Akurat

Ovaltine Produk Mana, Apakah Produk Israel Atau Bukan? Sejarah Awalnya Untuk Obat Bukan Susu

Rahman Sugidiyanto | 20 November 2023, 10:25 WIB
Ovaltine Produk Mana, Apakah Produk Israel Atau Bukan? Sejarah Awalnya Untuk Obat Bukan Susu

AKURAT.CO – Agresi Israel atas Jalur Gaza di Palestina membuat warganet memboikot produk pro Israel hingga muncul pertanyaan Ovaltine produk mana, apakah produk Israel atau bukan?

Pertanyaan Ovaltine produk mana, apakah produk Israel atau bukan merupakan bentuk perhatian warganet atau konsumen Indonesia untuk ikut serta aktif dalam perdamaian dunia.

Sehingga jika pertanyaan Ovaltine produk mana, apakah produk Israel atau bukan ini ternyata tidak sesuai harapan, warganet dan masyarakat ikut kecewa dengan produk yang sering dikonsumsinya.

Pertanyaan Ovaltine produk mana, apakah produk Israel atau bukan juga disebut-sebut membawa produsen makanan raksasa, Nestle.

Nestle sendiri dilansir dari bdnaash mendukung penjajahan Israel atas Palestina.

Lantas apa kaitainnya dengan Ovaltine yang memang sudah lama dikenal oleh masyarakat Indonesia dan menjadi favorit.

Baca Juga: Susu Beruang Atau Bear Brand Produk Mana? Induk Usahanya Yaitu Nestle Mirip Danone Dan Unilever

Sejarah Ovaltine

Ovaltine atau sering disebut ovomaltine sendiri merupakan minuman yang terbuat dari ekstrak malt (kecuali dalam kemasan biru di Amerika Serikat), gula (kecuali di Swiss), dan whey.

Sejumlah varian juga dilengkapi dengan kakao.

Dilansir dari situs resmi produsennya Wander AG, terungkap Ovaltine atau Ovomaltine berasal dari Swiss diluncurkan pada tahun 1904 dengan tujuan awal pengobatan.

Namun karena sering mensponsori atlet termasuk legenda Sepakbola Brazil, akhirnya banyak orang yang sehat dan aktif pun menikmati ovaltine.

Meski baru diluncurkan 1904, namun sejarah Ovaltine dimulai tahun 1865 ketika Ahli kimia Dr Georg Wander sedang mencari sesuatu untuk memerangi malnutrisi, masalah yang banyak terjadi pada saat itu di Kota Bern, Swiss.

Sebagai dasar penelitiannya, ia memilih produk alami yang telah digunakan sebagai obat selama lebih dari 2.000 tahun dan dihasilkan dari biji jelai: malt.

Baca Juga: Frisian Flag Produk Unilever dan Apakah Pro Israel? Ini Sejarah Susu Bendera Yang Sudah Ada Sejak Zaman Belanda

Namun, berkat proses vakum khusus, Dr Wander adalah orang pertama yang membuat wort dapat diawetkan.

Dia kemudian mengembangkan ekstrak malt, yang akan menjadi penyelamat bagi anak-anak dan orang sakit selama beberapa dekade mendatang.

Georg Wander meninggal pada tahun 1897. Putranya Albert – yang juga seorang ahli kimia dan apoteker – terus mengembangkan ‘makanan super’ ayahnya pada pergantian abad, menyempurnakan rasanya dan memperkayanya dengan sumber energi alami lainnya.

Idenya adalah pemenang dan tetap menjadi dasar resep Ovo yang sukses saat ini: jelai, yang tumbuh dari tanah dan matang di bawah sinar matahari, sebagai bahan dasar malt; telur, sebagai lambang kesuburan; susu sebagai produk pangan bergizi pertama yang dibutuhkan anak kecil; dan sedikit coklat untuk melengkapi rasanya.

Baca Juga: Ramai Dugaan Nivea Pro Israel, Apakah Benar? Berasal Dari Jerman Intip Sejarah Produk Ini

Hanya dua tahun setelah peluncurannya, Ovomaltine sudah berkembang ke luar Swiss. Depot penjualan pertama didirikan di Italia dan Inggris pada tahun 1906, dan pabrik Ovo pertama di luar negeri mulai beroperasi di Kings Langley, Inggris, pada tahun 1913.

Associated British Food (ABF) membeli Wander AG dan banyak merek terkenalnya.

Wander AG telah menjadi anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh ABF sejak saat itu dan bertanggung jawab atas pemasaran dan penjualan Twinings Teas di Swiss, yang juga dimiliki oleh Grup ABF.

Pabrik Neuenegg memproduksi Ovomaltine untuk seluruh Eropa.

Baca Juga: Apakah Hokben Pro Israel? Samakah Dengan KFC, McDonalds Dan Starbucks

Ovaltine di Indonesia

Cukup sulit menelusuri bagaimana jejak Ovaltine di Indonesia meski cukup digemari di Indonesia. Namun kami berhasil menemukan data mengenai keberadaan atau eksistensi Ovaltine di Indonesia.

Ovaltine di Indonesia sendiri menyediakan banyak produk yang bubuk dan susu.

Untuk produk bubuk susu, dilansir dari situs cek halal BPJPH, kebanyakan produk Ovaltine adalah impor dari negara luar, diantaranya adalah Pabrik di Thailand dan Tiongkok melalui AB Food & Beverages (Thailand) Limited serta Shanghai AB Food & Beverages Ltd.

Associated British Food  selaku produsen Ovaltine tidak memiliki pabrik di Indonesia, namun untuk produk susu UHT mempercayakan kepada mitra lokal yaitu PT Sukanda Djaja yang merupakan grup PT. Diamond Cold Storage untuk produk bubuk diimpor oleh PT. Wicaksana Overseas International.

Baca Juga: Apakah Kecap Bango Pro Israel? Berikut 4 Produk Lokal Alternatif Yang Bisa Dicoba  

Ovaltine Dengan Nestle

Dilansir dari beberapa sumber, Nestle ternyata hanya memilki hak menjual Ovaltine di Amerika Serikat saja.

Hal ini karena Nestle membeli saham distributor resmi Ovaltine di Amerika Serikat yaitu Novartis pada tahun 2007.

Sebelumnya Ovaltine dimiliki oleh Sandoz Nutrition Corporation yang kemudian dijual ke Himmel Group yang lantas kembali menjual ke Novartis hingga sekarang dimiliki Nestle.

Baca Juga: MUI Serukan Boikot Produk Pro Israel, Apakah Brand Garnier Jadi Salah Satunya?

Demikian sejarah Ovaltine di Dunia maupun di Indonesia, belum ada info terkait apakah Ovaltine produk pro Israel atau bukan.

Namun dilansir dari bdnaash, Nama Associated British Food  atau Ovaltine tidak masuk dalam daftar produk yang diboikot.

Hanya saja disayangkan di Indonesia, Ovaltine tidak memiliki pabrik langsung tapi membuka di Thailand dan Tiongkok.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.