Akurat Logo

Pemerintah Khawatir Hubungan dengan Washington Memanas, Irak Tangkap Pelaku Injak Bendera AS

Fitra Iskandar | 6 Oktober 2026, 08:44 WIB
Pemerintah Khawatir Hubungan dengan Washington Memanas, Irak Tangkap Pelaku Injak Bendera AS
Irak tangkap pelaku injak bendera AS, ketegangan dengan Washington memanas - JPost

AKURAT.CO Pemerintah Irak bergerak cepat meredam potensi krisis dengan Amerika Serikat setelah sejumlah orang menginjak-injak bendera AS dalam parade Hari Kedaulatan di Baghdad, Jumat. Aksi tersebut memicu kecaman dari sejumlah pihak di Amerika Serikat, termasuk anggota Kongres AS.

Insiden itu terjadi dalam perayaan penarikan pasukan Amerika Serikat dari Irak yang berlangsung setelah pasukan AS meninggalkan negara tersebut pada Rabu.

Perayaan yang semestinya menjadi momentum penting bagi Irak justru berubah kontroversial setelah kelompok yang disebut terkait dengan milisi pro-Iran terlihat menginjak bendera Amerika Serikat menggunakan kendaraan.

Aksi tersebut mendapat kecaman, salah satunya dari anggota DPR AS Joe Wilson dari Partai Republik, Carolina Selatan.

Pemerintah Irak Perintahkan Penangkapan

Perdana Menteri Irak Ali Falah al-Zaidi langsung mengambil langkah untuk mencegah insiden tersebut berkembang menjadi krisis diplomatik dengan Washington.

Dalam waktu sehari setelah foto aksi penghinaan terhadap bendera AS beredar di media sosial, juru bicara Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Sabah Al-Nu’man, mengumumkan bahwa aparat telah menangkap pihak-pihak yang diduga terlibat.

"Atas perintah Panglima Angkatan Bersenjata, Ali Falah Al-Zaidi, pihak berwenang telah menangkap mereka yang terlibat dalam pelanggaran terhadap bendera Amerika di Baghdad," kata Al-Nu’man.

Penangkapan itu dilakukan terkait salah satu parade dalam rangkaian perayaan Hari Kedaulatan Irak.

Al-Nu’man mengatakan pihak yang terbukti terlibat akan dimintai pertanggungjawaban dan dikenakan proses hukum sesuai dengan hukum Irak serta norma diplomatik.

"Pemerintah menegaskan bahwa menghormati simbol-simbol negara dan misi diplomatik sahabat yang terakreditasi di Irak merupakan kewajiban hukum dan diplomatik," ujarnya.

Menurut dia, setiap tindakan pelanggaran atau penghinaan terhadap simbol negara dan misi diplomatik akan menghadapi pertanggungjawaban hukum.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.