Akurat Logo

Bijak Menyikapi Berita Viral: 3 Langkah Tabayyun Digital agar Jempolmu Tidak Menjadi Dosa Jariyah

Lufaefi | 6 Oktober 2026, 09:00 WIB
Bijak Menyikapi Berita Viral: 3 Langkah Tabayyun Digital agar Jempolmu Tidak Menjadi Dosa Jariyah
Tabayun dalam Islam - Istimewa

AKURAT.CO Satu unggahan dapat menyebar dalam hitungan detik. Berita yang belum jelas kebenarannya bisa diteruskan ke banyak grup, potongan video dapat dibagikan tanpa konteks, dan sebuah tuduhan dapat menjadi konsumsi publik sebelum orang yang bersangkutan memiliki kesempatan memberikan penjelasan.

Di tengah derasnya arus informasi media sosial, seorang Muslim tidak cukup hanya bertanya, “Apakah berita ini menarik?” Pertanyaan yang lebih penting adalah, “Apakah berita ini benar dan pantas saya sebarkan?”

Islam telah memberikan prinsip tabayyun, yakni memeriksa dan memastikan informasi sebelum mengambil sikap. Prinsip tersebut semakin relevan ketika aktivitas membagikan informasi hanya membutuhkan satu sentuhan jari.

1. Periksa Sumber Sebelum Percaya

Allah SWT berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ

“Wahai orang-orang yang beriman, jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu.” (QS Al-Hujurat: 6).

Ayat ini memberikan prinsip yang sangat jelas: informasi tidak boleh diterima secara tergesa-gesa.

Dalam konteks digital, langkah pertama dapat dilakukan dengan memeriksa siapa yang membuat atau menyebarkan informasi tersebut. Apakah berasal dari media yang kredibel, lembaga resmi, saksi langsung, atau hanya akun anonim?

Judul yang provokatif juga bukan bukti bahwa sebuah informasi benar. Begitu pula jumlah likes, komentar, atau views tidak otomatis menunjukkan kebenaran sebuah berita.

Baca Juga: Konsep Green Islam dalam Al-Qur'an dan Hadis Nabi Muhammad SAW

2. Jangan Berhenti pada Judul dan Potongan Video

Kesalahan lain yang sering terjadi adalah mengambil kesimpulan hanya dari judul atau potongan informasi.

Sebuah video berdurasi beberapa menit dapat dipotong menjadi beberapa detik sehingga maknanya berubah. Sebuah pernyataan juga dapat kehilangan konteks ketika hanya satu kalimat yang dikutip.

Karena itu, sebelum membagikan informasi, baca berita secara utuh. Jika berupa video, perhatikan konteks sebelum dan sesudah bagian yang viral. Jika terdapat klaim tertentu, cari apakah ada sumber lain yang dapat mengonfirmasi klaim tersebut.

Allah SWT berfirman:

وَلَا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ

“Janganlah engkau mengikuti sesuatu yang tidak engkau ketahui.” (QS Al-Isra: 36).

Ayat ini dapat menjadi pengingat agar jari tidak bergerak lebih cepat daripada pengetahuan.

3. Tanyakan: Apa Dampaknya Jika Saya Membagikannya?

Setelah memeriksa sumber dan konteks, langkah berikutnya adalah mempertimbangkan dampak.

Apakah informasi tersebut bermanfaat? Apakah dapat membantu orang lain? Apakah justru berpotensi mempermalukan seseorang, menyebarkan fitnah, memicu kepanikan, atau merusak reputasi orang yang belum tentu bersalah?

Rasulullah SAW bersabda:

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ

“Cukuplah seseorang disebut sebagai pendusta ketika ia menyampaikan setiap yang didengarnya.” (HR Muslim).

Hadis ini sangat relevan dengan budaya forward di media sosial. Seseorang tidak harus menjadi pencipta berita palsu untuk ikut menyebarkan informasi yang salah. Meneruskan informasi tanpa memastikan kebenarannya juga dapat menimbulkan masalah.

Karena itu, tidak semua hal yang kita terima harus diteruskan.

Jempol Juga Perlu Dikendalikan

Di dunia digital, jempol dapat menjadi alat kebaikan, tetapi juga dapat menjadi sumber masalah.

Halaman:
Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Lufaefi
Reporter
Lufaefi
Lufaefi
Editor
Lufaefi