Science (2021), pemanggangan tempe di oven tidak berbahaya secara umum, namun dapat menimbulkan risiko jika dilakukan pada suhu sangat tinggi (>150°C) dalam waktu lama.
Hal ini berpotensi memicu pembentukan senyawa berbahaya seperti acrylamide dan Advanced Glycation End Products (AGEs), dua zat yang disebut-sebut berkaitan dengan kanker, peradangan kronis, dan penuaan sel.
Oven Lebih Aman Dibanding Penggorengan Minyak?
Meski begitu, metode oven dinilai lebih sehat daripada menggoreng dalam minyak banyak, karena dapat mengurangi kandungan lemak jenuh dan kalori. Oven juga tidak menambah radikal bebas dari minyak jelantah atau minyak yang dipakai berulang.
Penelitian dari Nutrition Research Reviews (2020) menyebutkan bahwa pemanggangan pada suhu rendah hingga sedang (sekitar 120–140°C) selama 10–20 menit justru bisa mempertahankan kandungan isoflavon tempe, senyawa antioksidan alami dari kedelai yang berperan dalam kesehatan jantung dan hormonal.
Agar tetap sehat dan lezat, berikut beberapa panduan memasak tempe di oven:
- Gunakan suhu maksimal 140°C–150°C untuk menghindari pembentukan AGEs.
- Hindari memanggang hingga gosong atau kering keras.
- Lapisi dengan sedikit minyak zaitun atau kelapa murni agar tidak kering berlebihan.
- Pilih oven dengan pengatur suhu stabil dan ventilasi baik
Memasak tempe di oven tidak berbahaya jika dilakukan dengan suhu dan waktu yang tepat. Justru, metode ini bisa menjadi alternatif sehat dari menggoreng. Waspadai potensi senyawa berbahaya seperti acrylamide dan AGEs dengan menghindari suhu terlalu tinggi atau hasil yang gosong.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.







