Akurat

Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kementerian Prabowo Perlu Ditambah

Hefriday | 1 Oktober 2024, 21:24 WIB
Kejar Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen, Kementerian Prabowo Perlu Ditambah

AKURAT.CO Kepala Departemen Center for Strategic and International Studies (CSIS), Fajar B. Hirawan, menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi sebesar 8% merupakan tantangan besar bagi Indonesia untuk dicapai. Menurutnya, pencapaian pertumbuhan setinggi itu membutuhkan upaya yang sangat keras dan strategi yang tepat dari berbagai sektor.

“Yang pasti, pertumbuhan 8 persen sangat challenging untuk dapat dicapai,” ujar Fajar saat dihubungi Akurat.co Selasa (1/10/2024).

Menurut Fajar, untuk mencapai pertumbuhan ekonomi sebesar itu, pemerintah perlu berfokus pada sektor-sektor strategis dan memperkuat investasi serta infrastruktur. Selain itu, ia juga menyoroti kemungkinan bahwa jumlah Kementerian, Lembaga (K/L), atau badan pemerintah bisa bertambah seiring dengan upaya mencapai target tersebut.

Baca Juga: Catatan Kritis di Balik Kabar 44 Kementerian Prabowo

“K/L/Badan kemungkinan akan bertambah,” tambahnya, merujuk pada potensi pemerintah menambah institusi baru atau memperluas kewenangan yang ada guna mendukung laju pertumbuhan ekonomi.

Ini menunjukkan bahwa pemerintah mungkin akan membuka lebih banyak lembaga atau memperluas tugas yang ada untuk menghadapi tantangan di berbagai sektor, mulai dari sumber daya alam, teknologi, hingga pendidikan. Tentu saja, penambahan ini harus diimbangi dengan reformasi struktural agar pengeluaran negara tetap efisien dan tidak membengkak.  
 
Tantangan eksternal seperti kondisi ekonomi global yang fluktuatif juga harus diperhatikan, karena akan berpengaruh terhadap kemampuan Indonesia dalam mencapai target pertumbuhan tersebut.

Dengan berbagai faktor yang harus dipertimbangkan, Fajar menegaskan bahwa target pertumbuhan ekonomi 8% memang tidak mudah, namun bukan mustahil dicapai jika semua elemen dapat berkoordinasi dan bekerjasama secara efektif.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Hefriday
Yosi Winosa